
Pagi ini Ana sudah terlihat sangat cantik, padahal dia sudah tak aktif kuliah. Dia hanya sedang fokus nyusun skripsi lanjut sidang, tapi karna rasa khawatir nya terhadap pria paruh baya yang selalu jadi teman curhat nya, dia pun rela bangun pagi hanya untuk memasak makanan untuk Om Iyan.
Malam tadi Ana pun sudah mendapat kan izin dari ke dua orang tua nya, tentu saja dengan syarat mereka yang akan mengantarkan Ana ke kota.
Saat Ana sedang memasukan masakan yang sudah matang ke dalam sebuah kotak makan bersusun , Adi dan Rini pun menghampiri nya.
Rini tersenyum melihat tingkah Ana, padahal Ana begitu takut jika berdekatan dengan lelaki. Tapi heran nya dia begitu dekat dengan lelaki yang bernama Iyan itu,entah seperti apa wajah pria yang sering di ceritakan oleh anak nya itu.
Tapi yang jelas, untuk saat ini Rini menjadi sangat penasaran dengan pria paruh baya itu. Maka nya Adi dan Rini sengaja ingin mengantar Ana ke sana, sekalian mereka juga ingin berkenalan dan juga berterimakasih karna dia sudah sangat baik dengan Ana.
"Sayang, apa semua nya sudah siap? "Tanya Rini
"Sudah Bunda, aku sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan Om Iyan. Aku sangat khawatir karna sudah hampir satu bulan kami tak bertemu, aku takut pria tua kesepian itu jatuh sakit."Seru Ana sambil terkekeh
"Kenapa kamu menyebut nya pria tua? "Tanya Rini
Ana pun terkekeh "Dia memang selalu begitu Bunda, dia selalu bilang kalau dia adalah pria tua kesepian."Jelas Ana
"Sudah sudah,, sekarang kita sarapan dulu. Habis itu kita langsung berangkat ke kota, sekalian kita jalan jalan."Ujar Adi
"Siap Ayah.. "Jawab Ana
Akhirnya Ana, Adi dan Rini pun sarapan dengan tenang. Setelah selsai mereka langsung berangkat ke kota, sedangkan Bu Leli dari kemarin tak pulang ke rumah. Karna dia akan membantu salah satu sahabat nya membuat kue untuk acara khitan cucu nya, Bu Leli pun di harus kan menginap di sana karna pagi ini mereka akan sangat sibuk membuat kue.
Selsai sarapan mereka langsung berangkat ke kota, sepanjang perjalanan Ana terlihat begitu senang. Dia begitu kagum melihat gedung gedung pencakar langit, begitu tinggi dan bangunan nya begitu memanjakan mata nya.
Sedari kecil Ana yang terlalu takut tidak pernah berani keluar dari pedesaan, paling jauh dia hanya pergi ke sekolahan atau kampus saja. Selebihnya nya dia hanya berada di dalam rumah saja, selebihnya nya dia menghabiskan waktu untuk menatap hamparan kebun Bunga milik Om Iyan.
Satu jam melakukan perjalanan ,kini tibalah mereka di kota. Mereka pun berhenti di depan Toko Bunga Riyan, tempat nya begitu strategis.Di depan toko bunga terdapat jejeran perkantoran ,di samping kanan nya terdapat sebuah universitas ternama.
Di samping kiri nya terdapat rumah sakit swasta yang lumayan besar, sedangkan di belakang Toko Bunga itu terdapat jejeran restoran siap saji.
__ADS_1
Mata Ana menatap penuh kagum melihat suasana kota yang sangat ramai, rasa nya dia begitu senang sampai dia lupa dengan tujuan awal nya.
Keluar dari mobil nya Ana hanya diam mematung memperhatikan sekeliling nya, Adi dan Rini pun tersenyum melihat tingkah putri mereka.
Rini pun segera menghampiri Ana"Sayang,jadi ke toko Bunga nya? "Tanya Rini
"Eh? Jadi Bun, ayo.. "Ajak Ana
Ana pun mengambil kotak makan susun yang sudah dia siapkan khusus untuk Om Iyan, setelah nya dia pun langsung melangkah kan kaki nya menuju Toko Bunga Riyan.
Saat masuk mereka di sambut oleh salah satu pelayan perempuan yang sedang menjaga toko Bunga tersebut, Ana melihat ada empat orang yang menjaga toko Bunga tersebut.
Yang tiga orang nya sedang sibuk melayani pembeli, setelah pelayan itu menyapa dan bertanya tentang kedatangan mereka.
"Selamat siang kakak, boleh bunga nya silah kan.."Seru pelayan tersebut
"Maaf, aku ke sini mau nyari Om Iyan. Bukan mau beli bunga, Om Iyan nya ada? "Tanya Ana
"Ada Kak, beliau lagi di dalam ruangan nya. Sebentar saya panggil kan, Kakak bisa duduk dulu di kursi tunggu. "Seru pelayan tersebut
Ana pun mengajak Adi dan Rini untuk duduk di kursi tunggu, tak lama pelayan itu sudah datang bersama Om Iyan yang sangat di rindukan kehadiran nya oleh Ana.
Bagi nya Om Iyan sudah seperti Ayah ke dua bagi nya, entah kenapa jika dia sedang bersama dengan nya selalu saja merasa nyaman.
Saat melihat Om Iyan, Ana langsung bangun, Ana mendekat ke arah Om Iyan. Om Iyan pun menghampiri Ana dengan menggunakan syal di leher nya, saat melihat Ana Om Iyan langsung menyapa nya.
"Ana, ada apa sepagi ini sudah kemari? "Tanya Om Iyan
"Aku khawatir sama Om, sudah lebih dari tiga minggu kita tak bertemu. Katanya Om sakit, makanya aku ke sini mau jenguk Om. "Jawab Ana, Om Iyan Terkekeh.
"Kamu ngga usah khawatir sama Om, Om bisa menjaga diri dengan baik. Kamu lihat kan kalau Om baik baik saja, terus kamu ke sini sama siapa? "Ucap Om Iyan
__ADS_1
"Sama Ayah sama Bunda juga.. "Jawab Ana seraya menunjuk ke arah Ayah dan Bunda nya yang sedang duduk di kursi tunggu
Om Iyan menyipit kan mata nya saat melihat Rini, Om Iyan pun segera berjalan untuk menghampiri Rini. Setelah jarak mereka sudah dekat, Om Iyan pun menyunggingkan senyum nya.
"Rini, ini kamu kan ?"Tanya Om Iyan
Rini melihat pria yang sedang memandangi nya, pria paruh baya itu nampak masih sangat tampan dan gagah. Seperti nya pria itu selalu rajin dalam menjaga pola makan nya, dan yang pasti dia juga rajin menjaga pola hidup nya.
"Mas Herdiyan !!?"Pekik Rini tak percaya
"Ya ampun Rin, jadi Ana adalah putri kamu? Pantas saja aku selalu teringat kamu jika menatap mata Ana, dia juga sangat cantik sama seperti kamu."Puji Herdiyan
Mendengar Herdiyan yang sedang memuji istri nya, Adi pun langsung berdehem dengan keras. "Ehmm!! "
Herdiyan pun langsung menatap ke arah Adi"Maaf kan saya Adi, saya tidak bermaksud untuk membuat kamu cemburu."Ucap Herdiyan
"Tidak apa apa Kak, kakak sekarang apa kabar? Apa kakak sudah menikah lagi? "Tanya Adi
"Aku tidak menikah lagi, aku hanya fokus mengurus diri ku ,mengurud Ayah dan juga bekerja. Siapa yang mau menikah dengan pria mandul seperti ku? "Ucap Herdiyan dengan wajah yang berubah sendu
Ana yang bingung dengan situasi ini pun langsung mendekat dan bertanya"Sebenar nya apa yang aku tidak tahu? Kenapa kalian terlihat sangat akrab?"Tanya Ana
Rini, adi dan Herdiyan pun kini saling pandang. mereka pun bisa melihat raut bingung di wajah Ana, hal itu pun membuat Om Iyan ingin tertawa.
-
-
-
Terimakasih karena sudah mampir..
__ADS_1
Jangan lupa like ,koment, vote, rate, kritik, saran dan tekan 💓untuk memfavoritkan..
TBC