
Kini Rini sudah sampai di depan rumah orang tua nya, setelah memarkirkan mobil nya dia langsung masuk ke rumah ibu nya .Sebenar nya dia bisa saja menginap di rumah nya, tapi semenjak kejadian yang menimpa Ranti, dia jadi takut tidur sendiri.
Dia pun memutuskan untuk menginap di rumah ibu nya, saat masuk Bu Leli sudah menunggu nya di ruang tamu.
"Bagaimana dengan keadaan cucu ibu sayang? "tanya Bu Leli
''Bu, ada yang mau aku sampaikan. Tapi ibu janji ya,jangan bilang apa apa sama bapak. Aku takut terjadi apa apa sama bapak, ibu tahu kan sekarang kondisi bapak kurang baik."pinta Rini
"Katakan nak, jangan bikin ibu penasaran."ucap Bu Leli
Rini duduk di samping Bu Leli, dia pun menangis sambil memeluk ibu nya. Dia ingin menumpahkan kan sejenak rasa sedih nya, rasa nya dia sungguh tak percaya jika anak yang sudah dia adopsi menjadi penyebab kehancuran anak perempuan cantik nya.
Ibu Leli mengelus lembut punggung Rini, dia tahu jika saat ini perasaan nya tengah hancur. Tapi apalah daya, dia pun tidak bisa berbuat apa apa saat ini.
"Ada apa sayang? Cerita sama ibu.."pinta Bu Leli
"Bu,, Rey Bu.."Ucap Rini terbata
"Ada apa dengan dia? Apa yang terjadi pada nya?"tanya Bu Leli penasaran
"Bu, Rey yang sudah __ "Rini rasa nya sudah tak kuasa untuk mengucap kan apa pun tentang Rey
"Maksud kamu, Rey yang melakukan nya pada Ranti?!"teriak Bu Leli dengan mata menyalang
PRANG..
Terdengar bunyi gelas yang pecah, Rini dan Bu Leli pun segera menoleh ke arah suara. Ternyata tak jauh dari mereka pak Dani sudah berdiri sambil memegang dada nya yang terasa sesak, Bu Leli dan Rini pun langsung menghampiri pak Dani.
Rini langsung mengambilkan air putih dan memberikan nya pada pak Dani."Minum dulu pak.."Seru Rini
Pak Dani menepis gelas yang Rini berikan, gelas itu pun pecah karna keras nya tepian tangan pak Dani. Mata pak Dani memerah, terlihat kilauan amarah di sana.
"Dari dulu sudah ku bilang, jangan membawa anak yang tidak jelas asal usul nya. Tapi kenapa kalian tak mendengar kan ucapan ku, kini lihat sekarang cucu ku hancur karna nya!! "seru pak Dani dengan berapi api
__ADS_1
Setelah itu pak Dani terlihat semakin sesak, dia mencengkram dada nya lebih kuat. Tak lama dia pun ambruk dan tak sadar kan diri, Rini dan Bu Leli pun langsung berteriak histeris.
Rani segera berlari ke luar rumah, dia meminta bantuan para tetangga untuk membantu mengangkat pak Dani ke mobil.
Para tetangga pun mulai berdatangan, dengan suka rela mereka pun mengangkat tubuh renta pak Dani ke dalam mobil Rini. Mereka menidurkan pak Dani di kursi belakang dengan di temani Bu Leli, sedangkan Rini sudah duduk di depan untuk mengemudikan mobil nya.
Rini mengemudikan mobil nya dengan cepat,sungguh saat ini dia sedang ketakutan. Jika terjadi sesuatu pada bapak nya, dia lah yang paling merasa bersalah dalam hal ini.
Sepanjang jalan Rini terus saja menangis, rasa nya dia begitu kecewa dengan diri nya sendiri. Andai saja dulu dia membiarkan Rey di kantor polisi, mungkin saja kejadian nya tidak akan seperti ini.
Sesampai nya di rumah sakit, Rini langsung berteriak meminta bantuan kepada suster jaga di sana. Mereka pun dengan sigap membantu membawa pak Dani ke ruang UGD,Rini dan Bu Leli hanya bisa pasrah menunggu hasil pemeriksaan Dokter.
Setengah jam menunggu, akhir nya seorang Dokter nampak keluar dari sana. Beliau memberitahukan jika pak Dani akan di pindah kan ke ruangan ICCU, karna pak Dani mengalami gagal jantung.
Rini dan Bu Leli pun hanya bisa menangis menerima kenyataan pahit ini, mereka berdua pun hanya bisa saling memeluk dan saling menguatkan.
Rini dan Bu Leli dengan setia menunggu pak Dani di depan ruang ICCU, Rini benar benar merasa sangat bersalah atas kejadian yang menimpa Bapak nya.
Baru saja lima belas menit pak Dani di pindah kan ke ruang ICCU tapi Dokter sudah keluar dan memberi kabar yang mengejutkan kepada mereka.
"Bagaimana keadaan bapak saya dok? "tanya Rini
"Maaf kan kami Bu, kami sudah berusaha melakukan yang terbaik. Tapi sayang nya jantung pak Dani tidak dapat memompa cukup darah ke paru paru tempat jantung untuk mengambil oksigen,sehingga kami tidak bisa melakukan apa apa lagi."Jelas dokter
"Jadi maksud nya gimana dok? "tanya Bu Leli tak sabar
"Mungkin anda sangat menyayangi suami anda, tapi sayang nya Allah lebih menyayangi nya."jelas Dokter
Rini dan Bu Leli pun langsung menjatuhkan tubuh nya di lantai, mereka seakan tak kuasa mendapatkan berita tentang meninggal nya Pak Dani.
"Saya harap kalian bisa ikhlas dan sabar menerima semua nya, ini sudah kehendak yang maha kuasa,dan untuk jenazah Pak Dani akan kami pindah kan ke kamar jenazah untuk di urus di sana."Jelas Dokter
Rini mulai bangun, dia tidak boleh lemah seperti ini. Dengan sisa tenaga yang ada dia pun berusaha membangun kan Bu Leli, Rini pun menyuruh ibu nya untuk menunggu nya sebentar.
__ADS_1
"Bu, Rini mau nemuin Bang Adi dulu. Nanti Rini kemari lagi, biar ada yang ngurusin jenazah bapak."izin Rini
Bu Leli hanya mengangguk, rasa nya untuk berkata ia saja dia sudah benar benar tak sanggup. Dengan langkah lebar Rini pun berjalan menuju ruangan Ranti,hari yang mulai larut membuat lorong rumah sakit terlihat sepi.
Sampai di depan ruangan Ranti, Rini menghela nafas nya, dengan perlahan dia membuka pintu nya. Nampak lah Adi yang sedang duduk di samping Ranti dan mengelus kepala nya dengan penuh kasih sayang, Rini pun segera menghampiri Adi.
"Bang,, "Panggil Rini pelan
Adi pun menoleh ke arah Rini "Loh, Ade kok balik lagi?"tanya Adi
"Bapak Bang, bapak.."seru Rini dengan suara bergetar
Adi pun langsung bangun dan memeluk Rini"Bapak kenapa? "tanya Adi
"Bapak meninggal Bang.."seru Rini dalam tangis nya
"Inalillahi waina ilaihi rojiun ,kapan sayang? Sekarang bapak nya di mana? "tanya Adi
"Bapak sudah di pindah ke kamar jenazah Bang ,Abang bisa kan bantuin ngurusin jenazah Bapak?"tanya Rini
"Bisa sayang, Abang juga akan minta tolong sama anak anak di toko."kamu jaga Ranti dulu, biar abang yang urus semua nya
Adi melepas kan pelukan nya, "Duduk lah sayang tenang kan diri mu,ambil wudhu dan mengajilah."Ucap Adi
Rini pun menurut, Rini dengan segera masuk ke kamar mandi untuk berwudhu, sedangkan Adi langsung pergi ke kamar jenazah.
-
-
-
Terimakasih sudah mampir..
__ADS_1
Jangan lupa like dan tekan 💓untuk memfavoritkan..
TBC