
POV Herry
Sejak kedatangan Ayah dan Bunda nya Ana ,aku jadi salah tingkah, mereka begitu memperhatikan diri ku. Tatapan mereka seperti sedang menyelidik, dan itu membuat ku sangat gugup.
Mereka berdua pun mengajak ku untuk berbicara di ruang tamu ,aku benar benar sangat deg degan saat ini. Sedangkan yang lain nya kini sedang sibuk di dapur, tentu saja untuk menyiap kan makan siang untuk kami.
"Maaf nak Herry, sebenarnya ada hubungan apa nak Herry dengan Ana? "Tanya Om adi
"Kami hanya berteman Om, aku memang menyukai putri Om. Tapi putri Om bilang kalau dia belum siap untuk menjalani suatu hubungan dengan seorang laki-laki, kata nya masih trauma Om."Jawab ku gugup
"Jadi Ana sudah menceritakan apa yang sudah dia alami di masa kecil nya sama nak Herry? "Tanya tante Rini
"Sudah tan, aku juga sudah bilang jika aku tak keberatan jika dia sudah tak perawan lagi.Bagi ku itu tidak penting, toh keperawanan Ana di renggut secara paksa bukan karna dia nya yang nakal."Jawab ku logis
"Aku menyukai cara pandang mu nak, berjuang lah untuk memenangkan hati putri ku. Aku tahu akan sangat sulit untuk Ana melupakan trauma nya, tapi Om tahu kamu pasti bisa."Ucap Om Adi menyemangati, aku pun langsung senang.
Aku pun langsung tersenyum penuh kemenangan, kini aku sudah mendapat kan lampu hijau dari orang tua Ana."Terimakasih Om, tante."Ucap ku
"Sama sama, sekarang kita makan siang dulu."Ajak tante Rini, aku pun mengangguk.
Saat kami menuju ruang makan ,di sana Ana dan ketiga teman nya sudah berkumpul. Begitu juga dengan Oma nya, tak lama Om Herdiyan pun datang dan ikut bergabung dengan kami.
Akhirnya makan siang kali ini terasa sangat ramai, sesekali aku mencuri pandang.Aku ingin melihat Ana, saat melihat Ana ternyata dia pun sama seperti orang yang sedang mencuri pandang pada ku.
Aku pun tersenyum hangat pada nya, aku harap Ana bisa segera melupakan masa lalu nya. Agar aku bisa masuk ke dalam kehidupan nya, dan menjadikan Ana sebagai masa depan ku.
"Sayang, setelah makan Daddy mau langsung berangkat ke kota."Ucap Om Herdiyan
"Yes Dad, tapi aku boleh kan Dad ngajakin teman teman aku buat main ke kebun Bunga milik Daddy?"Tanya Ana
"Tentu sayang, buatlah tamu kita senang."Ucap Om Herdiyan, Ana pun langsung memeluk Om Herdiyan."Terimakasih Dad.."Ucap Ana tulus
Om Herdiyan pun tersenyum sambil mengelus lembut kepala Ana, "Sudah sudah, sekarang habiskan makanan kalian. Setelah itu Kalian boleh bermain sepuas nya di kebun Bunga milik Om."Ucap Om Herdiyan pada kami, kami pun langsung bersorak.
__ADS_1
Selsai dengan acara makan siang, kami langsung menuju kebun Bunga milik Om Herdiyan. Aku meminta waktu pada ketiga teman Ana agar bisa ngobrol berdua saja dengan Ana, dan ternyata mereka pun mengizinkan.
Aku dan Ana berjalan menyusuri kebun bunga, sedangkan ketiga teman Ana langsung sibuk dengan bidikan camera ponsel mereka. Mereka melakukan berbagai macam gaya, tentu saja hasil nya akan di upload di akun IG mereka.
Melihat Ana yang hanya diam saja, aku pun segera membuka suara."Kamu apa kabar Ana? "Tanya ku
"Aku baik baik saja,, "Jawab Ana
"An, aku rindu sekali sama kamu. Ngga ada kamu, rasa nya aku seperti merasa kesepian di tengah keramaian."Ucap ku, dan Ana pun langsung terkekeh.
"Kamu selalu saja gombal, garing tahu.."Ucap nya
"Aku serius Ana, aku kangen.Maka nya aku bela belain ke sini, aku khawatir karena kamu berhenti kerja nya benar benar mendadak."Ucap ku
Ana pun langsung tersenyum kecut, "Herry, boleh ngga aku nanya sama kamu? "Tanya Ana
Aku pun langsung mengangguk kan kepala ku, "Tante saja boleh, apa yang ingin kamu tanyakan pada ku?"Tanya ku
Aku pun mengernyit kan dahi ku,"Ada hubungan apa kamu sama pak Aditya? "Tanya ku, Ana pun langsung mendongakan kepala nya.
"Aku hanya bertanya saja, soal nya pas aku berhenti kerja pak Aditya kan masuk rumah sakit."Tanya Nya
"Pak Aditya koma selama satu minggu, saat sadar depresi nya langsung kambuh. Sampai sekarang belum bekerja, untuk sementara yang mimpin perusahaan tuan Alexander Wilther."Jawab ku, Ana nampak kaget.
"Sekarang pak Aditya di rawat nya di mana? "Tanya Ana dengan raut khawatir, aku pun jadi merasa tak nyaman.
"Dia di rawat di rumah nya, memang nya kenapa sih?"Tanya ku
"Ngga Herry, aku hanya kasihan saja pada nya."Jawab nya, tapi aku merasa tak percaya.
Mungkin kah Ana ada hati pada atasan ku yang satu itu? Mungkin kah memang mereka ada hubungan? Dan banyak lagi pertanyaan yang berputar putar di dalam benak ku.
"An, aku akan selalu menunggu mu sampai siap."Ucap ku, Ana seperti orang kaget saat mendengar ucapan ku.
__ADS_1
"Menunggu apa? "Tanya Ana gugup
"Aku sangat serius dengan ucapan ku, aku sangat mencintai mu Ana."Ucap ku, ku coba meraih tangan nya dan ku genggam dengan erat."Kita coba mulai dari sekarang, aku janji akan berusaha untuk membahagiakan kamu."Ucap ku tulus
Tapi Ana nampak berpikir, dia seolah tak yakin dengan perasaan nya pada ku. Aku putus kan untuk tidak terlalu memaksa, aku pun melepaskan genggam ku dan mengelus lembut puncak kepala nya.
"Aku akan menunggu kamu siap, tak usah di pikirkan kalau membuat mu tidak nyaman. Aku sadar kalau aku terlalu terburu buru, maaf.."Ucap ku
Ana pun tersenyum, dia mengelus tangan ku,"Maafkan aku Herry ,aku yakin kamu pasti mengerti keadaan ku saat ini. Kalau kita memang di takdirkan untuk berjodoh, pasti kita akan bertemu di pelaminan."Ucap Ana
"Walaupun kita tak berjodoh, kita akan tetap bertemu di pelaminan."Ucap ku, Ana nampak mengerutkan dahi nya."Beda nya, aku tak bersanding dengan mu. Hanya sebagai tamu undangan yang bersiap untuk memberikan selamat, dan tentu nya sudah siap untuk membawa pengantin wanita nya kabur."Canda ku
"Herry,,, itu tidak lucu."Ucap Ana sebal, dia pun nampak mengkrucutkan bibir nya.
"Sudah jangan cemberut seperti itu, mending kita temui mereka."Ucap ku seraya menunjuk ketiga teman Ana yang sedang asik bersua foto
Ana pun menganggukan kepala nya, kini kami pun berjalan berdua menikmati keindahan bunga dan tentu nya aroma Bunga nya begitu menenangkan. Ketiga teman Ana pun langsung melambaikan tangan nya, mereka pun mengajak kami untuk berfoto bersama.
Hari ini kami benar benar menghabiskan waktu bersama samapi malam, pukul sembilan malam kami baru pulang ke kota. Rasa nya aku ingin segera menjadikan Ana milik ku, agar aku tak lagi harus berjauhan dari nya.
-
-
-
Terimakasih karena sudah mampir..
Jangan lupa dukungan nya ya..
💓💓💓💓💓💓💓💓💓
TBC
__ADS_1