Trauma Masa Lalu

Trauma Masa Lalu
Resepsionis Rasa OB


__ADS_3

Waktu sudah menunjuk kan pukul delapan pagi, Ana, Clarisa, Vanya dan juga Alisya sudah bersiap di belakang meja resepsionis.


Tak lama Aditya pun datang bersama dengan sekretaris nya Rio, di belakang nya di susul oleh kedatangan tuan Alexander Wilther.


Semua karyawan pun membungkuk hormat pada pada Aditya, begitu pula dengan Ana. Saat Aditya melintas di hadapan Ana, dia pun menghentikan langkah nya.


"Ana.. "Panggil Aditya


Ana pun mendongak kan kepala nya. "Saya pak.."Jawab Ana seraya menunjuk wajah nya dengan jari telunjuk


"Kamu tolong buatin saya kopi ya, gula nya satu sendok saja. Saya tidak terlalu suka manis soal nya, langsung antar ke ruangan saya ya."Titah nya


"Tapi pak saya -- "


"Saya tidak mau OB yang buat, saya tunggu."Titah nya tanpa bisa di bantah


Semua orang nampak saling pandang, membuat kopi adalah tugas OB pikir mereka. Kenapa harus Ana yang di repot kan? Nama nya juga Bos, bebas..


Ana pun pamit kepada tiga teman nya, dia segera pantry untuk membuat kopi pesanan bos nya. Ana merebus air satu gelas bersama kopi nya, setelah mendidih barulah dia tuangkan ke dalam cangkir kopi.


Setelah nya, barulah dia menuangkan satu sendok teh gula sesuai perintah bos nya. Sebenarnya dia kurang paham kenapa tugas nya beralih jadi pembuat kopi, tapi demi kesejahteraan bersama Ana pun hanya bisa manut.


Selsai dengan kopi nya, Ana langsung naik kelantai dua puluh untuk mengantarkan kopi nya. Sampai depan pintu ruangan nya Aditya, bertepatan dengan keluar nya tuan Alexander.


Ana pun membungkuk hormat pada nya, Ana juga tersenyum ramah saat melihat Rio yang sedang memandang nya.


"Masuk saja Ana, tuan seperti nya sudah menunggu."Titah Rio


Ana pun langsung masuk ke dalam ruangan Aditya, dia nampak sedang duduk di sofa sambil memeriksa berkas yang tadi diserahkan oleh tuan Alexander Wilther.


Ana pun segera menyimpan kopi nya di atas meja,"Silahkan pak kopi nya.. "Ucap Ana


"Terimakasih.. "Ucap Aditya, dia pun langsung mengambil kopi yang sudah di siapkan oleh Ana dan langsung menyesap nya.


Ana pun harap harap cemas, takut nya kopi buatan nya terasa tidak enak, Atau bahkan tidak sesuai dengan selera bos nya itu.


"Kopi nya enak, saya suka. Saya mau mulai besok kamu yang buatin saya kopi, mengerti?! "Ucap Aditya


"Iya pak mengerti, kalau begitu saya pamit ya pak."Ucap Ana


"Ya "Jawab Aditya


Ana pun langsung keluar dari ruangan Aditya, rasa nya dia seperti habis menghadapi ujian skripsi dan rasa nya sangat menengangkan .


Ana kembali ke meja nya, ke tiga teman nya langsung mengerumuni nya dan menginterogasi nya.


"An, kenapa kamu bisa di suruh pak Adit buat bikin kopi? "Tanya Vanya

__ADS_1


"Ngga tahu, padahal aku kan bukan OB. "Ucap Ana sembari mencebik kan bibir nya


"Dia mau ngerjain kamu kali, atau mau nguji kesabaran kamu mungkin. "Ucap Clarisa


"Gila ya kalian, di sangka mau lulus sekolah pake ujian dulu? "Tanya Alisya


"Abisan pak Adit lucu, OB aja banyak tapi yang di suruh malah Ana. "Ucap Vanya


"Kalian tahu ngga ? Kata nya kopi buatan ku enak, karna itu aku harus membuat kan nya kopi tiap pagi.Serem banget minta nya.. "Ucap Ana


"Kok serem sih,, kan enak tiap hari ketemu pria tampan.."Ucap Clarisa


"Serem lah, takut nya nanti aku jadi turun pangkat jadi OB. "Ucap Ana seraya terkikik geli


"Dasar.. "Cibir Vanya ,Clarisa dan Alisya bersamaan


Ana hanya tertawa kecil melihat ketiga teman nya yang seakan kesal akan jawaban dari Ana, Ana seakan tak mau ambil pusing dengan tugas baru nya,dia pun kembali fokus pada kerjaan nya.


Waktu terus berputar Ana dan ketiga teman nya mengerjakan tugas nya dengan baik,mereka saling membantu dalam melakukan tugas. Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang, para karyawan pun langsung menuju kantin untuk mengisi perut nya yang sudah kosong.


Baru saja Ana mau beranjak dari tempat nya, tapi sudah ada seorang perempuan paruh baya yang datang menghampiri nya, dia membawa bungkusan berisi tiga kotak makanan di tangan nya.


"Maaf Mba, saya membawakan pesanan nya tuan Aditya."Seru nya


"Ah iya Mba, biar saya antar. Apa sudah di bayar?"Tanya Ana


"Oh, maaf. Saya kira ini dari katering. "Seru Ana


Ana pun mengambil bungkusan tersebut, Ana langsung naik ke lantai dua puluh untuk mengantarkan makanan tersebut ke dalam ruangan Aditya.


Lama lama aku jadi resepsionis rasa OB kalau begini terus, tak apa lah yang penting gaji nya ngga turun. Kalau bisa gaji nya harus nya nambah, kan kerjaan nya juga nambah. Batin Ana


Tadi nya Ana mau meminta tolong sama Pak Rio, tapi meja nya terlihat kosong. Mungkin dia sudah pergi ke kantin pikir nya, dengan terpaksa Ana pun mengetuk pintu ruangan Aditya.


Tak lama terdengar sahutan dari dalam, Ana pun segera masuk dan menyerah kan bungkusan tersebut ke pada Aditya.


"Maaf pak, saya ke sini mau mengantar kan ini."Seru Ana seraya mengangkat bungkusan yang dia bawa


"Tolong taro di atas meja, sekalian tolong taro di atas piring yang sudah tersedia di atas meja. "Ucap Aditya


Ana pun mengeluarkan tiga kotak makan tersebut, di kotak pertama ada nasi putih. Di kotak ke dua ada ikan mujair sambel pecak Ana pun langsung tergiur melihat nya ,karna itu adalah makanan kesukaan Ana.


Di kotak ke tiga, ada beberapa jenis buah buahan yang sudah di kupas dan di potong potong. Ana pun dengan telaten merapikan semua makanan tersebut, Aditya hanya tersenyum melihat nya.


"Sudah selsai pak, saya keluar dulu ya.."Seru Ana


"Jangan keluar dulu, temani saya makan dulu."Pinta Aditya

__ADS_1


"Ti - tidak usah pak, saya makan di kantin saja. "Jawab Ana gugup


Ana sudah hampir menetes kan air liur nya saat melihat ikan mujair sambel pecak ,rasa nya kalau Bunda nya ada di sini ,Ana akan langsung meminta Bunda nya untuk memasak khusus untuk nya.


Adi pun tersenyum saat menyadari tatapan Ana,"Duduk lah dulu, kita makan bersama .Kalau kamu merasa kurang nyaman duduk dekat dengan ku, kamu bisa duduk berjauhan dengan ku."Ucap nya


"Tidak usah pak, saya ngga enak sama bapak."sahut Ana


"Ini enak loh, biasa nya kalau yang bikin Bu Imah rasa nya juara."Goda Aditya


Perlahan pertahanan Ana pun mulai runtuh, "Saya mau pak, tapi makan nya di bawah ya.."Seru Ana


"Kalau kamu mau, cepat lah duduk. Kita makan bersama, jangan takut karna saya tidak akan menyakiti kamu."ucap Adit


Ana pun Akur nya duduk di sofa dekat pintu, Aditya tersenyum kecil melihat tingkah Ana. Aditya pun membagi makanan nya menjadi dua bagi, setelah nya dia pun memberikan satu bagian nya pada Ana.


"Terimakasih pak,, "Ucap Ana


"Makan lah, pasti kamu sudah lapar.."Ucap Aditya


Ana dan Aditya pun makan dengan lahap, Ana bahkan sampai memejamkan kan mata nya saat menikmati ikan mujair yang masuk ke dalam mulut nya.


Kenapa rasa nya enak sekali? Rasa nya persis seperti buatan Bunda, Ana jadi kangen banget sama Bunda.Batin Ana


"Kamu kenapa? Kok muka nya jadi sedih gitu? "Tanya Aditya


"Aku kangen masakan Bunda, padahal baru tiga hari berpisah. Tapi, rasa nya sudah rindu."Ucap Ana dengan wajah sendu nya


"Sudah jangan cengeng, kamu hanya jauh saja dari Bunda jamu. Kalau kangen masih bisa di temui, tidak seperti aku yang kehilangan Mama untuk selama nya."Tegas Aditya


"Maaf kan saya pak.. "Ucap Ana


"Sekarang habis kan makanan nya, habis itu kamu lanjut kerja."Titah Aditya


Ana pun langsung menganggukan kepalanya tanda mengerti, sedangkan Aditya kini bisa tersenyum dengan puas, karna bisa makan bersama dengan Ana.


-


-


-


Terimakasih karena sudah mampir..


Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik, saran dan juga tekan 💓untuk memfavoritkan..


TBC

__ADS_1


__ADS_2