
Kini Aditya sedang tergolak tak sadarkan diri, di sekujur tubuh nya penuh luka lebam. Darah segar mengalir dari kepala nya, sedangkan darah yang keluar dari hidung dan bibir nya sudah nampak mengering.
Rini senantiasa memeluk Aditya, dia merasa iba dengan keadaan nya. Walaupun perbuatan sangat fatal, tapi Rini merasa jika suami nya tak perlu sampai memukul Aditya dengan membabi buta.
Sedangkan Ana kini nampak syok, dia tetap saja berdiri mematung di pojok kostan milik nya. Dia tidak menyangka, jika lelaki yang sudah tiga bulan ini dekat dengan nya adalah lelaki yang pernah mengambil paksa kesucian nya.
Pantas saja selama bersama nya, Aditya seolah tahu apa yang di sukai Ana? Apa yang tak di sukai Ana?Dan pantas saja pria itu selalu saja bertanya tentang pria di masa lalu nya, dan sorot mata nya seolah selalu bicara jika dia sangat menyesal dan ingin memperbaiki semua nya.
Lalu bagaimana dengan Adi?
Adi nampak belum puas menghajar Aditya, rasa nya kalau di Indonesia tak ada hukum dan tentu nya tak dosa ,Adi sudah membunuh Aditya sejak tadi.
Adi masih berdiri dengan tatapan marah nya, tangan nya masih mengepal menahan amarah .Napas nya masih terengah engah akibat luapan emosi nya, dan penampilan nya pun nampak acak acakan.
"Yah, Tolongin Rey. Kita bawa dia ke rumah sakit, Bunda takut Rey kenapa kenapa.."Pinta Rini dengan air mata yang sudah berlinang
"Jangan pernah membela anak itu Rini!! Aku tidak suka jika dalam keadaan seperti ini kamu masih saja merasa kasihan pada nya, Apa kamu tidak ingat jika dia lah yang sudah menghancurkan putri kita??!!"Teriak Adi
DEG
Jantung Rini seakan mau copot, selama menikah dengan Adi, Rini sama sekali tak pernah di bentak bahkan di teriaki nama nya sendiri.
Tubuh Rini pun langsung gemeteran ,dia tidak menyangka jika Adi akan membentak nya seperti itu."Bunda mohon Yah, bawa dia ke rumah sakit.Setelah itu kita pulang, Ana juga harus pulang. Tidak ada lagi kata kerja."Ucap Rini
Ana pun kini menoleh ke arah Rini, pertengkaran antara Ayah dan Bunda nya seakan menarik kembali jiwa nya pada dunia nyata.
"Bun, Ana harus gimana? "Tanya Ana
"Kamu harus pulang dan tak boleh kerja lagi di sini."Ucap nya, Rini pun menoleh ke arah Adi."Tapi Bunda mohon Yah, bawa Rey ke rumah sakit."Ucap Rini
Tanpa banyak bicara Adi langsung memapah tubuh besar Rey sambil menahan amarah nya, dia membawa Rey masuk ke dalam mobil nya dan menidurkan nya di kursi penumpang.
__ADS_1
Rini pun tersenyum,"Ayo bawa barang yang perlu,kita akan langsung pulang setelah membawa nya ke rumah sakit."Ucap Rini
Ana pun hanya mengambil tas selempang berisi dompet dan ponsel yang biasa dia bawa, biarlah nanti urusan Bunda nya dan Daddy Herdiyan pikir nya untuk barang yang lain nya.
Adi sudah duduk di balik kemudi, Rini pun langsung masuk dan duduk di samping nya. Sedangkan Ana masuk dan duduk di samping Aditya, sepanjang perjalanan Ana terus saja memperhatikan wajah Aditya.
Wajah nya yang tampan kini telah berganti dengan luka lebam yang memenuhi wajah nya, saat ini Ana merasa jadi orang yang paling bodoh. Seharus nya dia sudah paham saat melihat tatapan Aditya yang begitu dalam pada nya, seharus nya dia bisa mengenali Aditya dari mata nya.
Sesampai nya di rumah sakit, Adi pun langsung meminta bantuan suster. Tak butuh waktu lama beberapa suster pun datang dengan membawa brankar, mereka pun langsung memindahkan tubuh besar Aditya ke brankar dan mendorong nya samapi ke ruang IGD.
Sampai di depan IGD dokter pun meminta mereka untuk menunggu, dua puluh menit menunggu. Nampak lah dokter keluar dari ruang IGD, dia pun menanyakan siapa yang akan bertanggung jawab atas pasien yang sedang dia tangani.
Ana pun dengan cepat teringat akan tuan Alexander Wilther, pasti dia adalah orang yang berpengaruh besar di dalam hidup Aditya.
Ana pun meminta tolong pada dokter untuk mengambil ponsel yang ada di saku celana Aditya, dengan senang hati dokter pun mengambil kan nya.
Tanpa membuang waktu, Ana langsung mencari no ponsel tuan Alexander Wilther. Setelah dapat, dia pun langsung menelpon nya.
Tak butuh waktu lama, tuan Alexander pun datang dengan beberpa ajudan di belakang nya.
"Maaf tuan, kami sudah menemukan pak Adit dalam keadaan terluka. Mohon bapak segera mengurus pak Aditya dulu, karna saya dan keluarga tak punya banyak waktu. "Jawab Ana berdusta
Tuan Alexander pun langsung masuk ke ruang IGD, dia pun segera melihat keadaan Aditya.Keluar dari ruang IGD, muka nya nampak murung.
"Bagaiman dengan keadaan pak Aditya pak?"Tanya Ana
"Dia belum sadarkan diri , seperti nya dia mendapatkan banyak pukulan dan tentu nya benturan di kepala nya juga sangat keras. Dia juga mengalami gegar otak ringan, semoga saja tidak los memory ."Jawab tuan Alexander
"Semoga beliau cepat sembuh ya pak, kami permisi dulu. "Pamit Ana
Tuan Alexander pun hanya mengangguk, Najma dan ke dua orang tua nya pun langsung pergi. Adi langsung melajukan mobil nya menuju kediaman nya, rasa nya kemarahan Adi belum juga surut.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan tak ada yang memulai pembicaraan, semua nya kini terdiam dengan segala lamunan nya.
Sampai di rumah Adi langsung masuk ke dalam kamar nya tanpa menunggu Rini dan Ana, nampak nya dia masih marah dengan Rini yang sudah membela anak yang bagi nya membawa petaka itu.
"Sayang, masuklah ke kamar dan mandi. Kamu sangat berantakan, nanti kalau sudah selsai segeralah makan."Titah Rini
"Baik Bunda.."Jawab Ana
Ana pun segera masuk ke dalam kamar nya, begitu juga dengan Rini yang masuk kedalam kamar nya untuk menyusul Adi.
Sampai di dalam kamar, Rini melihat Adi yang sedang duduk di bibir kasur sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.
Rini pun segera menghampiri Adi dan memeluk tubuh Adi dengan erat,"Sayang,, jangan cemberut terus. Segeralah mandi, habis itu kita makan bersama."Ucap Rini
Adi pun menatap Istri nya,"Maaf karna tadi aku sudah membentak kamu. Aku terlalu emosi, kamu tahu? Rasa sayang ku pada anak sialan itu terlalu besar, maka nya aku tidak bisa menahan emosi ku saat ingat akan kesalahan nya."Jawab Adi
"Ya sayang,, Bunda sangat paham.Sekarang kita harus bersikap lebih tenang Yah,kasihan Ana."Seru Rini
"Bunda benar, ayo kita mandi bersama.. Sudah sangat lama kita tak melakukan nya.."Ajak Adi
Rini pun tersenyum, akhirnya dia pun menuruti keinginan suami nya. Untuk nya yang terpenting saat ini adalah jangan sampai emosi suami nya naik kembali, dia harus bisa menjinakkan macan yang sedang lapar dan siap menerkam mangsa nya kapan saja.
-
-
-
Terimakasih karena sudah mampir..
Jangan lupa tinggal kan jejak, like, koment, vote, kopi sama kembang nya juga di tunggu..
__ADS_1
💓💓💓💓💓
TBC