
Pukul empat pagi Rini terbangun dari tidur nya, dia pun segera mandi dan bersiap untuk subuh. Tak lupa Rini pun membangun kan Adi, agar dia tak kesiangan.
Selepas membangun kan suami nya,, Rini pun segera masuk ke kamar tamu. Di lihat nya Aditya yang masih tertidur dengan pulas, Aditya tertidur sambil memeluk guling.
Sungguh Rini ingin tertawa melihat tubuh Aditya yang tinggi besar, tapi tidur nya seperti anak kecil. Dengan perlahan Rini pun duduk di samping Aditya, dia mengelus lembut rambut Aditya.
Aditya yang mendapat sentuhan dari Rini pun langsung menggeliat, dia pun akhirnya bangun. Aditya menyipit kan mata nya, dia memperhatikan siapa wanita yang ada di samping nya.
"Bunda,, "Ucap Aditya
"Iya sayang, ini Bunda. Sekarang bangun dan mandi lah, habis itu langsung ke mushola ."Ucap Rini
"Iya Bun,, "Ucap Aditya
Rini pun meninggal kan Aditya, dia langsung menuju mushola. Sedangkan Aditya, sepeninggal Rini langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.
Setelah selsai, Aditya pun langsung menyusul ke mushola, di sana Rini dan Ana sudah nampak bersiap. Sedangkan Adi sudah berasda di barisan paling depan sebagai imam,Aditya pun langsung berdiri di belakang Adi dan ikut shalat berjamaah.
Setelah selsai shalat, Adi pun berbalik hendak bersalaman dengan anak dan istri nya. Tapi Adi merasa sangat kaget saat yang pertama dia lihat adalah Aditya, Adi terlihat kesal saat Aditya mengulurkan tangan nya.
Tapi Adi tetap menerima uluran tangan nya,Aditya langsung mencium tangan Adi. Begitu pun dengan Ana dan Rini, mereka menghampiri Adi dan bergantian mencium tangan Adi.
Setelah itu, Adi pun segera berlalu meninggal kan mereka bertiga. Setelah kepergian Adi, Ana, Rini dan juga Aditya saling pandang.
"Seperti nya hati Ayah sudah mulai luluh, bersikap lah yang baik agar Ayah bisa cepet Maafin kamu."Ucap Rini
"Iya Bunda,, Oma mana Bunda? "Tanya Aditya
"Kata nya ngga enak badan, jadi shalat nya di kamar aja.Bunda mau masak, kalian mau bantuin Bunda Ngga? ""Ucap Rini
"Mau Bunda.. "Ucap Aditya dan Ana bersamaan
Kini mereka pun sedang memasak d dapur, Rini masak seperti biasa nya. Karna keluarga nya memang suka sarapan berat, tak seperti yang lain nya jika sarapan cukup dengan selembar roti dan susu.
Dari jauh Adi memperhatikan Rini ,Aditya dan juga Ana. Mereka bertiga terlihat sangat bahagia, masak yang harus nya sebentar jadi lama karna di selingi canda tawa.
Tanpa Adi sadari, dia pun menyunggingkan senyum nya, dia merasa bahagia bisa melihat Rini dan Ana tertawa lepas seperti dulu lagi.
"Masakan nya sudah mateng semua, kalian tolong simpan d atas meja ok?! "Pinta Rini
Ana dan Aditya pun mulai menata makanan di atas meja, saat Ana hendak berbalik Aditya mencoba untuk mencium pipi nya Ana.
__ADS_1
"Ehm,, "Adi pun berdehem seraya berjalan ke arah Aditya dan Ana.
Rini terlihat panik, dia takut kalau uuuuhhh Adi akan marah, karna Adi terlihat sangat dingin dengan tatapan datar nya.
"Halalin dulu, baru boleh cium."Ucap Adi seraya duduk di kursi
Ana, Rini maupun Aditya hanya bisa mengerjap tak percaya. Padahal mereka sudah sangat ketakutan, tapi ternyata Adi hanya mengatakan hal itu saja.
Aditya pun langsung menghampiri Adi dan memeluk nya, "Ayah..."Panggil Aditya
Adi tak menyahuti panggilan Aditya, tapi air mata
yang mengalir di pipi nya menjadi bukti, bahwa Adi sudah bisa menerima kehadiran Aditya.
"Maafin Rey Yah, Maafin atas segala kesalahan Rey. Rey Janji Rey akan bertanggung jawab, Rey akan menikahi Ranti.."Ucap Rey
Adi dan Aditya saling memeluk dan menangis, Rini dan Ana pun saling berpelukan. Mereka merasa sangat senang karna sang Ayah bisa mengenyamping kan ego nya, Rini pun mengucap kan syukur di dalam hati nya.
"Sudah sudah, sekarang kita sarapan dulu..Kangen kangenan nya nanti lagi, ok? "Ucap Rini
Aditya pun melepas kan pelukan nya, dia sangat bahagia karna Adi sudah bisa bersikap baik pada nya. Walaupun kenyataan nya, Adi belum memberi kan kata maaf nya.
Akhir nya mereka pun sarapan bersama, tidak ada percakapan apa pun di antara mereka. Hanya terdengar suara sendok dan garpu yang saling beradu.
"Jadi,apa yang akan kamu lakukan sekarang? "Tanya Adi to the point
"Aku ingin menikahi Ana Yah.."Ucap Aditya
"Memang nya Ana mau, nikah sama dia? "Tanya Ayah Adi
Ana pun menatap Aditya dan Adi secara bergantian,"Ana mau Yah nikah sama kak Rey, yang penting Ayah ngasih restu sama kita."Ucap Ana
"Kalau Ayah ngga mau ngasih restu? "Tanya Adi
Aditya langsung bangun dari duduk nya, dia bersimpuh di kaki Adi."Aku mohon Yah, izinkan kami untuk menikah. Izinkan kami untuk bersama, izinkan aku untuk mempertanggung jawabkan semua kesalahan ku pada Ana. "Ucap Aditya
"Sudah bangun sana, jangan duduk seperti itu."Ucap Adi
Aditya pun langsung bangun dan duduk di samping Aditya, Aditya pun memeluk Adi dengan erat. Sedangkan Adi hanya tersenyum tipis dengan tindakan putra Adopsi nya itu.
"Apa benar kamu ingin menikahi Ana? "Tanya Adi
__ADS_1
"Iya yah, aku akan menikahi Ana."Ucap Aditya lantang
"Apa yang akan kamu berikan pada putri ku? "Tanya Adi
"Aku akan memberikan seluruh jiwa dan raga ku pada Ana, aku mencintai nya Ayah. Aku akan berusaha untuk membahagiakan nya, aku akan berusaha membuat Ana menjadi wanita paling bahagia di dunia ini."Ucap Aditya yakin
"Yakin bisa membahagiakan Ana? "Tanya Adi
"Yakin Yah, Rey akan berusaha sebisa Rey. Rey janji tidak akan membuat Ana menangis, hanya akan ada air mata bahagia di dalam hidup Ana."Ucap Aditya yakin
"Kalau begitu, kapan kamu akan melamar anak saya?"Tanya Adi
Aditya pun terlihat syok, benarkah yang ia dengar itu? Dia merasa tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Adi, bahkan Ana pun hanya diam mematung mendengar ucapan Ayah nya.
Sedangkan Rini yang baru saja ikut bergabung langsung berteriak kegirangan,"Ayah beneran minta Rey untuk melamar anak kita? "Tanya Rini
"Hem,, "jawab Adi
"Rey,,, "Panggil Rini
"Secepat nya Bunda, Rey akan segera pulang untuk mempersiap kan semua nya."Ucap Aditya
Aditya pun langsung menghampiri Adi dan Rini, dia mencium kening Rini sebagai tanda berpamitan. Sedangkan pada Adi, dia langsung memeluk nya dengan erat.
Saat melihat Ana, Rey yang begitu bahagia pun langsung mengecup kening Ana, Adi yang melihat nya pun terlihat kesal dan langsung memukul tangan Aditya.
"Ayah bilang halalin dulu, baru kamu berhak atas Ana."Ucap Adi penuh penekanan
Aditya pun langsung menggaruk tengkuk leher nya yang tidak gatal, dia lupa jika tadi sudah di peringkat kan. Setelah berpamitan, Aditya pun langsung pulang dengan Herdiyan.
Kali ini Aditya bisa bernapas lega, karna sudah mendapat kan restu dari sang Ayah. Walaupun Adi tak berucap secara langsung, tapi dengan apa yang sudah dia ucap kan, itu adalah pertanda jika Adi sudah memberikan restu nya.
-
-
-
Terimakasih karena sudah mampir..
💓💓💓💓💓💓💓
__ADS_1
Minta dukungan nya buat si aku penulis yang masih amatiran ini..
TBC