
...Jangan penah mengatakan jika dia adalah orang yang tak pernah ikhlas dalam berbagi, siapa tahu dia memang tak mempunyai apa apa untuk di berikan kepada orang lain....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bel sudah berbunyi, pertanda jika jam pelajaran sudah berakhir. Rini pun sudah menunggu Rey di depan gerbang Sekolah, tak lama Rey pun datang dengan senyuman ceria yang menghiasi wajah nya.
"Bunda,, "teriak Rey yang langsung masuk ke pelukan Rini
"Sayang nya Bunda, bagaimana belajar nya sayang?"seru Rini sambil mengelus puncak kepala Rey
"Seperti biasa nya Bun, sangat menyenangkan."seru Rey dengan riang
"Anak nya bunda memang sangat pandai.."seru Rini sambil mengusap lembut pipi Rey
"Pulang yu Bun, aku sudah sangat haus pengen cepet cepet di bikinin jus buah sama bunda."seru Rey
"Baiklah sayang, kita pulang sekarang."seru Rini sambil menggandeng tangan mungil Rey
Rey dan Rini pun kini langsung berjalan untuk pulang,hal itu lah yang selalu Rini lakukan.Berangkat sekolah mereka akan di antar oleh Adi ,sedangkan pulang sekolah Rini dan Rey akan berjalan kaki.
Karna memang Rini yang ingin melahirkan secara normal, maka nya dia harus rajin berolah raga ringan seperti jalan kaki.
Baru saja setengah perjalanan tiba tiba Rini merasakan kontraksi, Rini mencengkeram kuat tas sekolah milik Rey. Rey begitu cemas saat melihat wajah Bunda nya berubah pias, Rey segera mengambil air putih dari dalam tas nya.
"Minum dulu Bunda, Bunda pasti sangat lelah karna terlalu cape ngurusin Rey."seru Rey merasa bersalah
Saat kontraksi nya sudah mulai tak terasa, Rini pun segera menerima air putih milik Rey.Dia langsung meminum nya sampai tandas, hal itu membuat Rey mengernyit heran.
"Bunda kenapa? Apa perut Bunda terasa sakit?"seru Rey khawatir
"lya sayang, tadi sempat sakit. Tapi sekarang sudah tidak sakit lagi, ayo kita segera pulang."seru Rini
"Iya Bunda.."seru Rey
Sepanjang perjalanan pulang, Rey terus memperhatikan wajah Rini. Rey juga terus saja merangkul tangan Rini, dia sangat menghawatirkan keadaan Bunda nya itu.
Sesampai nya di rumah, Rini langsung masuk ke kamar nya. Rini langsung merebahkan tubuh nya di kasur,dia ingin mengistirahatkan tubuh nya sebentar. Sedangkan Rey, langsung membuat kan teh hangat untuk Bunda nya.
__ADS_1
"Bunda, minum dulu teh hangat nya."seru Rey
Rini berusaha mengangkat tubuh nya yang terasa sangat berat, dia pun segera menyesap teh hangat buatan Rey.
"Terimakasih sayang.."seru Rini sambil meletakan cangkir di atas nakas
"Bunda tunggu sebentar di sini, Rey akan memanggil oma."seru Rey khawatir
"Iya sayang, Bunda tidak akan kemana mana."seru Rini
Rey segera berlari, dia harus cepat menemui oma nya. Dia tak mau berlama lama meninggal kan Bunda nya sendirian, sungguh dia merasa tak tega melihat Rini saat meringis kesakitan.
Sesampai nya di rumah Bu Leli, Rey langsung berteriak. Dia memanggil manggil Bu Leli sangat kencang, membuat Bu Leli kaget di buat nya.
"Assalamualaikum Oma, Oma Tolongin Bunda Oma.Bunda kesakitan Oma, Oma harus segera tolong Bunda. "seru Rey sambil nyelonong masuk ke rumah Bu Leli
"Ada apa sayang?Kamu kenapa teriak teriak begitu?"seru Bu Leli panik
"Bunda sakit perut Oma, Bunda kasian Oma."seru Rey
Bu Leli pun segera berlari ke rumah Rini, untung saja dia mempunyai menantu lima langkah jadi nya tak terlalu lama untuk sampai ke rumah Rini.
"Oma, bunda ada di dalam kamar. Tadi sedang rebahan, katanya biar lebih enakan ."seru Rey
Tanpa berkata apa apa, Bu Leli langsung berlari ke kamar Rini. Tapi Bu Leli dan Rey tak menemukan Rini di dalam kamar, mereka pun langsung panik di buat nya.
"Bunda, Bunda.."seru Rey
"Bunda di kamar mandi sayang, Bunda lagi pipis."seru Rini
Bu Leli pun langsung bernapas lega mendengar ucapan Rini, tak lama Rini pun kembali dengan wajah yang sangat pucat.
Perut Rini sudah nampak lebih turun, membuat Bu Leli ngilu dibuat nya. Bu Leli pun langsung menghampiri Rini, dia ingin memastikan apa kah Rini sudah mau lahiran apa Belum.
"Bagaimana keadaan kamu sayang? Apa sudah sering kontraksi? "seru Bu Leli
"Iya Bu, sudah sering kontraksi. Tapi nanti hilang lagi, ibu tidak usah khawatir. "seru Rini
__ADS_1
"Bagaimana ibu tidak khawatir sayang, ibu juga dulu pernah merasakan hal yang sama seperti kamu."seru Bu Leli
"Jangan khawatir Bu, nanti kalau kontraksi nya sudah sering aku akan meminta Bang Adi buat pulang."seru Rini
"Apa tidak sebaik nya kita ke rumah sakit sekarang?"seru Bu Leli
"Tidak usah Bu, nanti saja kalau sudah sering kontraksi nya."seru Rini
"Kalau begitu kamu jalan jalan saja dulu, ibu temani."seru Bu Leli
Rini pun menganggukan kepala nya, dia pun berjalan jalan di lapangan depan rumah Bu Leli. Terkadang Rini terlihat meringis kesakitan, tapi setelah perut nya di elus dia nampak kembali baik.
Setelah hampir satu jam, Rini makin sering mengalami kontraksi. Bu Leli yang tak tahan melihat kondisi anak nya pun langsung menelpon menantu nya ,dia sungguh tak tega melihat Rini yang sudah sering meringis menahan sakit.
Tak lama Adi pun datang, dia meminjam mobil teman nya. Karna tak mungkin Adi membawa Rini dengan motor nya, karna di sana ada Bu Leli dan juga Rey yang pasti nya ingin ikut bersama mereka.
Setengah jam melakukan perjalanan mereka pun tiba di rumah sakit, Adi langsung menggendong Rini dan membawa nya langsung ke ruang bersalin.
Bu Leli dan Rey menunggu Rini dengan cemas, sedangkan Adi kini ikut masuk menemani Rini.Seorang bidan langsung menghampiri Rini, dia akan memeriksa keadaan Rini.
Setelah selsai memeriksa keadaan Rini, bidan yang bernama Sulis itu pun memberitahukan keadaan Rini.
"Keadaan bu Rini sangat bagus pak, bahkan sekarang sudah masuk pembukaan tujuh.Persiap kan diri anda ya bu, karna sebentar lagi seperti nya babby di dalam kandungan ibu sudah tak sabar ingin keluar."seru bidan Sulis
Adi dan Rini pun menggangguk paham, tak lama Rini pun meringis kesakitan. Adi dengan segera mengelus lembut perut Rini, tak lupa dia pun melapal kan do'a do'a untuk keselamatan nya Rini dan juga untuk keselamatan calon anak nya.
-
-
-
Terimakasih sudah mampir..
Jangan lupa like dan juga koment nya ya, karna itu sangat berharga bagi ku..
Jangan lupa tekan 💓untuk memfavoritkan
__ADS_1
TBC