
Sudah hampir satu jam Aditya duduk di samping Ana, semakin lama Aditya memandang Ana semakin penasaran pula dengan siapa Ana sebenar nya.
Terlintas banyak pertanyaan tentang Ana di benak nya, sebenar nya apa yang terjadi dengan nya? Bagaimana masa kelam yang di lalui nya? Kenapa dia terlihat sangat kacau?
Ana yang tak kunjung sadar membuat Aditya penasaran, tapi saat dia bertanya pada Dokter kata nya tidak apa apa karna itu efek dari obat penenang yang Dokter berikan.
Aditya teringat pada Herdiyan, dengan cepat Aditya keluar dari klinik perusahaan. Dia segera berlari menuju toko bunga di sebrang jalan,sampai di sana dia pun langsung meminta waktu nya pada Herdiyan.
Aditya ingin berbicara empat mata saja dengan nya, dan Herdiyan pun dengan senang hati mengiyakan. Herdiyan pun mengajak Aditya ke ruangan nya, di sana Aditya pun mulai ingin mencari informasi tentang Ana.
"Maaf Om kalau saya ganggu waktu nya Om, saya cuma mau tanya tentang Ana sama Om."Pinta Aditya
Herdiyan mengernyit, "Apa yang ingin kamu tahu?"Tanya Herdiyan
"Sebenar nya Ana kenapa Om? Kenapa dia sangat ketakutan saat berdekatan dengan pria? "Tanya Aditya
Herdiyan menghela nafas berat, baru saja satu hari aktif bekerja tapi orang sudah tahu akan kelemahan Ana.
"Om akan menceritakan nya pada kamu, tapi Om mohon jangan bilang tentang hal ini pada orang lain."Ucap Herdiyan
"Baik Om, saya sanggup."Ucap Aditya
"Sebenar nya Ana adalah anak dari mantan istri Om dengan suami nya, Om juga tidak tahu kejadian persis nya seperti apa. Tapi kata mantan istri Om, Ana pernah mengalami pelecehan seksual oleh anak adopsi mereka sendiri.Padahal mantan istri Om sangat menyayangi anak adopsi itu dengan sepenuh hati, tapi anak itu sudah menghancurkan masa depan anak kandung dari mantan istri Om."Jelas Herdiyan
Wajah Aditya terlihat memucat , Herdiyan yang memperhatikan perubahan raut wajah Aditya pun langsung bertanya.
"Kenapa wajah kamu berubah pias? "Tanya Herdiyan
"Tidak apa apa Om, saya hanya kasihan saja pada Ana. Tapi tadi dia sempat meracau kalau nama nya adalah Ranti, apa Ana pernah berganti nama? "Tanya Aditya
"Ya, dulu nama nya adalah Miranti . Tapi karna nama Miranti adalah pemberian dari anak adopsi nya, dia pun memutuskan kan untuk mengganti nama nya."Jelas Herdiyan
"Begitu ya Om, terimakasih untuk informasi nya. Saya permisi Om,, "Ucap Aditya
__ADS_1
Baru saja Aditya berdiri, tapi Herdiyan sudah menghentikan nya."Tunggu dulu, sekarang bagaimana dengan keadaan Ana? "Tanya Herdiyan
"Dia baik baik saja Om, saya permisi."Bohong Aditya
Aditya pun segera keluar dari Toko Bunga milik Herdiyan, dengan langkah cepat dia pun kembali ke klinik tempat Ana terbaring lemah.
Saat masuk, Ana nampak baru sadar. Dia sedang duduk dan di beri minum oleh Dokter yang tadi menangani nya.
"Apa sudah lebih baik? "Tanya Aditya
Ana yang kaget pun langsung memeluk Dokter yang sedang ada di samping nya, Dokter pun berusaha menenangkan Ana dengan mengelus lembut punggung Ana.
"Maaf, aku tidak bermaksud untuk mengagetkan kan kamu. Aku ini tidak akan melakukan hal jahat pada mu, percayalah.. "Ucap Aditya
Ana pun melepas kan pelukan nya, dia menatap Aditya dengan intens .Tatapan yang kemarin dia lihat begitu menakut kan, kini berubah jadi tatapan teduh. Hal itu membuat Ada merasa nyaman menatap laki laki itu, Aditya pun tersenyum melihat Ana yang sudah lebih tenang.
"Ini sudah mau jam dua siang, kamu lapar? "Tanya Aditya
Ana pun menganggukan kepala nya, rasa nya mulut nya belum sanggup untuk bicara. Adi pun langsung mengambil ponsel dari saku nya, dengan cepat dia pun menghubungi OB agar membawa dua porsi makan siang untuk nya dan juga untuk Ana.
Aditya pun langsung memberikan satu porsi pada Ana dan yang satu nya dia pegang untuk dia makan sendiri, Ana terlihat masih gemetararan saat menerima piring dari Aditya.
Karna takut makanan nya terbuang sia sia, Aditya pun langsung mengambil alih piring dari tangan Ana. Aditya pun mulai mengendokan nasi dan mendekat kan nya ke mulut Ana.
Ana hanya diam saja, karna dia tidak terbiasa mendapatkan perlakuan seperti itu dari seorang pria.
"Aku mohon makan lah, jangan pikirkan tentang siapa yang menyuapi mu. Tapi pikirkan Ayah sama Bunda kamu ,mereka pasti khawatir kalau putri cantik nya tidak mau makan "Ucap Aditya
Perlahan Ana pun membuka mulut nya, suapan demi suapan masuk ke dalam mulut nya. Sambil makan,pandangan Ana tak pernah berpaling dari wajah Aditya. Dia terus saja memandang Aditya, hal itu terkadang membuat Aditya salah tingkah.
Beberapa kali dia menggaruk tengkuk leher nya yang tidak gatal, baru kali ini dia di pandang dengan intens oleh seorang wanita cantik.
Tak terasa satu piring penuh sudah Ana habis kan, Aditya pun tersenyum senang. Aditya mengambil satu gelas air putih dan memberikan nya pada Ana.
__ADS_1
"Sekarang giliran aku yang makan, kamu istirahat saja dulu."Ucap Aditya
Ana pun mengangguk, sedangkan Aditya mulai memakan nasi nya. Ana terus aja memperhatikan wajah Aditya, rasa nya dia pernah melihat tatapan teduh seperti itu, tapi entah dimana.
"Jangan menatap ku seperti itu, nanti kamu bisa jatuh cinta pada ku.. "Ucap Aditya
Ana pun langsung memalingkan wajah nya, rasa nya dia sangat malu karna tertangkap basah sedang memperhatikan lelaki tampan yang berada di hadapan nya.
Setelah menyelsaikan makan nya, Aditya pun langsung menatap Ana."Kamu mau langsung pulang atau kerja lagi? "Tanya Aditya
"Saya kerja lagi aja Pak, lumayan masih dua jam."Ucap Ana
"Apa sudah enakan badan nya? "Tanya Aditya
"Sudah Pak, terimakasih untuk pertolongan nya dan juga terimakasih untuk makanan nya."Ucap Ana tulus
"Sama sama, kalau begitu saya keluar dulu. Masih ada yang harus saya kerjakan soal nya, nanti kalau kamu perlu bantuan bisa hubungi saya."Ucap Aditya sembari memberikan kartu nama nya
"Baik pak, terimakasih.."Ucap Ana
Aditya pun segera keluar dari klinik, dengan cepat dia melangkah kan kaki nya menuju ruangan nya. Begitu pun dengan Ana, dia langsung merapih kan diri nya. Setelah itu dia langsung turun ke lantai dasar untuk melakukan tugas nya kembali.
Walaupun masih lemas, tapi Ana tidak bisa meninggal kan tanggung jawab nya begitu saja, apa lagi Ana baru saja bekerja di sana.
-
-
-
Terimakasih karena sudah mampir..
Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik, saran dan juga jangan lupa tekan 💓untuk memfavoritkan..
__ADS_1
TBC