
...Lebih baik diam tanpa mengucap kan apa pun, jika dengan berbicara hanya akan menyakiti hati orang lain. ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini di rumah Adi begitu ramai, semua karyawan Adi bukan bekerja di toko kue. Tapi khusus hari ini mereka memasak di rumah Adi, karna nanti sore akan di adakan acara empat bulanan kehamilan Rini.
Adi sangat senang dengan kehamilan istri nya, untuk syukuran empat bulan kehamilan istri nya Adi mengundang anak anak panti asuhan.
Dia ingin berkumpul bersama anak anak panti dan makan bersama,dia juga ingin berbagi rezeky dengan orang yang kurang membutuh kan.
Ada yang bertugas untuk merajang sayuran, ada yang bertugas untuk memasak,ada yang bertugas untuk membuat kue dan masih banyak lagi tugas yang mereka bagi agar pekerjaan cepat selsai.
Sedangkan Adi kini tengah sibuk membeli bunga dan juga beberapa perlengkapan lain nya, dia ingin acara nya terlihat sempurna walaupun dengan tema sesederhana mungkin.
Sesuai dengan keinginan Adi dan Rini, pukul empat sore semua nya sudah berkumpul di lahan kosong di depan rumah bu Leli. Lahan kosong tersebut sudah di rapikan dan di hias dengan apik oleh para karyawan Adi, nampak indah dengan mengusung suasana taman.
Acara pun kini di mulai, pak ustad sudah mulai melafalkan do'a. Begitu banyak orang yang datang, karna bukan hanya anak panti saja yang datang.Tapi para tetangga pun ikut bergabung di sana, mereka juga ingin merasakan kebahagiaan yang Adi dan Rini rasakan.
Setelah serangkaian acara telah selsai di laksanakan, kini tibalah acara siraman empat bulanan Rini. Rini pun di siram dengan air bunga di mulai oleh bu ustadz, di lanjut oleh bu Leli, Adi dan pak Dani.
Semua acara berlangsung dengan sangat khidmat, setelah acara memandikan selsai di lanjut lagi dengan acara saweran.
Saweran yang biasa di lakukan dengan menebar uang koin secara beramai ramai, dan yang pasti nya di ikuti oleh setiap orang yang hadir dalam acara tersebut.
Karna Adi tidak mau ada acara saling dorong dan saling rebut,Akhir nya dia pun memutuskan untuk membagikan uang saweran nya secara rata kepada anak panti.
Semua wajah anak panti terlihat sangat senang, Ada kebahagiaan tersendiri saat Adi melihat hal itu. Setelah selsai, mereka pun langsung melaksanakan acara makan bersama.
Adi sengaja mengusung tema perasmanan , tak ada nasi kotak yang tersedia. Semua orang pun bebas mengendok makanan yang di inginkan sesuai keinginan nya, Adi benar benar ingin berbagi kebahagiaan dengan semua nya.
Semua orang terlihat sangat bahagia, terlebih lagi saat Adi membagikan bingkisan. Adi membagikan bingkisan nya bukan hanya kepada anak panti, tapi kepada semua yang hadir di sana.
__ADS_1
Tanpa terasa, acara pun kini sudah selsai. Semua anak panti sudah pulang, begitu pun dengan para tetangga.Karna semua sudah beres, semua karyawan Adi pun ikut membubarkan diri.
Tak lupa, sebelum mereka pulang Adi memberikan mereka amplop berisi uang. Sebagai bonus karna mereka selalu bekerja dengan rajin, dan sebagai ucapan terimakasih karna mereka sudah membuat acara nya lancar jaya.
Malam pun telah tiba, kini susana di rumah Adi sudah sepi. Hanya ada Adi saja dan Rini, karna memang semua nya sudah selsai.
Bu Leli dan pak Dani pun sudah pulang ke rumah nya yang hanya berjarak beberapa langkah dari rumah Adi, Rey pun ikut serta dengan Bu Leli karna sudah lama tidak menginap di rumah oma nya itu.
Hari ini terasa begitu melelahkan untuk Rini, Rini langsung meluruskan badan nya yang terasa begitu pegal. Padahal kehamilan nya baru berusia empat bulan. Tapi Rini sudah sering merasakan yang nama nya sakit pinggang, tapi Adi selalu sigap mengoleskan minyak hangat dan memijat nya dengan pelan.
Rini merasa sangat bahagia karna Adi begitu sayang dan perhatian pada nya, Adi juga selalu sigap dengan hal apa pun yang menyangkut diri nya.
"Pegel ya De? "seru Adi yang melihat istri nya terbaring sambil meringis
"Iya bang, pinggang nya Pegel banget. "seru Rini
"Abang kan sudah bilang berkali kali, Ade tidak usah terlalu cape. Mulai besok tugas Ade hanya menemani Rey belajar, ngga boleh bantu bikin kue lagi."tegas Adi
"Ade juga harus inget pesen dokter, jangan terlalu cape berdiri. Abang hanya takut akan terjadi hal yang tak di ingin kan pada kalian, jadi Abang mohon menurut lah sama Abang. "seru Adi sambil mengelus elus perut Rini dengan lembut
"Iya bang, Ade paham."seru Rini manja
"Sekarang duduk dulu, biar Abang balurin minyak hangat ."seru Adi
Rini pun langsung bangun dan duduk di samping Adi, Adi pun segera menyibak kaos Rini. Dengan cekatan Adi mengoleskan minyak hangat ke punggung Rini, dia pun memijat nya dengan perlahan.
Rini pun begitu menikmati setiap sentuhan suami nya itu, pinggang nya pun selalu berasa lebih baik jika sudah mendapat sentuhan suami nya.
"Gimana De, apa sudah enakan? "seru Adi
"Sudah bang, sudah terasa lebih baik."seru Rini
__ADS_1
"Baguslah kalau begitu, sekarang tidur lah. Lagi pula ini sudah malam, kamu pasti cape. "seru Adi
"Bang, Rey mana? "seru Rini
"Sama ibu sayang, dia mau bobo sama oma nya kata nya."seru Adi
Rini yang sudah rebahan pun langsung bangun lagi, dia memeluk Adi dengan erat. Tangan nya pun sudah mulai nakal, merambat ke bawah mencari sesuatu untuk dia pegang.
"De,,, "seru Adi
Rini pun tersenyum melihat wajah Adi yang terlihat sedang menahan sesuatu, Adi yang paham atas keinginan istri nya pun langsung menuruti nya.
Memang semenjak hamil Rini lebih sering meminta nya terlebih dahulu, bahkan Adi sempat berkonsultasi ke dokter. Tapi Dokter pun mengatakan jika itu biasa terjadi pada sebagian ibu hamil, tapi Adi harus bermain dengan sangat lembut.
Adi harus mengenyamping kan ego nya yang ingin bermain cepat, bagaimana pun juga dia tak ingin terjadi sesuatu terhadap calon buah hati mereka.
Seperti biasa nya, Rini begitu menikmati setiap sentuhan suami nya. Apa lagi permainan lembut yang selalu dia mainkan, membuat Rini makin melayang di buat nya.
Setelah cape bergelut, Kini Rini pun telah tidur dengan pulas nya. Adi pun tersenyum bangga karna bisa menyenangkan istrinya, baik secara lahir maupun secara batin.
-
-
-
Terimakasih sudah mampir..
Jangan lupa like dan tekan 💓untuk memfavoritkan..
TBC
__ADS_1