Trauma Masa Lalu

Trauma Masa Lalu
Siapa??


__ADS_3

Setelah pertemuan Aditya dengan Ana pada hari itu, mereka pun lebih sering berkomunikasi. Tentu nya dengan cara yang berbeda, tiap Herdiyan datang Ana selalu tersenyum bahagia.


Karna Aditya selalu menitipkan surat cinta untuk Ana pada Herdiyan, surat cinta yang selalu Aditya selipkan pada sekotak coklat atau sekaleng permen warna warni kesukaan Ana.


Saat turun dari kamar nya, Ana melihat Bu Leli yang sedang duduk di ruang keluarga. Ana mengernyit heran, padahal Oma nya bilang akan tinggal lama di jakarta.


Ana pun menghampiri Bu Leli dan langsung memeluk nya, tak lupa Ana pun menghujani wajah Bu Leli dengan ciuman.


"Oma sudah pulang? "Tanya Ana


"Sudah sayang, Oma sebenar nya masih rindu dengan suasana rumah. Tapi Bunda kamu malah nyuruh Oma buat cepat pulang, kata nya ada yang penting hari ini."Jelas Bu Leli


"Memang nya ada apa Oma ,aku kok ngga tahu?"Tanya Ana


"Kamu lihat saja nanti, kamu juga pasti akan tahu."Jawab Bu Leli


"Oma Ngga asik.."Kesal Ana seraya duduk di samping Oma nya


Bu Leli pun tersenyum, dia langsung memeluk cucu nya dan mengelus lembut puncak kepala nya. Dia sebenar nya ingin mengatakan nya pada Ana, tapi pikir nya biar Rini yang memberitahukan nya.


"Eh,, ini Oma sama cucu nya malah asik berpelukan kaya teletubies.. Ayo sarapan dulu, semua nya sudah siap."Ucap Rini yang baru saja datang dari dapur


Ana pun melepas kan pelukan nya, dia beralih menatap Bunda nya yang berada di belakang nya."Bunda kok terlihat sangat cantik hari ini? Memang bya ada acara apa? "Tanya Ana


"Kamu juga tumben banget pake dress begitu, kaya yang tahu banget kalau hari ini ada orang yang spesial yang akan datang ,ya Bu .."Ucap Rini


"Apa sih Bunda ku ini? Memang nya hari ini akan ada tamu spesial ya? "Tanya Ana


"Iya, hari ini akan ada tamu. Mereka akan datang sebentar lagi, sekarang kita sarapan dulu."Ucap Rini ,Rini pun berjalan menuju ruang makan.


Ana dan Bu Leli pun langsung mengekori Rini menuju ruang makan , di sana sudah ada Adi yang menunggu, mereka pun langsung duduk dan menikmati sarapan pagi mereka.


Selama sarapan, Ana merasa sangat penasaran. Dia pun bertanya tanya dalam hati, sebenarnya siapa tamu istimewa yang di maksud oleh Bunda nya.


Sebenarnya siapa sih yang mau datang? Kenapa Bunda sama Ayah terlihat sangat senang? Kenapa perasaan aku jadi ngga enak gini ya?. Batin Ana


"Sarapan nya di habiskan sayang, jangan melamun terus."Ucap Adi


"Iya Yah,, ini Ana makan.."Ucap Ana, Ana pun langsung segera menyuap kan makanan nya.


Adi pun tersenyum saat melihat putri nya yang terlihat berpakaian lebih feminim,tidak biasa nya pikir nya Ana berpakaian seperti itu. Karna Ana memang selalu berpenampilan casual, bahkan baju baju feminim yang Adi belikan tak pernah ia pakai.

__ADS_1


Setelah selsai sarapan, Rini nampak sibuk memotong kue dan menyimpan nya di atas piring sedangkan Bu Leli nampak sibuk merapikan bekas sarapan mereka. Ana yang melihat kesibukan Bunda nya pun menghampiri Rini, dia bermaksud untuk membantu Bunda nya.


"Ada yang bisa di bantu ngga Bun? "Tanya Ana


"Ngga usah sayang, kamu duduk manis saja ya.."Ucap Rini


"Kalau ngga boleh bantu, aku pergi ke kebun Bunga Daddy saja ya.."Pinta Ana


"Pergilah sayang, tapi jika nanti tamu nya dateng kamu harus cepat pulang. "Seru Rini


"Siap Bunda ku yang cantik.."Seru Ana riang,Rini hanya menggeleng kan kepalanya.


Ana pun segera berjalan keluar rumah nya, dengan sedikit berlari Ana pergi ke kebun bunga milik Herdiyan. Sampai di sana, Ana pun langsung membantu para pekerja merapikan bunga ke dalam keranjang.


Ana belum ada sepuluh menit di sana, tapi mobil Herdiyan sudah nampak memasuki daerah perkebunan.


Ana pun tersenyum senang, dia langsung berjalan untuk menghampiri Herdiyan .Saat sudah dekat dengan mobil Herdiyan, nampaklah dua orang pria yang dia sayang turun dari mobil tersebut.


"Assalamualaikum sayang nya Daddy,,"Sapa Herdiyan


"Waalaikum salam Dad,, "Jawab Ana seraya memeluk Herdiyan


"Ehm,, Aku ngga di peluk nih ceritanya.."Ucap Aditya


"Terimakasih Dad,, "Ucap Ana


"Sama sama sayang, kalian masuk sana. Nanti Bunda kamu keburu datang lagi.."Ucap Herdiyan


Ana pun tanpa sadar langsung menarik tangan Aditya untuk mengikuti langkah nya, sampai di depan ruang pribadi milik Herdiyan, Ana langsung membuka pintu dengan kunci yang di berikan Herdiyan.


Mereka berdua pun langsung masuk, saat Ana akan duduk di sofa Aditya malah menarik Ana ke dalam pelukan nya. Ana pun tersenyum dan langsung membalas pelukan Aditya, walau bagaimana pun dia tetap lah manusia biasa yang juga bisa merasakan rindu.


"Kangen,, "Ucap Aditya seraya menggoyang kan badan nya


"Kakak kaya anak kecil ih,, duduk dulu, aku pengen puas puasin lihat wajah kakak."Ucap Ana


Aditya pun melepas kan pelukan nya, dia pun menurut untuk duduk berdua bersama Ana. Kini mereka pun tengah duduk berdua, Aditya pun memandang Ana dengan tatapan penuh rindu.


"Kakak jangan liatin aku kayak gitu.."Protes Ana


"Abisan aku nya kangen, tadi bukan nya kamu yang bilang pengen lihat wajah aku..Nih,, "Ucap Aditya seraya mendekat kan wajah nya ke wajah Ana.

__ADS_1


Ana pun mendorong pelan wajah Aditya,"Ngga lucu ih.."Ucap Ana


"Trus aku nya harus gimana? "Tanya Aditya


"Ya sudah peluk aja aku nya.."Pinta Ana


Aditya pun langsung memeluk Ana dengan erat, rasa nya dia sangat bahagia bisa memeluk wanita yang sangat ia cintai. Tak lupa Aditya pun meninggal kan sebuah kecupan hangat di kening Ana, Ana pun memejamkan matanya sambil menikmati kecupan dari Aditya.


Saat sedang asik melepas rindu, tanpa mengetuk pintu Herdiyan langsung masuk ke dalam. Ana dan Aditya pun langsung kaget, mereka pun langsung melepaskan pelukan nya.


"Ada apa Dad? "Tanya Ana


"Di depan rumah kamu ada dua mobil yang datang.."Jelas Herdiyan


Dahi Ana pun berkerut, "Siapa Dad? "Tanya Ana


"Seperti nya teman teman kerja kamu, kamu temuin dulu gih. Takut nya nanti Bunda kamu kasini, Daddy takut kamu ketahuan sama Bunda."Ucap Herdiyan


"Ya sudah Dad, aku pulang dulu.."Ucap Ana


"Om,, "Ucap Aditya, Herdiyan yang mengerti pun langsung meninggal kan mereka berdua.


"Kenapa "Tanya Ana


Tanpa menjawab pertanyaan Ana, Aditya langsung mencium bibir Ana. Ana yang kaget pun langsung mendorong dada Aditya,dan Aditya pun hanya bisa pasrah.


"Aku pulang dulu, nanti aku kasini lagi, ok?! "Ucap Ana


"Hem,, "Jawab Aditya lesu


Ana pun segera melangkah kan kaki nya, dia tak mau jika nanti Ayah dan Bunda nya sampai mengetahui keberadaan Aditya di sana.


-


-


-


Terimakasih sudah mampir dan membaca karya penulis yang masih amatiran seperti saya,,


Terimakasih juga buat semua dukungan dari kalian, apa lagi yang sudah mau memberikan like, Vote, hadiah, koment dan kritik yang membangun untuk saya..

__ADS_1


💓💓💓💓💓💓💓💓


TBC


__ADS_2