Trauma Masa Lalu

Trauma Masa Lalu
Usaha


__ADS_3

POV Aditya


Sudah satu bulan aku mendekati Ana, aku bahkan sengaja meminta nya setiap pagi membuatkan kopi dan langsung membawa nya ke ruangan ku.


Aku juga sengaja menyuruh Ana setiap siang untuk datang ke ruangan ku sambil membawakan makan siang untuk ku, semua nya aku lakukan atas arahan Dokter psikologis.


Itu adalah salah satu bentuk terapi ringan, aku ingin Ana cepat sembuh dari trauma nya. Aku bahkan sering pura pura secara tak sengaja memegang tangan nya, atau bahkan merangkul pundak nya saat dia membawa nampan berisi makan siang untuk ku.


Awal nya dia terlihat takut, tapi lama kelamaan dia seperti sudah terbiasa dengan ku. Bahkan kini kalau aku pura pura lupa memegang tangan nya, dia pun terlihat biasa saja.


Hari ini adalah hari sabtu, di mana Ana sedang pulang ke rumah Ayah nya.Rasa nya ,aku begitu merindukan gadis itu. Gadis cantik dan manis yang selalu memenuhi ruang di hati ku, gadis cantik yang telah membuat ku jatuh hati.


Dari bangun tidur kerjaan ku hanya mondar mandir tak jelas, aku ingin sekali menemui Ana. Tak apa jika memang tak bisa mengobrol dengan nya, tapi setidak nya aku bisa melihat wajah nya.


Tiba tiba terlintas di pikiran ku untuk menyusul Ana, tapi apa alasan nya.Aku pun berpikir keras, dan akhirnya aku pun mempunyai alasan jika nanti kepergok sedang melihat wajah ayu nya.


Aku pun segera mandi dan bersiap, setelah rapi aku langsung pergi ke daerah pedesaan tempat Ana tinggal. Rasa nya aku sudah tak sabar ingin cepat sampai ke sana, wajah polos Ana begitu aku rindukan.


Pukul sepuluh pagi aku sudah sampai di dekat kebun Bunga milik Om Herdiyan, dari situ aku melihat Ana yang sedang asik membantu para pekerja memetik Bunga mawar.


Aku tersenyum senang melihat wajah ayu nya, rasa nya aku ingin segera menjadikan nya sebagai milik ku..Aku ingin segera mengikat Ana dalam sebuah pernikahan, tapi masalah nya, apa dia mau menerima ku?


Aku harus memikirkan bagaimana cara nya agar dia mau hidup bersama ku, aku harus bisa mengambil hati nya. Saat aku sedang fokus menatap ke arah Ana, tiba tiba Ada menoleh ke arah ku.


Dia menyipit kan mata nya, seperti nya dia mengenali mobil ku. Aku pun menjadi salah tingkah, aku bingung harus berbuat apa.


Padahal dia belum melihat wajah ku, tapi aku sudah seperti maling yang sudah tertangkap basah. Begitu gugup dan rasa nya aku belum siap untuk bertemu langsung dengan nya.

__ADS_1


Tak lama Ana pun menghampiri ku, dia mengetuk kaca mobil ku dari luar. Mau tak mau, suka tak suka, berani atau pun tidak, aku harus tetap menghadapi wanita itu.


Aku pun menurun kan kaca mobil ku, dia menatap ku dengan tatapan aneh. Aku hanya bisa nyengir kuda dengan menampilkan deretan gigi putih ku,Ana pun tersenyum pada ku lalu dia pun bertanya pada ku.


"Bapak ngapain di sini? "Tanya nya


"Aku mau ketempat teman ku, tapi aku lupa alamat nya."Jawab ku


Ana terlihat mengernyit heran, mungkin alasan ku tidak tepat. Tapi biarlah, aku sudah terlanjur beralasan seperti itu dan aku harap dia akan percaya pada ku.


"Terus kalau alamat teman bapak tidak ketemu gimana? "Tanya nya pada ku


"Mungkin aku akan kembali saja ke kota, senang bisa bertemu dengan mu Ana ."Ucap ku


"Eh, bapak sudah jauh jauh loh datang ke sini. Mampir dulu yuk, rumah Ayah di sebelah sana."Ucap nya seraya menunjuk rumah yang lumayan besar.


Aku pun dengan cepat menganggukan kepala ku, aku sungguh sangat senang bisa berduaan dengan nya. Aku pun segera melajukan mobil ku ke arah rumah nya, Ana pun segera membukakan pintu gerbang nya untuk ku.


"Silahkan duduk pak, bapak mau minum kopi apa teh?"Tawar nya


"Aku minum teh hangat saja, tanpa gula. "Pinta Ku


Ana pun mengangguk paham, dia segera meninggal kan ku. Seperti nya dia langsung pergi ke dapur, dan benar saja tak lama dia sudah kembali dengan membawa dua cangkir teh hangat dan sepiring kue Bolen.


Aku pun tersenyum dan langsung menyesap teh buatan Ana, aroma melati dari teh nya tercium sangat harum di indra penciuman ku.


"Terimakasih An, aku suka aroma dari teh ini."Ucap ku

__ADS_1


"Sama sama pak,silah kan di icip kue nya. Tadi pagi aku yang bikin sama Bunda, semoga bapak suka."Ucap nya


Dengan semangat aku pun langsung melahap kue nya, rasa nya enak dan itu membuat ku mengingat Bunda. Orang yang telah membesarkan aku dengan penuh kasih sayang, dan orang telah aku kecewakan.


Entah bagaiman nanti sikap nya pada ku, jika nanti kami di pertemukan. Entah harus bagaimana cara ku meminta ampunan pada nya, tapi aku selalu berharap agar Bunda mau memaafkan kan semua kesalahan yang telah aku perbuat , karna Allah saja maha pengampun.


Seketika raut wajah ku pun berubah, aku merasa sedih dan aku merasa sangat kecewa pada diri ku sendiri. Ana pun menatap ku heran, tapi aku pura pura tak menyadari nya.


"Kenapa wajah bapak jadi terlihat sedih? Apa kue nya tidak enak? "Tanya Ana


"Bukan begitu, aku hanya ingat sama kue buatan mama ku. "Jawab ku asal


"Ooh,, cerita nya bapak lagi rindu ya sama mama nya. Kalau begitu bapak makan saja kue nya semua, biar rasa kangen nya sedikit terobati."Ucap nya seraya tersenyum tulus pada ku


Aku pun langsung memakan beberapa potong kue nya, setelah nya aku pun meminum teh nya kembali. Rasa nya begitu enak, dan rasa nya aku ingin sekali ketemu sama Bunda.


Aku pun ngobrol sebentar dengan Ana, saat waktu dzuhur tiba aku pun shalat berjamaah dengan nya. Selsai shalat, Ana mengajak ku untuk makan siang bersama.


Aku merasa sangat senang melewati hari ini, karna bisa berduaan dengan Ana. Semoga bukan hanya hari ini saja aku bisa bersama nya, tapi lain kali. mungkin saja bisa. Atau kalau boleh aku meminta, aku akan meminta pada sang khalik agar aku bisa menghabiskan waktu ku bersama nya.


-


-


-


Terimakasih karena sudah mampir..

__ADS_1


Jangan lupa like, koment ,vote, rate, kritik, saran dan juga tekan 💓untuk memfavoritkan..


TBC


__ADS_2