
Satu bulan telah berlalu, Ana sudah selsai dengan kuliah nya. Bahkan Ana sudah mengirim kan surat lamaran kerja nya, Ana juga sudah memutus kan akan tinggal di salah satu kamar kostan milik Herdiyan jika dia benar benar di terima di perusahaan besar itu.
Rini dan Adi hanya bisa pasrah dengan apa yang di putus kan oleh anak nya itu, walaupun dia merasa takut jika Ana harus berjauhan dengan mereka. Tapi mereka akan berusaha percaya pada anak Nya, Ana pasti bisa menjaga diri dengan baik.
Semoga saja trauma masa lalu nya bisa cepat sembuh jika dia sering berbaur dengan banyak orang ,dan semoga saja Herdiyan bisa membantu mereka untuk menjaga Ana dari banyak nya lelaki hidung belang di sana. .
Seminggu setelah memasukan lamaran kerja ke PT. Xavier grup ,Ana mendapat kan telpon jika dia sudah bisa bekerja esok hari.
Ana di terima sebagai resepsionis di perusahaan Xavier, Ana sangat senang saat mendengar kabar baik tersebut.Bahkan Ana beberapa kali meloncat kegirangan, hati nya benar benar sangat senang.
Ana yang tadi nya sedang asik dengan laptop nya pun, langsung memesan taxi online untuk pergi ke toko kue milik Ayah dan Bunda nya.
Sesampai nya di depan toko kue, Ana langsung masuk dengan tergesa gesa. "Ayah,, Bunda,,, "Panggil Ana saat melihat Ke dua orang tua nya sedang asik menata kue di dalam cake showcase
Adi dan Rini pun langsung menatap Ana dengan heran, karna Ana tak biasa nya datang ke toko kue. Biasa nya Ana hanya diam saja di rumah, terkadang dia hanya asik memandangi hamparan Bunga di kebun Bunga milik Herdiyan.
"Ada apa sayang? Kenapa kamu berteriak seperti itu?"Tanya Rini seraya mengajak anak nya untuk duduk di salah satu kursi pengunjung
"Aku di terima di perusahaan Xavier Bun, aku juga tadi sudah nelpon Daddy Iyan. Katanya kalau Ayah dan Bunda sudah mengizinkan, Daddy Iyan akan menjemput Ana nanti sore."Jelas Ana
"Kamu kerja di bagian mana? "Tanya Adi yang ikut bergabung di antara kedua wanita kesayangan nya
"Aku di terima sebagai resepsionis Yah,, "Jawab Ana cepat
Adi dan Rini pun langsung berpikir, jika Ana bekerja sebagai resepsionis itu akan aman. Karna dia berada di bagian depan perusahaan , dan pastinya begitu banyak orang yang lalu lalang di sana.
"Seperti nya anak Ayah sama Bunda sudah besar ya,asal kamu senang dan bisa menjaga diri dengan baik Ayah setuju saja. Mungkin ini adalah saat nya untuk kamu mengenal dunia luar, jangan pernah gugup dan takut dalam menghadapi setiap orang yang kamu temui."Seru Adi panjang lebar
"Pasti Yah, aku akan berusaha menjaga diri ku dengan baik. Aku juga akan berusaha melawan trauma ku, aku yakin aku bisa sembuh yah.."Jawab Ana yakin
__ADS_1
Ana memandang Rini karna belum mendapatkan persetujuan dari nya,"Bun,, "Panggil Ana
Rini menghela nafas nya dengan berat, "Iya sayang, jika kamu senang Bunda pun ikut senang. Raih lah cita cita mu, Bunda akan selalu mendukung kamu. "Ucap Rini seraya mengelus lembut punggung Ana
"Terimakasih Bunda, Ayah. Ana sangat senang mendengar nya, Ana akan buktikan sama kalian kalau Ana bisa sembuh, Ana juga bisa sukses."Sahut Ana seraya memeluk kedua orang tua nya
Sebenarnya Adi dan Rini sangat khawatir untuk melepas putri nya, apa lagi jika mengingat masa kelam nya. Bahkan Rini masih sering melihat anaknya terlihat ketakutan jika bertemu dengan para pria.
"Sayang, Ayah dan Bunda yang akan secara langsung mengantarkan kamu ke kota. Kamu ngga perlu ngerepotin Daddy kamu, kan masih ada Ayah."Ucap Adi
"Baiklah, aku akan bilang sama Daddy kalau dia cukup menunggu kita di sana saja.Ayah sama Bunda memang the best, Ana sayang kalian. "Ucap Ana
"Kamu ngga pamit sama Oma kamu? "Tanya Rini
"Memang nya Oma dimana? Dari tadi aku sama sekali tidak melihat nya,, "Tanya Ana
"Oma sibuk buat kue di dapur, samperin gih.."Titah Adi pada putri nya
Ana pun berjalan dengan pelan lalu dia memeluk Bu Leli dari belakang, Bu Leli hampir saja menjatuhkan adonan kue karna saking kaget nya, tapi Ana dengan cepat meraih tangan Bu Leli.
"Ana, kamu mengagetkan kan Oma !!"Kesal Bu Leli
"Maaf Oma, aku tidak sengaja."Ucap Ana
"Kamu tumbenan datang kemari, ada apa? "Tanya Bu Leli
"Oma, Ana mau pamit. Besok Ana sudah mulai kerja, nanti sore Ana akan berangkat ke kota.Oma restuin Ana ya,, Ana janji Ana akan baik baik saja."Janji Ana
"Apa kamu yakin dengan keputusan mu? "Tanya Bu Leli khawatir
__ADS_1
"Yakin Oma,, "Jawab Ana mantap
"Kalau kamu yakin, Oma tidak bisa menahan mu.Pergilah,gapai lah cita cita mu." Bu Leli memberi restu
"Terimakasih Oma.. "Ucap Ana tulus
Ana pun seharian ini membantu Adi dalam melayani pembeli, dia menggunakan hari ini untuk berlama lama dengan keluarga nya. Karna mungkin, esok atau lusa dia tidak akan memiliki banyak waktu lagi dengan keluarga nya.
Saat sore tiba, mereka langsung pulang ke rumah nya. Ana pun langsung membenahi pakaian nya, karna cuma itu yang perlu dia siap kan.
Herdiyan sudah menyiap kan semua nya untuk Ana, bagi nya Ana sudah seperti anak kandung nya. Herdiyan sangat senang karna mulai saat ini dia akan mempunyai teman ngobrol, setiap hari nya dia tidak akan merasa kesepian lagi.
Setelah semua pakaian nya siap, Ana pun segera mandi untuk membersihkan tubuh nya. Rasanya dia sudah sangat lelah dengan kegiatan nya hari ini, Ana baru tahu ternyata toko kue yang orang tua nya kelola sangat ramai yang mengunjungi.
Selsai mandi Ana langsung bergabung dengan ke dua orang tua nya di ruang makan, Ana harus segra makan. Karna setelah nya, dia harus segera berangkat ke kota.
Selsai makan Ana pun langsung naik mobil yang sudah di siap kan oleh Adi, Dengan berat Hati Adi dan Ana mengantar kan Ana menuju kediaman Herdiyan.
Setelah satu jam perjalanan ,mereka pun sampai di depan toko bunga milik Herdiyan. Herdiyan nampak senang saat melihat mobil Adi berhenti di depan toko Bunga milik nya, Herdiyan pun langsung menyambut kedatangan Adi, Rini dan Ana.
Herdiyan segera mengajak mereka masuk ke dalam rumah nya, Herdiyan ternyata sudah menyiap kan berbagai macam camilan dan juga minuman hangat untuk mereka.
-
-
-
Terimakasih karena sudah mampir..
__ADS_1
Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik, saran, kritik dan juga tekan 💓Untuk memfavoritkan..
TBC