Trauma Masa Lalu

Trauma Masa Lalu
Lamaran


__ADS_3

Empat hari kemudian Aditya benar benar datang untuk melamar Ana, Aditya membawa serta tuan Alexander Wilther dan juga teman baik nya Ronald.


Aditya juga membawa banyak hantaran, dan tentu nya semua itu tak lepas dari bantuan tuan Alexander dan Ronald. Herdiyan dan juga bu Leli ikut bergabung di sana awal nya Bu Leli tak setuju. Tapi setelah Rini menjelaskan panjang kali lebar, akhir nya Bu Leli pun menyetujui nya.


Ana pun merasa sangat bahagia, karna kini tidak akan ada lagi yang menghalangi kisah cinta mereka. Ana bahkan sempat tersenyum geli kala ia mengingat judul novel yang belum lama ia baca, "Terpaksa Menikah Dengan Kakak Angkat Ku"


Untung saja Ana tidak merasa terpaksa, yang ada dia merasa sangat senang karna bisa bersama dengan Aditya. Walaupun pada awal nya hubungan mereka memang terasa salah, semua nya memang berawal dari sebuah kesalahan.


Kini semua nya telah berkumpul di ruang tamu, tuan Alexander pun mulai membuka suara sebagai perwakilan dari pihak pria.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.."Ucap tuan Alexander


"Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.."Jawab semua nya


"Pertama tama saya ucap kan terima kasih karena sudah di sambut dengan baik oleh Pak Adi dan keluarga. Kedatangan kami ke sini ingin melamar nak Ana, tuan muda kami Aditya Reymond Xavier ingin menjadikan nak Ana sebagai istri beliau.Apa kah nak Ana mau menerima tuan muda kami? "Terang tuan Alexander


Ana pun menatap tuan Alexander dan Adi secara bergantian, kemudian Adi pun tersenyum."Saya Ayah dari putri saya yang bernama Ana Aulia Hidyat sangat berterimakasih atas niatan baik dari keluarga pria, tapi saya tidak berhak untuk memutuskan. Walau bagaimana pun yang akan berumah tangga nanti nya adalah anak saya, jadi saya serahkan keputusan nya pada anak saya."Ucap Adi seraya memandang Ana secara intens


Tuan Alexander pun ikut memandang Ana yang terlihat sedang gugup, ''Bagaimana nak Ana, apa kah lamaran dari tuan muda kami di terima? Apa kah kak Ana bersedia menerima lamaran dari tuan muda kami?"Tanya tuan Alexander


Ana pun terlihat malu malu, Rini yang berada tepat di samping Ana pun mengelus lembut punggung putri nya, Ana pun langsung tersenyum ke arah Bunda nya.


"Ya,, saya menerima nya."Ucap Ana


"Menerima apa ini? "Goda tuan Alexander


Ana pun langsung tersipu,"Saya menerima lamaran kak Rey untuk menjadikan saya sebagai istri nya."Ucap Ana


Semua yang ada di sana pun langsung tersenyum lega, mereka sangat senang karna Ana bisa dengan pasti mengambil keputusan nya.


Aditya pun langsung bangun dan bersimpuh di hadapan Ana, ''Aku bawakan cincin berlian ini untuk kamu, sebagai tanda pengikat dari hubungan kita."Ucap Aditya seraya menyerahkan kotak kecil berisi sepasang cincin.


Ana pun tersenyum seraya menganggukan kepala nya, Aditya pun langsung memakai kan cincin berlian tersebut di jari manis Ana .Begitu pun dengan Ana ,dia langsung memakai kan cincin di jari manis Aditya.

__ADS_1


Saat Ana sedang memasangkan cincin di jari manis Aditya, terdengar seseorang di depan pintu sedang mengucap kan salam.


"Assalamualaikum.."Ucap nya


"Waalaikum salam,, "Jawab semua yang ada di sana


Karna pintu rumah Adi tak tertutup, orang tersebut pun dapat melihat secara langsung dengan apa yang sedang terjadi. Orang tersebut terlihat limbung saat melihat Ana yang telah selsai memasangkan cincin di jari manis Aditya, Ronald pun segera bangun dan menahan tubuh orang tersebut.


"Herry,, "Panggil Ana


Wajah Herry nampak sedih, mata nya sudah mulai berkaca kaca. Tangan nya memegang erat tangan Ronald yang membantu nya menyeimbangkan badan nya, Ronald pun nampak meringis medapatkan cengkeraman erat dari Herry.


"Ana, kenapa kamu malah menerima pinangan pak Aditya? Bukan kah kita sudah sepakat untuk saling mengenal karakter satu sama lain? Kenapa kamu secepat ini mematah kan hati ku? "Tanya Herry


Ana pun tertunduk lesu,"Maaf Herry, tapi aku mencintai pak Aditya. Aku harap kamu bisa mengerti.."Ucap Ana


"Tentu saja Ana, aku sangat mengerti. Aku hanyalah orang biasa, sedangkan dia adalah bos besar. Sudah pasti kamu akan menerima orang yang lebih kaya dari pada aku."Ucap Herry


"Sudah cukup pak, saya tahu posisi saya. Saya sadar dari awal saya terlalu memaksakan, saya hanya orang miskin yang tak di anggap oleh Ana. Seharus nya saya sadar siapa saingan saya.."Ucap Herry


Ronald menepuk pundak Herry ,dia berusaha menenangkan orang yang sedang patah hati di samping nya.


"Di lihat dari segi harta, sudah pasti saya kalah. Saya tidak menyangka jika kamu gadis yang terlihat sangat polos lebih memilih lelaki yang berharta banyak. Kamu begitu matre Ana, hanya karna aku orang miskin kan, maka nya kamu berpaling kelain hati?! Atau mungkin karna kamu sudah sering tidur dengan lelaki itu?! "Tanya Herry seraya berteriak dan menunjuk nunjuk wajah Aditya..


Aditya yang merasa geram pun langsung maju dan melayangkan pukulan nya tepat di wajah Herry,"Bang,,saad lo!! "Teriak Aditya


Herry pun langsung terhuyung kebelakang, kalau saja tidak ada Ronald yang memegang tangan Herry sudah dapat di pastikan jika Herry akan jatuh tersungkur.


"Jangan pernah menjelekkan Ana !!Jangan pernah lo ngatain yang bukan bukan tentang Ana, karna Ana adalah wanita baik baik!! "Kesal Aditya


Tuan Alexander pun langsung bangun dan berusaha untuk menenangkan tuan muda nya,"Sudah lah tuan, sekarang tuan duduk saja. Biar saya dan Ronald yang menjelaskan semua nya pada Herry,, "Ucap tuan Alexander


Adi pun langsung bangun dan mengajak Aditya untuk duduk kembali, sebenarnya Adi sangat kesal dengan apa yang di ucap kan oleh Herry. Tapi dia berusaha setenang mungkin, agar tak terpancing emosi.

__ADS_1


"Minum dulu Kak,, "Ucap Ana seraya menyodorkan segelas air putih pada aditya


Aditya pun langsung mengambil air tersebut dan meminum nya sampai tandas,"Terimakasi.."Ucap nya


"Sama sama. "Jawab Ana


Agar Aditya lebih tenang, Adi mengajak Aditya ke taman belakang. Dia juga meminta Rini untuk membuatkan mereka teh hangat, Rini pun menurut. Sedangkan Ana kini nampak mengobrol dengan Herdiyan dan Oma nya.


Untung saja keadaan Bu Leli sudah membaik, kalau tidak, entah apa yang akan terjadi pada nya saat mendengar ocehan Herry.


Lalu bagaiman dengan Herry?


Kini Herry sedang di berikan penjelasan oleh tuan Alexander dan juga Ronald, tentang bagaimana Ana lebih memilih Aditya di banding Herry. Bukan masalah harta atau pun tahta, tapi lebih pada rasa tanggung jawab.


Herry pun akhirnya mengerti, dia ingin bertemu dengan Ana untuk meminta maaf. Tapi tua Alexander meminta Herry untuk pulang terlebih dahulu, mungkin bisa lain waktu untuk meminta maaf ke pada Ana.


Herry pun menurut, akhirnya dengan langkah gontai Herry pun kembali ke kota saat itu juga. Kini ruang hati nya di penuhi dengan rasa kecewa, jantung nya terasa terhimpit batu besar.


Apa lagi saat tahu jika Aditya lah yang telah merenggut paksa kesucian Ana saat kecil, rasa nya hati Herry benar benar terasa hancur.


-


-


-


Terimakasih karena sudah mampir..


Jangan lupa like dan juga vote nya yah..


💓💓💓💓💓💓💓


TBC

__ADS_1


__ADS_2