Trauma Masa Lalu

Trauma Masa Lalu
Bobo Bareng


__ADS_3

Saat ini aku sedang tersenyum penuh kemenangan, bagaimana tidak senang, jika aku kini bisa berada satu kamar dengan wanita yang sedari dulu aku cintai.


Aku melihat Ana begitu cekatan, dia mengiris bawang, cabe, tomat, sawi dan juga baso untuk campuran mie rebus buatan nya. Dia juga memasukan satu butir telur ke dalam mie nya, aku pun tersenyum saat melihat aksi Ana.


Sepuluh menit menunggu, mie rebus buatan Ana pun sudah jadi. Ana pun langsung menghampiri Ku, dia pun menyuruh ku agar cepat makan.


"Mie nya udah jadi, sekarang bapak cepat makan. Biar bapak bisa cepat pulang, ngga baik pak lama lama kita berduaan."Ucap Ana seraya memberikan semangkuk mie kuah pada ku


Aku pun menerima nya dengan senang hati,"Aku belum makan loh An, tapi aku udah di usir."Ucap ku


"Sudah jangan banyak bicara, sekarang bapak makan."Ucap Ana


Aku pun mulai makan mie yang Ana buat, rasa nya pedas, asin dan gurih. Sedangkan ini kini sedang selonjoran di atas kasur nya, dia pun memainkan ponsel nya tanpa menatap ku.


Aku pun segera menghabiskan makanan ku, agar aku bisa cepat cepat ngobrol dengan nya. Sepuluh menit kemudian, aku pun selsai dengan ritual makan ku. Rasa nya perut ku sangat kenyang, aku pun kini celingukan karna Ana tak memberi ku air minum.


"An,,"Panggil ku


"Apa lagi sih pak?"Ucap nya seraya mematikan ponsel nya


"Aku haus,, "Jawab ku


Ana pun bangun dan segera mengambil kan ku segelas air putih, aku pun tersenyum saat menerima air putih tersebut dan meminum nya sampai tandas.


"Sekarang bapak pulang, ini sudah jam sembilan malam. "Ucap Ana


"Jangan tega banget apa An, makanan ku belum turun ke perut. Kalau aku pulang sekarang, nanti yang ada perut ku sakit."Jawab ku


Ana terlihat memutar bola mata nya ,"Terserah bapak deh mau ngapain.. "Jawab nya pasrah


Aku pun menghampiri Ana yang sedang duduk di atas kasur nya, Ana memundurkan tubuh nya sehingga ada jarak di antara kami.


"Bapak ngapain nyamperin aku? "Tanya Ana


"Pengen ngobrol sama kamu.."Jawab ku


"Bapak lama lama nyebelin."Ucap nya


Aku pun terkekeh, "An, kamu cantik."Puji ku

__ADS_1


"Bapak jangan gombal yah, mending buruan pulang."Ucap Ana


Rasa nya aku tak mau pulang. Aku masih ingin bersama dengan Ana. Aku pun pura pura sakit perut agar tak cepat di suruh pulang..


"Ana, perut ku sangat sakit."Ucap ku seraya memegangi perut ku


Ana pun terlihat sangat panik, "Bapak kenapa?"Tanya Ana


"Perut ku sakit ini, kayak nya kebanyakan makan cabe."Ucap ku


"Bapak aturan ngomong dari awal kalau ngga bisa makan cabe banyak banyak, ya sudah rebahan dulu. Aku ambil kan minyak hangat, biar perut nya enakan."Ucap nya


Ana pun mengambil minyak hangat, setelah itu kembali menghampiri ku. "Buka kemeja bagian bawah nya.."Titah Ana


"Mau apa? "Tanya ku


"Mau ngolesin minyak hangat ke perut bapak."Ucap Ana


Aku pun menurut, Aku membuka kancing kemeja bagian bawah ku sesuai intruksi Ana. Saat aku membuka nya, Ana terlihat menatap perut ku dengan tatapan ..entah lah aku pun tak paham.


"An,, "Panggil ku


"Sudah cukup An, "Ucap ku


Aku pun segera membalikan tubuh ku, kini aku sudah tengkurap. Aku sedang berusaha menenangkan cacing Amazon ku yang kini berubah menjadi liar, Ana terlihat memandang ku dengan heran.


"Bapak kenapa tengkurap? Memang nya perut nya sakit banget ya? "Tanya nya khawatir


"Iya An, ini sangat sakit."Jawab ku


Ana pun kemudian mengelus elus punggung ku, sesekali dia memberikan pijatan di sana. Bukan nya membaik, aku malah makin gelisah.


"An, cukup."Ucap Ku


"Baiklah,, "Ucap Ana


Aku pun diam sebentar, setelah merasa cukup tenang, aku pun memberikan badan ku. Aku menatap Ana dengan lembut, aku pun menggenggam tangan nya.


"An, sini rebahan bareng aku."Ajak ku

__ADS_1


"Jangan pak, itu tidak boleh kita lakukan."Jawab Ana


"Hanya rebahan saja, aku ngga akan ngapa ngapain."Ucap ku meyakinkan


Ana pun menurut, dia merebahkan tubuh nya di samping ku. Aku pun tersenyum, tanpa ragu aku langsung memeluk nya. Tubuh Ana sedikit bergetar dan terdengar isak tangis dari bibir nya, aku pun paham.


Aku segera mengelus lembut puncak kepala Ana, aku pun mencium kening nya berkali kali."Jangan takut Ana, lawan rasa takut itu. Aku yakin kamu pasti bisa, kamu adalah orang yang kuat."Ucap ku


Ana pun mengaggukan kepala nya di dalam pelukan ku,"Aku akan berusaha melawan nya, aku ngga boleh lemah."Ucap nya seraya terisak


Cukup lama aku berusaha menenangkan nya, setelah Ana terlihat tenang. Aku pun melonggarkan pelukan ku, aku melihat wajah nya yang sembab karna menangis.


"Maaf kan aku, aku hanya ingin kamu sembuh dan tak mengalami trauma lagi."Ucap ku,Ana pun mengangguk.


Aku mengelap sisa air mata di wajah nya, aku memandang Ana dengan intens. Entah setan apa yang menghampiri ku, tiba tiba saja aku mencium bibir nya dengan lembut.


Awal nya Ana terlihat kaget, tapi tak lama Ana pun memejamkan mata nya. Seperti nya dia sedang berusaha menikmati ciuman dari ku, dia hanya diam saja dan menikmati apa yang aku lakukan pada nya.


Cukup lama aku mencium dan memainkan bibir nya, Ana nampak terbuai. Aku pun tersenyum senang, setelah puas menikmati bibir nya. Aku pun langsung menghentikan aksi ku, aku takut akan memperkosa Ana untuk ke dua kali nya.


Aku memeluk Ana dengan erat, aku terus saja mengelus elus lembut punggung Ana. Tak lama aku pun mendengar napas Ana yang teratur, ternyata "wanita" ku telah tidur dengan pulas.


Aku pun membenarkan letak tidur nya dan memeluk nya dengan erat, aku ingin menikmati malam ini bersama Ana. Biarlah nanti pagi aku urus nanti, yang penting saat ini aku bisa bobo bareng Ana dan memeluk nya dengan erat.


Ana terlihat sangat lelah, bibir nya pun bahkan sampai sedikit terbuka. Rasa nya aku ingin merasakan kembali nikmat nya bibir itu, tapi aku takut Ana akan bangun dan marah pada ku.


Kini aku pun berusaha agar bisa tidur dengan pulas, agar besok pagi bisa bangun dalam keadaan segar .


-


-


-


Terimakasih karena sudah mampir..


Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik, saran dan juga tekan 💓untuk memfavoritkan..


TBC

__ADS_1


__ADS_2