
Selsai membuat kopi, Ana langsung membawa nya ke lantai dua puluh. Ana juga tak lupa membawa piring kecil dan pisau untuk memotong kue nya.
Saat tiba di depan ruangan Aditya, Rio pun mempersilahkan Ana untuk masuk. Ana pun segera mengetuk pintu, setelah mendapatkan sahutan Ana pun segera masuk kedalam.
Saat masuk ke dalam ruangan Aditya, Ana melihat Aditya yang sedang duduk di sofa sambil memangku laptop nya. Ana malah berdiri saja di dekat pintu, dia seperti tersihir untuk terus memandang wajah bos nya.
Padahal selama ini Ana tak pernah berpikir untuk berdekatan dengan seorang pria, apa lagi sampai mengagumi nya.
Aditya terlihat begitu tampan dengan pakaian formal nya, rambut nya yang tak memakai pomed nampak berjatuhan menyentuh dahi nya.
'Tampan' ,Satu kata itu lah yang terlintas di pikiran Ana. Aditya yang melihat Ana hanya berdiri saja merasa sangat heran, dia pun segera memanggil Ana.
"Ana, Kamu kenapa hanya berdiri saja? "Tanya Aditya
Ana pun langsung tersentak, "Maaf pak, ini taro di mana ya pak? "Tanya Ana
Aditya hanya menggeleng kan kepalanya, "Di sini saja, kue nya mau langsung saya cicipi soal nya."Ucap Aditya seraya menunjuk meja nya
"Ah, iya pak. "Jawab Ana
Ana pun segera berjongkok dan menyimpan secangkir kopi di meja, dia juga segera memotong kue nya dan menata nya di atas piring kecil yang sudah dia siap kan.
"Silahkan pak,, "Ucap Ana seraya berdiri dengan nampan yang dia dekap di depan dada nya.
Adit pun tersenyum melihat Brownies yang sudah tersedia di hadapan nya, "Ah,, ini lah kue yang sangat aku rindukan."Ucap Aditya
Dahi Ana mengernyit saat mendengar apa yang di ucap kan Aditya, "Maksud bapak apa? "Tanya Ana
"Lupakan.. "Ucap Aditya seraya memasuki sepotong kue ke dalam mulut nya,"Enak, masih sama seperti dulu."Lirih Aditya hampir tak terdengar
Sebenar nya dia kenapa sih? Kenapa kelakuan nya aneh begitu? Ganteng sih, tapi sayang orang nya aneh dan kadang suka ngomong sendiri. Batin Ana
Saat asik dengan lamunan nya, tiba tiba ada yang mengetuk pintu dari luar. Aditya pun segera bangun dan membuka pintu tersebut, saat pintu terbuka nampak lah Ronald yang tengah berdiri dengan berkas yang di bawa nya.
Ana yang melihat kedatangan Ronald langsung ketakutan, Ana langsung bersembunyi di belakang tubuh Aditya .
__ADS_1
Ronald yang menyadari keberadaan Ana pun langsung angkat bicara, "Ana, aku minta maaf atas kejadian waktu itu. Aku tidak bermaksud kurang ajar pada mu , aku hanya ingin menggoda mu saja."Jelas Ronald
Ana masih saja bersembunyi di balik tubuh Aditya, sedangkan Ronald terlihat meminta bantuan pada teman nya itu.
"Dit ,,Tolongin Gue.."Pinta Ronald
Aditya pun membelikan badan nya, dia mengelus lembut tangan kanan Ana,dia berusaha menenangkan Ana. Ana pun hanya diam saja, entah kenapa tak ada rasa takut terhadap Aditya tapi dia merasa nyaman dengan sentuhan nya.
"Maafin tindakan Ronald yang kemarin ya,, dia memang orang nya sangat jail.Dia kira kamu tidak memiliki trauma, maka nya dia berusaha untuk menggoda mu."Jelas Aditya
"Iya saya Maafin, tapi pak Ronald ngga boleh deket deket saya lagi. Saya masih takut soal nya, wajah pak Ronald nyeremin. "Ucap Ana seraya menunjuk wajah nya Ronald, Aditya tergelak, "Denger tuh, muka Elu nyeremin.Mau ngapain Elu kemari? "Tanya Aditya
"Kaga di ajak duduk nih gue? "Tanya Aditya
"Iya duduk lah,, "Ucap Aditya, Aditya melihat ke arah Ana. "Kamu kembalilah bekerja, dan kamu tenang saja. Saya pastikan kalau Ronald tidak akan berani lagi macam macam sama kamu."Ucap Aditya menenangkan
"Terimakasih pak, saya pamit kalau begitu."Ucap Ana
Selepas kepergian Ana, Ronald pun langsung menyampaikan maksudnya. "Gue kemari mau ngajakin kerja sama ama Elu, rugi dong Gue punya teman kaya tapi ngga di manpaatin."Ucap Ronald
"Ayolah Dit, Elu baca dulu proposal pengajuan kerja sama dari Gue. Elu pahami bener bener, kalau sudah setuju langsung hubungi Gue."Ucap Ronald
"Iya, pulang sana. Entar gue pelajari dulu, kalau udah deal Gue pasti hubungan Elu."Jawab Aditya
"Iya Gue balik, jangan lama lama ya..Elu tahu kan Gue butuh banyak duit buat nyenengin anak bini Gue,,"Ucap Ronald
"Maka nya kecil kecil jangan buntingin anak orang, jadi nya usia baru dua puluh tujuh tahun tapi buntut sudah dua."Ketus Adi
"Sialan !! Makanya kawin biar Elu tahu enak nya main ama cewek itu kaya apa.."Ucap Ronald
Aditya sedikit meringis mendengar ucapan Ronald,"Gue mau nikah aja dulu, baru kawin."Ucap Aditya
"Iya Gue percaya ama Elu, tapi tunggu dulu. Memang nya punya Elu masih bisa berdiri? Setahu Gue, kan Elu ngga pernah melirik perempuan manapun. "Ledek Ronald
"Jangan sembarangan ngomong Lu, yang pasti Gue masih normal. "Ucap Aditya kesal
__ADS_1
"Iya Gue percaya, Gue balik dulu ."Pamit Ronald
"Waalaikum salam.. "Jawab Aditya
"Sorry Gue lupa,, "Ucap Ronald seraya berlalu dari ruangan Aditya
Selepas kepergian Ronald, Aditya kembali menikmati kue nya. Setelah merasa kenyang, Aditya melanjutkan kembali pekerjaan nya.
Sesekali Rio masuk ke ruangan nya untuk meminta tanda tangan nya, Rio juga mengingat kan jika di jam makan siang dia ada meeting dengan perwakilan dari perusahan K.
Di sela kesibukan nya, Aditya juga menyempat kan waktu untuk membaca proposal pengajuan kerja sama dari Ronald.
Aditya pun nampak mengangguk anggukan kepala nya saat membaca proposal dari Ronald, tak lama senyum nya sedikit terukir di bibir tipis nya.
Pukul sebelas siang Aditya sudah keluar dari ruangan nya, dia mengajak Rio untuk segera berangkat ke tempat tujuan.
Tempat nya memang tidak terlalu jauh, tapi jika mengingat bagaimana macet nya lalu lintas Aditya tak mau ambil risiko. Lebih baik dia sampai terlebih dahulu, dari pada telat dan merasa tak enak pada client.
Saat akan keluar kantor, Aditya melihat ke arah Ana sejenak. Wanita itu nampak sibuk menjawab telpon, Aditya pun menyunggingkan senyum nya.
Cantik, kamu sangat cantik dan manis. Aku akan berusaha untuk menaklukkan hati kamu, aku yakin pasti kamu bisa jadi milik aku. Batin Aditya
Aditya pun langsung melangkah kan kaki nya untuk pergi ke tempat tujuan nya, sedangkan Ana kini tengah sibuk dengan aktivitas nya. Bahkan saat Aditya mencuri pandang,Ana tak menyadari nya sama sekali.
-
-
-
Terimakasih karena sudah mampir..
Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik, saran dan juga tekan 💓untuk memfavoritkan..
TBC
__ADS_1