
POV Aditya
Hari ini aku bangun dengan wajah ceria ku, aku merasa sangat bahagia karna kemarin bisa menghabiskan waktu ku bersama Ana.
Tapi aku juga merasa sedih saat aku bertanya tentang masa lalu nya, aku jadi takut jika Ana tahu bahwa aku lah Rey. Aku lah yang sudah merenggut kesucian nya, bahkan di usia nya masih sembilan tahun saat itu.
Aku melihat kekecewaan yang sangat dalam di mata nya, aku melihat perubahan pada raut wajah nya. Apakah dia masih mau dekat dengan ku jika tahu siapa aku?
Sebenarnya aku sangat bingung, karna dari kecil aku sudah mencintai adik angkat ku sendiri. Aku tidak pernah memandang Ranti kecil sebagai adik ku, yang aku tahu, Ranti Adalah perempuan tercantik yang pernah aku temui dan tentu saja jika sudah besar aku ingin sekali memperistri Ranti.
Itu lah pikiran ku saat itu, yang ada di isi kepala ku hanya ingin menjadikan nya milik ku. Hanya ingin menjadikan nya wanita ku, bukan menjadi adik manis yang harus memanggil ku kakak.
"Ana,, maaf kan aku.. Karna aku kamu harus menderita, karna aku kamu jadi punya trauma selama bertahun tahun.Sungguh aku sangat menyesal Ana, andai saja aku tidak menonton film laknat itu.."Sesal ku
Aku berjanji Ana, aku akan mempertanggung jawabkan semua perbuatan ku. Aku akan menjadikan mu sebagai istri ku, karna aku lah yang telah merenggut paksa kesucian mu. Apa pun risiko nya nanti, pasti akan aku hadapi.
Aku segera merapikan penampilan ku dan ku tatap bayangan wajah ku di cermin ,aku merasa jika aku sudah terlihat sangat tampan dan mempesona.
Aku pun segera meminta supir ku untuk mengantarkan aku ke kantor, sampai di kantor aku langsung masuk dan yang pertama ingin ku lihat adalah wajah cantik Ana.
Tapi aku merasa kesal saat sudah sampai di dekat meja resepsionis, aku melihat Herry si anak divisi keuangan terlihat sedang merayu Ana dengan rayuan garing nya dan tentu nya dengan setangkai bunga mawar yang selalu dia berikan pada Ana setiap hari nya.
Aku bahkan bisa melihat Ana yang tertawa lepas saat Herry berhasil menggoda Ana, hati ku rasa nya sangat panas dan dada ku rasa nya terasa sesak.
Rasa nya aku ingin memecat Herry dari perusahaan ku, tapi aku tidak boleh terbawa emosi. Aku pun berusaha mengontrol emosi ku, dan berjalan mendekati Ana.
Herry langsung terdiam saat aku berdiri tepat di samping nya, begitu pun dengan Ana. Senyum nya tiba tiba menghilang dan terlihat gugup, ke tiga teman Ana pun aku lihat tak kalah kaget saat melihat ku.
"Kenapa kalian langsung diam,, Apa aku mengganggu?"Tanya ku pada mereka
"Tidak pak, bapak tidak mengganggu sama sekali. Saya pamit pak, saya naik duluan."Seru Herry, lalu dia melihat Ana."Aku kerja dulu ya,, nyari duit buat tambahan mas kawin."Ucap Herry
Ana pun tersenyum lalu mengangguk, aku sungguh kesal di buat nya. Rasa nya aku ingin menjahit mulut Herry, agar dia tak merayu lagi 'wanita' ku.
__ADS_1
"An,, "Panggil ku
"Iya pak,, "Jawab Ana cepat
"Aku tunggu kopi nya, jangan lama."Ucap ku
Ana pun langsung mengangguk dan melangkah kan kaki nya menuju pantry, aku pun segera bergegas meninggalkan ke tiga teman Ana yang terlihat masih dengan raut bingung.
Sampai di ruangan ku, aku melihat Rio langsung mengikuti langkah ku. Tak lama setelah aku duduk, Rio pun membacakan jadwal ku hari ini.
Ternyata jadwal ku hari ini sangat padat, memeriksa beberapa berkas penting. Dan ada dua kali meeting, beruntung di lakukan nya masih di dalam gedung perusahaan dan tak perlu sampai keluar.
Setelah kepergian Rio, kini berganti Ana yang masuk ke ruangan ku. Aku pun tersenyum senang ,karna akhir nya bisa berduaan dengan nya.Aku melihat Ana langsung berjongkok seperti biasa, dia pun meletakan kopi pesanan ku.
"Di minum pak kopi nya,, "Ucap Nya
"Terimakasih An, nanti kopi nya aku minum. Sekarang kamu duduk dulu di sini, aku mau ngomong. "Ucap ku seraya menepuk sofa di sampingku
"Apa kamu berpacaran dengan Herry?"Tanya ku
Ana pun terkekeh, "Kami berteman pak, memang nya kenapa? "Tanya Ana
Aku pun bernapas lega, "Seperti nya Herry sangat menyukai mu, dan kamu juga seperti nya sangat suka jika di goda oleh nya."Ucap ku
"Apa sih pak? Tingkah bapak itu sudah kaya pacar yang posesif sama saya,ngga baik itu.."Ucap nya
"Tapi aku beneran suka sama kamu Ana, aku ingin kamu jadi istri aku "Ucap ku
"Pak, Ana sudah bilang berkali kali kalau Ana belum siap. Ana masih belum bisa lupain akan hal itu, Ana masih takut."Jelas Ana
Aku pun membuang nafas kasar, "Jika aku adalah orang yang mengambil kesucian kamu, dan aku berniat untuk bertanggung jawab atas perbuatan ku ,apa kah kamu mau menikah dengan ku? "Tanya ku dengan wajah serius
Ana terlihat diam mematung, dia seolah bingung untuk berkata kata. "An,,, "panggil ku
__ADS_1
"Bapak ngomong nya udah mulai ngaco, bapak mulai aneh.Kenapa bapak bicara seperti itu? "Tanya nya pada ku
"Aku --- "
"Sudah lah pak, untuk saat ini aku masih ingin sendiri."Jawab nya seraya bangkit dan berjalan
Aku pun segera bangun dan memeluk nya dari belakang,"Aku mencintai mu Ana, sangat sangat mencintai kamu.Aku ingin selalu dekat dengan kamu, aku ingin kita terikat dalam sebuah pernikahan."Ucap ku meyakin kan
Ana tak menjawab ucapan ku, dia hanya menangis.Dan aku pun merasa tak tega, aku membelikan tubuh nya dan memeluk nya dengan sayang.
"Percaya pada ku An, aku ingin membuat kamu bahagia. Aku janji akan memberikan kamu waktu untuk berpikir, dan aku akan selalu menunggu mu sampai kamu siap."Ucap ku meyakinkan
Ana masih diam, aku melihat Ana mangangkat tangan nya dan membalas pelukan ku. Dia semakin menyusupkan wajah nya ke dadaku, aku merasa sangat senang akan hal itu.
Saat sedang asik berduaan, tiba tiba Rio masuk ke dalam ruangan ku. Ana pun langsung melepaskan pelukan nya, dia langsung menghapus air mata nya.
"Maaf pak kalau aya mengganggu, saya cuma mau mengingatkan jika meeting akan di mulai lima belas menit lagi."Ucap Rio
Aku pun mengangguk dan menyuruh nya untuk keluar dan terlebih dahulu pergi ke ruang meeting, selepas kepergian Rio ,aku mencium kening Ana.
Ana terlihat kaget dan kesal, dia pun langsung memukul dada ku. aku hanya tersenyum melihat wajah kesal Ana,sedangkan Ana langsung pergi begitu saja dari ruangan ku dengan wajah kesal nya.
-
-
-
Terimakasih karena sudah mampir..
Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik, saran dan juga tekan 💓untuk memfavoritkan..
TBC
__ADS_1