
...*Jadilah seperti kuda, yang semakin di pecut semakin kuat berlari. Anggap lah ujian hidup seperti pecut, semakin keras ujian hidup, semakin kuat pula kita menjalani kehidupan. *...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...
Kini Rey telah menyelsaikan sarapan nya, Rey nampak masih menggambar beberapa bangunan yang indah. Membuat Adi dan Rini makin terkagum kagum melihat kemampuan anak berusia lima tahun itu.
Saat sedang asik menemani Rey, tiba tiba ada orang yang mengetuk pintu. Rini pun segera bangun dari duduk nya ,dia pun dengan hati hati membuka pintu untuk tamu nya tersebut.
Dan saat pintu terbuka, nampaklah Bu Yeni bersama suami nya pak Hadi .Rini pun sangat senang saat mengetahui siapa yang datang, dia segera mempersilahkan mereka untuk masuk.
"Silahkan masuk Pak, Bu .Duduk lah dulu, saya tinggal ke dalam untuk memanggil Bang Adi ."seru Rini
Pak Hadi dan Bu Yeni pun segera duduk, sesuai dengan apa yang di instruksi kan oleh Rini.
Sedangkan Rini segera berjalan ke ruang keluarga, dia pun langsung memberi tahukan jika tamu nya adalah Bu Yeni dan suami nya pak Hadi.
Adi sangat senang mendengar nya, dia pun dengan cepat menggendong Rey dan menghampiri Bu Yeni dan pak Hadi. Sedangkan Rini langsung ke dapur untuk membuat kan teh hangat, tak lupa dia pun menyiap kan beberapa kue untuk di suguh kan.
Saat melihat Bu Yeni dan pak Hadi,Adi langsung mencium tangan ke duan nya. Begitu pun dengan Rey, dia mengikuti apa yang Ayah nya lakukan.
"Adi, anak kecil ini siapa? "seru Bu Yeni sambil mengelus puncak kepala Rey
"lni Rey Bu, anak angkat aku dan Rini."seru Adi
Bu Yeni terlihat kaget mendengar ucapan Adi"Loh,kalian kan pengantin baru. Kalian bisa membuat bayi tanpa harus mengangkat anak, apa kalian sama seperti ibu? "tanya Bu Yeni sambil menyipit kan mata nya
Adi pun dengan cepat menyangkal nya"lnsya Allah saya dan Rini sehat Bu, kami menemukan Rey saat kami di Bogor."seru Adi
"Maksud nya gimana?"seru Bu Yeni
Akhirnya Adi pun menjelaskan duduk perkara nya, dari bagaiman dia bisa bertemu dengan Rey sampai dia mau mengadopsi Rey.
Bu Yeni dan pak Hadi pun hanya manggut manggut tanda mengerti,mereka tahu jika Adi adalah orang yang penyayang sudah pasti dia tidak tega saat melihat anak kecil terluka seperti Rey.
Saat mereka asik membicarakan Rey ,Rini nampak datang membawa nampan berisi teh hangat dan biskuit.
__ADS_1
Rini langsung menyimpan nya di atas meja, dia pun segera mempersilahkan pak Hadi dan Bu Yeni untuk menikmati nya.
Bu Heni dan pak Hadi pun langsung menyes*p teh hangat buatan Rini, mereka juga menikmati beberapa biskuit yang di sediakan Rini.
Adi, Rini..Maksud bapak dan ibu datang kemari karna kami ingin pamit, besok kan akan pulang ke Bandung."seru Pak Hadi
"Apa bapak dan ibu yakin akan memberikan toko kue itu pada Adi dan Rini? "seru Adi
"Tentu saja kami yakin, kenapa harus tak yakin? "seru Bu Neni
"Tapi kami merasa ini sangat berlebihan, kan km merasa tidak pantas untuk mendapat kan semua ini."seru Adi
"Anggap lah ini rezeki dari Allah yang di kirimkan melalui kami, jadi jangan menolak. Perbanyak lah bersyukur, dan jangan lupa sering sering lah bersedekah."seru Bu Yeni
"Pasti Bu, kami akan bekerja dengan sangat baik dan akan sering beramal jika ada rezeki lebih."seru Adi
"Ya, ibu percaya sama kamu. lbu juga sudah bilang sama anak anak yang ada di toko, kalau toko kue nya sudah ganti kepemilikan. "seru Bu Yeni
"Apa mereka tidak apa apa? "seru Adi
"Bu,, Terimakasih atas kebaikan ibu selama ini. lbu sudah sangat baik pada ku, ibu selalu mengajarkan resep andalan kue ibu."seru Adi sambil memeluk Bu Yeni
"Sudah sudah, kenapa kamu jadi melankolis begini.Besok pagi habis subuh ibu berangkat, jadi lah suami yang baik. "seru Bu Yeni
"lnsya Allah Bu, sekali lagi terimakasih. "seru Adi
Saat mereka sedang asik ngobrol, ada tukang ice cream lewat depan rumah Adi. Rey pun meminta Rini untuk membelikan nya,karna dia begitu mengingin kan nya.
"Bunda,Rey mau Ice cream. Apa Rey boleh membeli nya? "seru Rey
"Tentu saja boleh, ayo ikut Bunda keluar."seru Rini sambil tersenyum manis pada Rey
Rini pun melihat ke arah Pak Hadi dan Bu Yeni"Maaf pak, Bu saya tinggal dulu."seru Rini
Bu Yeni pun menganggukan kepala nya tanda mengiyakan, Setelah kepergian Rini dan Rey mereka pun langsung meneruskan obrolan mereka kembali.
__ADS_1
Setelah asik berbincang Bu Heni pun akhirnya langsung menyampaikan niat nya, dia sudah tidak bisa berlama lama lagi di sana. Karna mereka harus segera bebenah, masih ada beberapa hal yang harus mereka rapih kan.
Bu Heni mengambil kunci dari tas nya"lni kunci toko kue nya Di, mulai besok tanggung jawab kamu semakin besar."seru Bu Yeni mengingat kan
Adi pun dengan perlahan mengambil kunci yang di berikan Bu Yeni,tangan nya seakan bergetar. Begitu banyak kebaikan yang dia dapat akhir akhir ini, dari mulai istri yang baik hingga rezeki yang melimpah.
"lya Bu, Adi akan berusaha sebaik baik nya.Semoga toko kue nya bisa makin berkembang di tangan Adi, dan semoga ibu dan bapak di sana bisa hidup dengan bahagia."seru Adi
"Ya sudah, kalau begitu kami pamit dulu."seru Bu Yeni
"lya bu ,pak mari saya antar ke depan."seru Adi
Setelah sampai di depan Bu Yeni dan pak Hadi bertemu dengan Rini dan Rey, mereka pun sekalian berpamitan ke pada Rini dan Rey.
Setelah kepergian Bu Yeni dan pak Hadi, mereka langsung masuk ke rumah. Mereka sungguh merasa beruntung, di saat batu memulai hidup baru mereka di berikan rezeky berupa materi dan anak.
Dua hal yang begitu membuat mereka sangat bahagia,dan mulai sekarang seperti nya Adi harus sering beribadah dan banyak bersyukur karna Allah begitu menyayangi nya.
"De, Abang mau shalat Dhuha dulu. Abang mau mengucap kan banyak terimakasih sama Allah, kamu di sini aja jagain Rey."seru Adi
"Siap Bang, Ade pasti jagain Rey."seru Rini
Adi mengecup kening istri nya dengan lembut, setelah nya dia segera berlalu ke kamar nya. Dia ingin melakukan shalat sunah dulu sebagai bentuk rasa syukur nya.
-
-
-
Terimakasih sudah mampir..
Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik ,saran dan jangan lupa tekan 💓untuk memfavoritkan..
TBC
__ADS_1