Trauma Masa Lalu

Trauma Masa Lalu
Hampir Saja


__ADS_3

POV Author


Pagi ini Ana terlihat sangat senang, Adi dan Rini pun sampai bertanya tanya dalam hati. Tapi Mereka berusaha untuk tidak menyinggung kesenangan putri mereka, takut nya Ana akan murung kembali.


Andai saja mereka tahu jika Ana sangat senang karna sudah bertemu dengan Rey, pasti mereka akan sangat marah.


Setelah sarapan bersama, Adi dan Rini pun langsung berangkat. Ana pun seperti biasa nya, mengantarkan kepergian kedua orang tua nya sampai gerbang.


Mobil Adi pun perlahan menjauh, saat Ana hendak masuk ke dalam rumah mobil Herdiyan lewat di depan Ana. Ana pun tersenyum senang, dia langsung mengunci gerbang dan berlari ke arah kebun bunga milik Herdiyan.


Saat tiba ,Ana melihat Herdiyan yang sedang mengobrol dengan para karyawan nya.


"Dad,, "sapa Ana


Herdiyan pun tersenyum dan langsung merentangkan ke dua tangan nya, "Sini peluk.."Ucap nya


Ana pun langsung menghambur ke pelukan Daddy nya,"Makasih ya Dad untuk yang kemarin."Ucap Ana tulus


"Sama sama sayang, Daddy tahu bagaimana rasa nya berjauhan dari orang yang kita sayang. Rasa nya sangat menyesatkan dada, benarkan? "Tanya Herdiyan


"Daddy benar,, rasa nya aku langsung bisa bernapas dengan lega setelah bertemu dengan nya."Ucap Ana


"Daddy punya kejutan untuk kamu, kamu pasti akan senang.."Ucap Herdiyan


"Kejutan apa? "Tanya Ana


"Masuk lah ke ruangan Daddy.."Ucap Herdiyan


"Ada apa di sana? "Tanya Ana lagi


"Sudah sana masuk, nanti Daddy ngga jadi ngasih kejutan nya."Ucap Herdiyan


"Ok Dad, aku masuk. "Ucap Ana


Ana pun segera berlari dan masuk ke dalam ruangan peribadi milik Herdiyan, saat sudah berada di dalam, Ana merasa sangat kaget karna ternyata di sana sudah Ada Aditya yang sedang duduk di sofa sambil menunggu kedatangan nya.


"Kak Rey... "Panggil Ana


Aditya pun langsung bangun dan menghampiri Ana,"Kangen.. "Ucap nya seraya menarik Ana ke dalam pelukan nya


"Kakak kok bisa ada di sini? "Tanya Ana


"Aku ikut Om Herdiyan tadi, abisan kangen banget aku tuh sama kamu. Untung di bolehin, kalau ngga pasti aku sudah merana seharian."Ucap Aditya


"Kakak lebay.. "Ucap Ana

__ADS_1


"Biarin lebay, yang penting bisa ketemu sama kamu."Ucap Aditya


Aditya melepaskan pelukan nya, dia pun menuntun Ana untuk duduk di sofa."Duduk di sini sayang.."Ucap Aditya seraya menepuk paha nya


"Ngga mau, Ana duduk di sini saja."Ucap Ana


Aditya terus saja merengek agar Ana bisa duduk di pangkuan nya, tapi Ana keukeuh pada pendirian nya. Akhirnya Aditya pun menyerah, dia pun memilih merebahkan kepala nya di paha Ana.


Wajah Aditya pun menghadap perut Ana, dia memeluk pinggang Ana dengan erat. Wajah nya dia tenggelamkan di perut datar milik Ana, sebenar nya Ana merasa sangat risih dengan kelakuan Aditya.


Tapi itu lebih baik pikir nya, dari pada harus duduk di pangkuan Aditya. Takut nya nanti ada cacing Amazon yang sudah siap memangsa , bahaya bukan?


"Kak, jangan kaya gini. Aku nya ngga betah.."Protes Ana


"Tapi aku suka,, Aku mau nya kaya gini, aku mau puas puasin peluk kamu."ucap Aditya


"Ya sudah terserah kakak saja,,,"pasrah Ana


Aditya pun tersenyum, "Dari pada ngambek, mending kamu elusin kepala aku."Ucap Aditya, dia pun menarik tangan Ana ke kepala Aditya.


Mau tak mau Ana pun mengelus lembut rambut tanpa pomed itu, Aditya pun tampak begitu menikmati nya. Aditya pun memejamkan matanya, dia ingin menikmati setiap sentuhan yang Ana berikan.


Sambil mengelus kepala Aditya, Ana memperhatikan wajah Aditya. Nampak lebih segar dan bulu bulu di wajah nya sudah tidak ada, rambut nya pun kini terlihat lebih pendek dan rapih.


Penampilan Aditya pun seperti anak seumuran dengan nya, Aditya memakai kaos oblong putih di balut jaket kulit warna biru, sedangkan bawahan nya menggunakan celana Jeans warna hitam.


"Sayang,, kamu ngga kemana mana kan? "Tanya Aditya


"Aku cuma jadi pawang sekarang.."Canda nya


Aditya mengerutkan dahi nya, "Pawang apa? "Tanya nya


"Pawang pria tampan yang ngga mau jauh jauh dari aku.."Jawab Ana asal


Adi pun tersenyum, dia segera bangun dan melingkarkan tangan nya di leher Ana."Kamu ngeledekin aku ya? "Tanya Aditya


"Apaan sih Kak? "Tanya Ana, dia pun melepaskan tangan Aditya dari leher nya.


Aditya pun terkekeh, "Kangeeen,, "Ucap Aditya


Ana hanya mencebikan bibir nya, "Kakak belum mulai kerja? "Tanya Ana


"Besok sayang, hari ini aku mau nyari amunisi dulu biar besok kuat kerja nya."Jawab Aditya


"Amunisi apa? "Tanya Ana polos

__ADS_1


Aditya pun langsung mencium bibir Ana dengan mesra, Ana yang awal nya kaget pun malah ikut terhanyut dalam permainan nya Aditya.


Saat sedang asik berciuman, samar samar di luar terdengar suara Herdiyan dan Rini yang sedang mengobrol. Ana dan Aditya pun langsung melepas kan pagutan nya, napas mereka masih tersenggal, mereka pun memilih duduk dan mendengar kan apa yang mereka bicarakan.


"Mas, Ana mana? "Tanya Rini


Ana dan Aditya yang mendengar Rini menanyakan Ana pun langsung kaget, Ana segera mencari tempat persembunyian untuk Aditya.


"Ana sedang mengambil kan barang milik ku di ruangan ku,memang nya ada apa? "Tanya Herdiyan setenang mungkin


"Ponsel ku ketinggalan mas, pas mau masuk gerbang nya di kunci. Aku mau minta kunci nya sama Ana, aku boleh kan nyusulin Ana ke dalam? "Ucap Rini


"Kamu di sini saja, biar aku yang ambil kan."Ucap Herdiyan


"Ya sudah mas, aku tunggu di depan ya.. "Ucap Rini tanpa curiga


Herdiyan pun menganggukan kepala nya tanda setuju, Herdiyan pun dengan cepat masuk ke dalam ruangan nya. Disana nampak Ana sedang kebingungan, Herdiyan pun langsung menghampiri nya.


"Buruan keluar, Bunda kamu minta kunci rumah.Oiya ,Aditya nya mana? "Tanya Herdiyan


"Di belakan sofa Dad, aku kira bunda tadi mau masuk jadi aku suruh ngumpet. "Jawab Ana


Herdiyan pun menggeleng kan kepala nya,"Adit, sudah kamu sini duduk di sofa. "Panggil Herdiyan, mata nya beralih pada Ana. "Kamu segera keluar, nanti Bunda kamu marah."Ucap Herdiyan


Ana pun hampir melangkah kan kaki nya, tapi Aditya sudah terlebih dahulu memanggil nya.


"Tunggu dulu sayang,,"Ucap Aditya


"Ada apa Kak? "Tanya Ana


Aditya pun menghampiri Ana dan mencium kening nya dengan lembut, "Nanti aku akan usahakan untuk ke sini lagi,tapi sekarang aku harus pulang dulu."Ucap Aditya


"Iya Kak, aku ngerti .Sekarang aku keluar dulu, takut nya Bunda keburu kasini."Cicit Ana seraya berlari ke luar


Aditya dan Herdiyan pun hanya menggeleng kan kepalanya, Herdiyan pun menepuk pundak Aditya. Dia paham bagaimana perasaan kedua insan muda itu, dia sangat ingin membantu, tapi tetap saja dia tak bisa membantu kalau untuk merayu Rini agar memberikan mereka restu.


"Sabar.. "Hanya kata itulah yang bisa Herdiyan ucap kan


-


-


-


Terimakasih karena sudah hadir..

__ADS_1


Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik, saran dan juga tekan 💓untuk memfavoritkan..


TBC


__ADS_2