Trauma Masa Lalu

Trauma Masa Lalu
Kabar Bahagia


__ADS_3

Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik dan saran yang membangun ya gengs..


Dukungan mu adalah semangat bagi ku..


Selamat Membaca ..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Enam bulan sudah usia pernikahan Adi dan Rini, mereka menjalani rumah tangga dengan penuh kebahagiaan.Adi selalu memperlakukan Rini dengan sangat lembut, bahkan Rini tak pernah merasa kurang akan kata perhatian .


Rumah tangga Rini kali ini, benar benar di rasa sangat berbeda dengan yang pertama.Di saat dulu dia sering merasa tidak pernah di anggap sebagai istri, tapi di masa kini dia benar benar selalu di buat melayang oleh Adi.


Toko kue yang kini mereka kelola makin ramai pengunjung, banyak orang yang sekedar nongkrong sambil makan kue di sana. Apa lagi Adi begitu rajin mencoba resep baru, membuat para pengunjung merasa tak bosan.


Di tambah dengan kehadiran nya Rey, membuat toko semakin ramai saja. Bahkan para pengunjung pun merasa sangat senang ,dengan celotehan anak tampan berusia lima tahun itu.


Bahkan kini Adi dan Rini sudah resmi mengadopsi Rey, nama Rey pun sudah masuk dalam daftar kartu keluarga.Nama belakang Adi pun kini di sematkan di dalam nama anak adopsi nya itu, sekarang nama nya pun menjadi Rey Hidayat.


Tadi nya Rini dan Adi mau mendaftar kan Rey sekolah TK,tapi jika di lihat dari kepintaran nya Adi dan Rini memutuskan akan langsung menyekolahkan kan SD saja jika usia nya sudah enam tahun.


Hari ini di toko terlihat sangat ramai pengunjung, mungkin karna satu bulan lagi akan ada nya pergantian tahun.


Bahkan pesanan online pun meningkat tajam, membuat Adi menambah lagi dua orang karyawan. Hal itu membuat Rini terlihat sangat kelelahan,padahal Adi sudah bilang agar Rini tidak usah terlalu banyak membantu.


Tapi Rini selalu ingin dekat dengan suami nya dan ikut membantu nya, hal itu lah yang membuat Adi tak bisa berkutik. Bahkan akhir akhir ini Rini lebih sering bersikap manja pada Adi, terkadang Rini terus saja menempel pada Adi.


"Sayang, istirahat lah dulu.Wajah kamu terlihat sangat lelah.."seru Adi sambil mengelus pipi istri nya


"Bang, Ade mau nya di temenin Abang."seru Rini manja


Adi merasa sangat gemas dengan tingkah istri nya, Adi pun mencubit pipi Rini dengan gemas. Rini hanya mencebikan bibir nya tanda tak suka, Adi malah melebarkan senyum nya saat melihat Rini yang sedang merajuk.


"Kamu itu kenapa sih De, kok akhir akhir ini manja sekali sama Abang?"seru Adi

__ADS_1


Rini tersenyum sambil memeluk tangan Adi"Karna Ade bahagia punya suami perhatian seperti Abang, hal yang dulu ngga pernah Ade dapat dari mas Herdiyan selalu Ade dapat dari Abang. "seru Rini


Adi pun membalas senyuman Rini "Abang sangat senang kalau Ade bahagia berumah tangga dengan Abang,Abang akan terus berusaha untuk membahagiakan Ade. "seru Adi


"Terimakasih Bang, karna kamu selalu berusaha untuk membahagiakan aku. Aku janji, aku akan berusaha untuk menjadi istri yang baik buat kamu."seru Rini


Adi melepaskan pelukan Rini, dia menatap ke arah perut Rini sambil mengelus nya"De,apakah belum ada tanda tanda? "tanya Adi


"Tanda apa Bang? "tanya Rini


"Apakah di sini belum ada buah hati kita? "tanya Adi


"Ngga tahu Bang, selama ini Rini ngga pernah merasakan tanda tanda kehamilan. Tapi jika Abang penasaran,abis shalat dzuhur aku akan periksa ke dokter. "seru Rini


"Apa perlu Abang antar? "seru Adi


"Baiklah, abis shalat dzuhur kita berdua ke rumah sakit bersama. Toko nya kita titip Ibu saja, lagian juga para karyawan pasti bisa handle semua nya."seru Rini


Adi pun mencium lembut bibir Rini, dia seakan lupa jika dia kini sedang berada di dapur. Bahkan di sana ada dua karyawan nya yang sedang membantu membuat kue, mereka pun sampai memalingkan wajah mereka saat sang majikan sedang berciuman.


*


*


Disinilah Adi dan Rini sekarang, di sebuah rumah sakit yang jarak nya tak jauh dari toko kue mereka. Adi dan Rini sedang duduk menunggu nama nya di panggil, bahkan Rini terlihat sangat tegang.


Jika dia mengingat rumah tangga nya dengan Herdiyan, dia takut jika dia tidak akan memiliki anak.Tapi Rini juga bisa sedikit bernafas lega, jika Herdiyan bilang kemandulan nya lah penyebab mereka tidak bisa punya anak.


Tak berapa lama nama Rini pun di panggil ,Rini dan Adi pun segera masuk. Mereka pun langsung duduk setelah dokter mempersilahkan, Rini pun dengan hati hati langsung bertanya kepada dokter yang ada di depan nya tersebut.


"Ada keluhan apa Bu? "seru Dokter dengan Nametage Haira kusuma Dewi


"Begini Bu Dokter, saya ingin berkonsultasi. Saya sudah enam bulan menikah, tapi saya belum merasakan ada nya tanda tanda kehamilan Dok.."seru Rini

__ADS_1


"Apa selama ini menstruasi nya lancar? "seru Dokter


Rini terdiam sesaat mendengar ucapan Dokter, Dokter yang merasa heran pun bertanya kembali."Kenapa Anda seperti sedang bingung? "tanya Dokter Haira


"Bukan bingung Bu Dokter, tapi seperti nya beberapa bulan ini saya tidak datang bulan."seru Rini


Dokter pun tersenyum mendengar ucapan Rini, akhir nya dia pun menyuruh Rini untuk melakukan tes urin. Setelah di beri test pack oleh dokter Haira, Rini pun langsung ke kamar mandi.


Sepuluh menit menunggu Rini pun keluar dari kamar mandi, dia pun memberikan test pack nya kepada Dokter Haira. Dokter Haira pun tersenyum melihat garis yang berada di test pack,sedangkan Rini yang belum tahu hasil nya hanya diam saja.


"Silakan berbaring Bu, kita akan melakukan USG."Seru Dokter Haira


Rini pun langsung merebahkan tubuh nya sesuai instruksi dari Dokter Haira, dengan di bantu asisten nya Dokter Haira pun mulai memberikan gel di perut Rini. Pemeriksaan pun berlanjut, senyum Dokter Haira makin mengembang saat melihat layar di depan nya.


"Selamat ya Bu Anda sedang mengandung. Usia kandungan nya sudah mencapai dua belas minggu,berat bayi anda sudah mencapai 15 gram dan panjang nya sekitar 5 centi meter.Anda bisa melihat sendiri di layar, wajah nya pun sudah mulai terbentuk."seru Dokter Haira menjelaskan


Rini dan Adi saling tatap, mereka merasa sangat bahagia. Adi langsung memeluk Rini dan mengecup kening Rini, Air mata mereka pun mengalir begitu saja.


"Kamu hamil De, Abang senang banget denger nya."seru Adi


Pandangan mata nya langsung tertuju pada perut Rini, Adi mengelus lembut perut Rini. Bahkan tanpa malu dia pun menciumi perut Rini, Dokter Haira hanya tersenyum melihat nya.


-


-


-


Terimakasih sudah mampir..


Jangan lupa like dan tekan 💓untuk memfavoritkan..


TBC

__ADS_1


__ADS_2