
Selepas subuh Ana dan Herdiyan sudah berangkat, seperti biasa nya, Herdiyan pergi menggunakan mobil bak terbuka agar bisa membawa bunga nya dengan aman.
Wajah Ana nampak berseri pagi itu, walaupun jalanan masih terlihat gelap tapi raut bahagian Ana tidak bisa di sembunyikan.
"Kamu senang banget kayak nya? "Ucap Herdiyan
"Senang Dad, bentar lagi aku akan ketemu Ayah, Bunda sama Oma."Jawab Ana dengan dengan cepat
Karna udara pagi terasa dingin dan menusuk sampai ke tulang, Ana dan Herdiyan memakai jaket yang lumayan tebal untuk menghangat kan tubuh mereka.
Sepanjang perjalanan yang mereka lalui, Ana selalu mengembang kan senyum nya. Seperti nya dia sudah benar benar tak sabar ingin segera bertemu dengan ke dua orang tua nya.
Pukul enam pagi mereka sudah tiba di kebun Bunga, Ana pun langsung berlari menuju rumah nya. Bahkan ia sampai lupa untuk mengajak Herdiyan, Ana berlalu begitu saja.
"Ayah, Bunda, Oma,, Ana kangen.."Teriak Ana
Rini yang menyadari kedatangan putri nya pun langsung berlari ke luar rumah, saat melihat Ana, Rini langsung memeluk nya dengan erat.
"Anak Bunda pulang? Pagi bener, sama siapa? "Tanya Rini
"Astagfirullah Bun, aku kasini sama Daddy. Tapi aku lupa ngga ajak Daddy kasini,, "Ucap Ana seraya menepuk Jidat nya
Rini hanya menggeleng kan kepalanya,"Panggil Daddy kamu sana, kita sarapan bersama."Titah Rini
"Siap Bunda."Ucap Ana
Ana pun segera berlari menuju kebun bunga, dia merasa sangat bersalah pada Daddy nya. Sudah diantar tapi tak berterimakasih, udah gitu orang nya ngga di ajak mampir lagi.
"Dad,, "Panggil Ana
Semua para karyawan yang baru saja datang langsung menoleh ke arah Ana, mereka memandang heran pada Ana yang sekarang memanggil tuan mereka dengan sebutan Daddy.
Herdiyan yang mendengar teriakan Ana pun langsung menghampiri nya, "Ada apa sayang? "Tanya Herdiyan
"Bunda manggil Daddy, kata nya kita sarapan dulu.."Ucap Ana
"Baiklah, ayo.."Ajak Herdiyan
Herdiyan dan Ana pun langsung melangkah kan kaki mereka menuju kediaman Adi, sedangkan para karyawan Herdiyan kini mulai menebak nebak dengan apa yang telah terjadi pada Herdiyan.
__ADS_1
Sesampai nya di rumah Adi, Ana langsung mengajak Herdiyan menuju ruang makan. Saat melihat Bu Leli, Herdiyan langsung menghampiri nya dan memeluk nya dengan erat.
"Maaf kan aku Bu, karna dulu aku sudah berlaku tidak adil pada Rini. "Ucap Herdiyan tulus
"Sudahlah nak, itu sudah masa lalu. Yang terpenting saat ini, Rini tidak pernah membenci mu."Seru Bu Leli
"Ibu juga tidak membenci ku kan? "Tanya Herdiyan
"Awal nya iya, tapi sekarang ibu sadar kalau semua sudah di atur sama Allah. "Jawab Bu Leli
"Terimakasih Bu,, "Ucap Herdiyan
"Ibu juga terimakasih sama kamu, karna kamu sudah mau menjaga Ana."Ucap Bu Leli
"Sama sama Bu.."Ucap Herdiyan
"Sudah sudah,, sekarang kita sarapan dulu."Ucap Adi
"Ya, Ayah benar. Aku sudah lapar, dan tentu nya sudah sangat rindu dengan masakan Bunda. "Ucap Ana
Akhir nya semua nya kini sarapan dengan tenang, tak ada obrolan lagi di antara mereka. Ana bahkan sampai tak bisa berkata apa pun, karna dia sedang menikmati masakan Bunda nya.
Saat sampai di toko, Ana seperti sudah mulai terbiasa dengan kedatangan banyak orang. Seperti nya ada manfaat nya juga kerja menjadi resepsionis, karna dia bisa mulai bersosialisasi dengan banyak orang.
Rini terlihat senang melihat perubahan pada Ana, semoga saja Ana bisa segera sembuh dari trauma masa lalu nya begitulah pikir nya.
Saat Rini sedang asik menata kue di dalam cake showcase, Ana pun teringat akan pesanan Aditya.Ana pun segera menghampiri Bunda nya,dia harus memberitahu kan nya agar tak lupa.
"Bun, kemarin pak Aditya minta di bawain Brownies.Ini duit nya, jangan ampe lupa ya Bun.."Ucap Ana
"Ini duit nya kok banyak banget sih?"Tanya Rini
"Kata pak Aditya sedapat nya duit nya, kalau dapet banyak kan bisa di bagikan sama karyawan Bun. "Ucap Ana
"Waah, seperti nya bos kamu baik ya.. Bunda jadi curiga kalau dia masih muda, dia sengaja mesen kue padahal cuma modus biar bisa dekat sama anak Bunda. "Tebak Rini
"Apa sih Bun?! "Ucap Ana seraya memeluk Bunda nya
"Iya nanti Bunda bikinin. Sekarang kamu bantuin Bunda, layanin para pembeli belajar bersosialisasi dengan banyak orang ya nak."Pinta Ana
__ADS_1
"Iya Bunda, Ana sudah bertekad dalam hati kalau Ana mau sembuh. Ana pengen punya banyak teman kaya yang lain nya, pengen jalan bareng teman teman Ana juga. Ana ngga mau terus sendirian,Ana mau hidup normal Bun."Ucap Ana
"Bunda suka semangat kamu sayang,Bunda Po punya sesuatu buat kamu. "Ucap Rini
Rini berjalan dan masuk ke ruangan peribadi nya,Ana pun mengikuti langkah Bunda nya. Adi yang penasaran pun ikut mengekori langkah istri nya,dia tidak mau ketinggalan informasi tentu nya.
"Bunda mau ngasih ini buat kamu, buat jaga jaga sayang."Ucap Rini
Ana mengambil dua barang yang di berikan oleh Rini,"Apa ini Bun? "Tanya Ana
"Itu Pepper Spray dan Stun Gun sayang, kalau ada orang yang berniat jahat sama kamu jangan ragu untuk menggunakan nya."Ucap Rini
(Pepper Spray \= semprotan cabai , Stun Gun \= Alat kejut listrik)
"Bunda terlalu berlebihan.."Keluh Ana
"Tidak sayang, Bunda hanya khawatir. Daddy Herdiyan memang ada di dekat kamu, tapi dia tidak bisa terus terusan jagain kamu."Ucap Rini
"Bunda benar sayang, kamu harus selalu membawa nya kemana pun. Ayah sama Bunda tidak mau terjadi sesuatu sama kamu, cukup anak kurang ajar itu yang berani nakutin kamu."Ucap Adi dengan mata yang sudah mulai memerah
Ana pun segera memeluk Ayah nya, dia tahu jika Ayah nya sangat menyayangi Rey .Makanya rasa sakit hati nya belum sembuh sampai saat ini,setelah Adi terlihat tenang Ana pun melepas kan pelukan nya.
"Ana akan membawa dua benda ini kemana pun Yah, Ayah tenang saja. Ana juga akan belajar beladiri Yah, biar bisa menjaga diri sendiri."Ucap Ana
Adi dan Rini pun langsung memeluk Anak nya dengan erat, mereka sangat menyayangi Ana. Mereka selalu berharap Ana bisa hidup normal seperti remaja seusia nya, Mereka juga selalu berharap semoga ada seorang pria yang mau menerima Ana dengan tulus.
Mereka sadar jika kesucian Ana telah di renggut paksa oleh anak yang begitu dia sayangi, anak yang selalu mereka banggakan. Biar pun kenyataan nya seperti itu, mereka selalu berharap agar Ana bisa mendapatkan lelaki terbaik dalam hidup nya.
-
-
-
-
Terimakasih karena sudah mampir..
Jangan lupa like, koment, vote, rate,kritik ,saran dan juga tekan 💓untuk memfavoritkan..
__ADS_1
TBC