
Satu minggu sudah Ranti di rawat di rumah sakit, tidak ada tanda tanda jika dia akan sadar. Padahal Dokter sudah mengatakan jika keadaan Ranti sudah membaik, tapi entah kenapa dia tak kunjung sadarkan diri.
Sedangkan Pak Dani keadaan nya sudah mulai membaik dan sudah di perboleh kan pulang, dengan catatan dua hari lagi harus kembali lagi untuk check up.
Pak Dani pun setuju, yang penting untuk nya dia bisa pulang karna sudah tak betah berada di rumah sakit. tak ada yang memberitahukan alasan kenapa Ranti bisa di rawat di rumah sakit pada pak Dani,mereka merahasiakan alasan nya.
Mereka takut terjadi apa apa padanya, karna Dokter bilang kedaan jantung pak Dani tidak sedang baik baik saja.
Adi sudah melaporkan kejadian ini, pada polisi. Tapi polisi belum bisa melakukan tindakan karna hanya Ranti korban sekaligus saksi satu satu nya.
Adi juga sudah melaporkan tentang hilang nya Rey, tapi dia seolah di telan bumi. Polisi sudah mencari nya, tapi belum juga mendapat kan kabar.
Kini Adi dan Rini seolah larut dalam kesedihan, setiap hari mereka selalu bergantian untuk menjaga Ranti. Jika siang Rini yang akan menjaga nya, jika malam Adi lah yang selalu setia menjaga putri cantik nya.
"Bangun sayang, jangan bobo terus. Bunda kangen sama Ranti, Bunda pengen denger cerita Ranti."ucap Rini sambil menggenggam erat tangan Ranti
Sesekali Rini tampak mengusap air mata nya, dia merasa kekuatan nya hilang saat melihat keadaan putri nya yang begitu menyedihkan.
Dokter menyarankan kan untuk tetap mengajak gadis kecil itu untuk berkomunikasi, agar bisa merangsang otak nya.
"Sayang, apa kamu tahu? Kakak kamu Rey hilang, dan sampai saat ini belum di temukan. Kamu ngga khawatir sama kakak kesayangan kamu? "ucap Rini
Tiba tiba Rini melihat dahi Ranti mulai berkerut, ada air mata yang mengalir dari sudut mata nya. Rini yang melihat akan hal itu sangat senang, karna akhirnya dia bisa merespon ucapan Rini.
Rini pun dengan cepat menekan tombol darurat, tak lama Dokter dan tiga orang suster langsung masuk ke ruangan Ranti.
Rini pun menjelaskan apa yang sudah dia lihat tadi, dokter pun berkata jika itu adalah perkembangan yang sangat bagus.
"Jadi apa yang harus saya lakukan sekarang?"tanya Rini
__ADS_1
"Terus lah ajak dia berkomunikasi, itu adalah hal yang bagus. Kalau menurut medis anak ibu harus nya sudah sadar, karna kondisi tubuh nya sudah sangat baik .Seperti nya dia mengalami tekanan batin Bu, jiwa nya tergoncang akan apa yang dia alami."Jelas Dokter
Rini pun nampak murung mendengar penjelasan Dokter ,setelah proses pemeriksaan selsai Dokter pun berpamitan .
Rini kembali duduk dan mengusap usap rambut Ranti, dia pun mulai bercerita kembali. Dengan mata sembab, karna tak henti nya setiap hari dia menangis.
"Kamu rindu ya De sama Kak Rey? Ibu juga rindu, kamu tahu tidak kalau kakak kamu sudah satu minggu ngga tau pergi kemana? Padahal Bunda sama Ayah sudah mencari nya kemana mana, tapi tak kunjung ketemu. "cerita Rini
Rini menghela nafas berat, entah kenapa dia jadi teringat akan Rey yang tak kunjung di temukan. Padahal dia masih anak remaja, apa mungkin Rey sudah di temukan oleh orang tua nya?
Kalau iya, kenapa dia tak menemui nya?Apa kah dia tak rindu dengan Ayah bunda nya? kenapa? Kenapa? Kenapa? Dan banyak lagi kata 'kenapa' yang muncul di benak Rini.
Rini pun kembali mengusap lembut pipi Ranti"Sayang,do'akan kak Rey ya biar cepat di temukan. "ucap Rini
Setelah Rini berkata seperti itu, Ranti langsung kejang kejang. Rini pun sangat kaget dan langsung menekan kembali tombol darurat, suster dan Dokter kembali datang untuk memeriksa keadaan Ranti.
Kali ini Rini di suruh menunggu nya di luar, Rini sangat gelisah menunggu kabar dari dokter. Dia terus saja berdo'a dalam hati agar Allah memberikan yang terbaik untuk putri nya, sungguh dia tidak sanggup jika terjadi apa apa pada putri nya itu.
Hampir satu jam Rini dan Adi menunggu Dokter memeriksa keadaan Ranti, setelah lebih dari satu jam Dokter pun membuka pintu kamar inap Ranti.
Dengan cepat Adi dan Rini pun menghampiri Dokter tersebut "Bagaimana keadaan putri kami Dok? "tanya Adi
"Putri anda sudah siuman , tapi seperti nya dia mengalami trauma. Seperti nya kejadian yang dia alami membuat jiwa nya sangat tergoncang, saya melihat kekecewaan yang mendalam dari putri anda."jelas Dokter
"Terus kami harus bagaiman sekarang? "tanya Rini
"Ajak bicara hal yang menyenangkan, ajak dia ke tempat yang menyenangkan kan. Jangan mengungkit masalah yang kemarin dulu, kalau perlu anda bisa membawa nya ke psikiater."seru Dokter
"Baik dok, apa saya sudah boleh menemui anak saya?"Tanya Adi
__ADS_1
"Salahkan.."seru Dokter
Adi dan Rini pun langsung masuk, nampak Ranti sedang duduk sambil bersandar. Tatapan mata nya terlihat kosong, dia nampak begitu tertekan.Rini langsung duduk di samping Ranti dan memeluk nya dengan erat.
Ranti nampak diam tanpa merespon, tatapan nya tetap sama nampak kosong dan hampa.Adi dan Rini langsung menangis melihat keadaan anak nya, sungguh dia berjanji jika bertemu dengan orang yang meleceh kan putri nya dia akan membalas kan perbuatan nya.
"Sayang, apa kamu mau makan? "tanya Adi
Ranti hanya menggeleng kan kepalanya, Rini merasa tak tahan melihat putri nya. Rini langsung memeluk Adi dan menumpahkan kan kesedihan nya, dia menangis di pelukan Adi.
Setelah Rini terlihat lebih tenang, Adi langsung menghampiri Ranti. Dia duduk di samping Ranti, Adi mengelus rambut Ranti dengan penuh sayang.
"Sayang nya Ayah, Apa kamu ngga kangen sama Ayah mu yang tampan ini? "tanya Adi
Ranti menatap Adi sekilas, lalu dia membuang pandangan nya. Adi langsung memeluk putrinya dengan erat, rasa nya ini adalah hal yang paling menyakitkan buat nya.
"Ranti anak kuat, anak yang cerdas dan selalu ceria.Ranti harus sembuh, Ranti ngga boleh lemah seperti ini. Ada Bunda sama Ayah yang selalu sayang sama Ranti, ada Oma, Opa dan Juga Kakak Rey yang sayang sama Ranti."ucap Adi
Saat mendengar nama Rey di sebut, tubuh Ranti langsung bergetar. Ranti nampak mendorong Adi, Ranti langsung memeluk lutut nya dan menenggelamkan kan kepalanya di sana.
Adi dan Rini nampak kebingungan, Rini pun berusaha memeluk Ranti dan terus berusaha untuk menenangkan nya. Rini terus saja mengusap usap punggung Ranti dengan lembut, sedang kan adi langsung berlari ke luar ruangan.
-
-
-
Terimakasih karena sudah mampir..
__ADS_1
Jangan lupa like dan tekan 💓untuk memfavoritkan..
TBC