
Melihat Rini dan Aditya yang saling berpelukan membuat hati Adi terenyuh, rasa nya dia ingin ikut berpelukan bersama istri dan anak adopsi nya itu.
Tapi jika mengingat saat Ana begitu terpuruk bahkan mengalami trauma berat karna ulah Aditya, rasa nya dia ingin sekali menghajar nya.
Daripada melihat kebersamaan mereka, Adi pun memutuskan untuk masuk ke kamar nya. Sampai di kamar, Adi langsung merebahkan tubuh nya.
Mata nya melihat langit langit kamar, tapi pikiran nya menerawang jauh. Masih teringat di pikiran nya saat tuan Alexander meminta nya untuk bertemu, tuan Alexander pun menceritakan bagaimana kehidupan Aditya.
Aditya di temukan dalam keadaan depresi berat saat usia nya lima belas tahun, dia sudah seperti orang gila yang terus berteriak meminta maaf atas perbuatan jahat yang telah dia lakukan, bahkan dia sempat masuk rumah sakit jiwa.
Dengan susah payah kedua orang tua nya mencari cara agar Aditya bisa sembuh, dan akhirnya setelah satu tahun di rumah sakit jiwa keadaan nya mulai membaik.
Ke dua orang tua Aditya selalu berusaha mendatang kan psikiater untuk membantu proses penyembuhan nya, dengan selalu di janjikan untuk bisa bertemu dengan Ranti nya dan dengan di janjikan akan di maaf kan oleh Ayah dan Bunda nya barulah keadaan nya mulai membaik.
Setelah dua tahun barulah Aditya bisa kembali normal, tapi Aditya menjadi remaja yang sering terlihat murung dan tak pernah mau bicara dengan orang yang ada di lingkungan nya.
Hingga Papah nya merasa bersalah karna tak bisa mengurus anak tunggal nya dan mengakibatkan serangan jantung, Papah nya Aditya tuan Muncen Xavier meninggal saat Aditya berusia tujuh belas tahun.
Hingga akhirnya Nyonya Marta yang harus mengelola kerajaan bisnis milik keluarga Xavier, beliau begitu kelelahan dalam mengelola kerajaan bisnis itu.
Hingga Nyonya Marta pun meninggal di saat Usia Aditya dua puluh tahun, Aditya saat itu baru lulus S1.Dan sejak saat itu dia mempunyai tanggung jawab besar terhadap perusahaan Xavier, Aditya yang berotak jenius pun mampu mengembangkan perusahaan Xavier sambil menyelsaikan kuliah nya sampai S3 di usia nya yang masih muda, yaitu dua puluh dua tahun.
"Hehhh,, "Adi menghela napas kasar
"Apa yang sekarang harus aku lakukan ya Allah? Apa aku harus memaafkan anak itu? Tapi jika Ana menikah dengan Aditya ,sudah pasti dia akan merasa bahagia. Jika aku memasukan Ana ke dalam dunia nya Herry, dia memang baik tapi ibu nya akan jadi duri dalam daging."Ucap Adi lirih
Adi pun kini telah larut dalam lamunan nya, sedangkan di taman belakang Rini dan Aditya sedang melepas Rindu. Rini menanyakan bagaiman keseharian nya Aditya tanpa diri nya, menanyakan makanan apa yang selalu dia makan.
Semua nya dia tanyakan, bahkan sampai hobi yang selalu dia tekuni pun dia tanyakan. Rini bahkan menanyakan kenapa dia malah memimpin perusahaan, bukan kah Aditya bercita cita untuk menjadi seorang Arsitek?
"Bun, nanya nya entar lagi. Aku laper, aku pengen di suapin sama Bunda."Ucap Aditya
"Kamu kenapa bisa kelaparan? Memang nya ngga ada orang yang ngasih kamu makan? "Tanya Rini
__ADS_1
"Dari pagi aku di kebun Bunga Om Herdiyan Bun, aku ngga sempat makan. Karna dari pagi ,aku udah kesel banget ngelihat Herry deket deket Ama Ana terus."Ucap Aditya kesal
"Emang nya kamu sejak kapan di sini? "Tanya Rini
"Tanya saja sama anak Bunda? "Jawab Aditya menunjuk Ana dengan ekor mata nya
Rini pun memandang Ana, "Kenapa diam sayang?"Tanya Rini
"Kak Rey ke sini sebelum Herry datang Bun, Ana nyuruh dia nunggu Ana di kebun Bunga. Tapi Ana lupa ngga nemuin kak Rey lagi, maaf.."Ucap Ana
"Ya Allah,, anak Bunda di tinggal sendirian di sana.Ya udah ayo, kita makan di dalam."Ucap Rini seraya menarik tangan Aditya
"Bun, aku takut Ayah akan marah.."Ucap Aditya
"Ngga apa apa, Biarin dia marah. Lagian kamu ini lelaki sayang, kamu harus siap menghadapi Ayah Adi. Apa lagi kalau kamu memang mencintai Ana, karna Ayah Adi sekarang adalah calon mertua kamu, bukan Ayah kamu lagi. "Ucap Rini
"Baiklah Bun, Rey harus siap meluluhkan hati calon Ayah mertua."Ucap Aditya
Dengan telaten Rini menyuapi Aditya, selama mengunyah makanan air mata pun tak henti mengalir dari sudut mata Aditya. Ada rasa haru, rasa senang, rasa sedih dan semua rasa campur aduk menjadi satu.
Aditya memandang wajah Rini dengan lekat, sudah dua belas tahun mereka berpisah. Wajah Rini memang masih tetap cantik, tapi kini Aditya melihat ada kerutan di bawah mata Rini.
"Terimakasih Bunda,, "Ucap nya
Rini pun tersenyum, "Sudah kenyang apa mau nambah?"Tanya Rini
Aditya menyeka air mata nya, "Sudah kenyang, sekarang Rey mau peluk Bunda yang lama."Ucap Aditya
Rini pun merentangkan ke dua tangan nya, sedang kan Aditya langsung bersimpuh dan memeluk pinggang Rini yang sedang duduk di kursi makan.
"Maaf kan Rey Bun, Rey tahu Rey tidak pantas untuk di maaf kan. Tapi setidak nya izin kan Rey bertanggung jawab atas perbuatan Rey, Rey sudah merenggut paksa kesucian Ana. Izin kan Rey menikahi Ana, izin kan Rey Bunda.."Ucap Rey sesenggukan
Tanpa mereka ketahui, Adi melihat adegan mengharukan itu. Adi menyeka air mata yang sangat kurang ajar melintas di pipi nya, tak bisa dia pungkiri jika rasa sayang nya buat Aditya masih tetap sama.
__ADS_1
"Sial!!! Kenapa aku jadi cengeng begini? Lebih baik aku ke kamar saja.."Ucap Adi lirih
"Sudah sudah, jangan terlalu di dramatisir. Sekarang kakak mandi sana, kakak bau.."Ucap Ana
Rini pun terkekeh,"Ana Benar sayang, kamu mandi dulu sana. Nanti Bunda pesankan baju di butik teman Bunda,, "Titah Rini
"Mandi nya di mana Bun? Tanya Aditya
"Di kamar tamu sayang, cepat sana minta antar sama Ana."Ucap Rini
Aditya pun berdiri dan langsung menatap Ana,"Ayo anterin.."Ajak nya
"Iya,, "Ucap Ana
Aditya dan Ana pun langsung berjalan menuju kamar tamu, sedangkan Rini langsung mengambil ponsel nya dan langsung memesan baju untuk Aditya.
"Anak itu dikasihani makan apa selama di luar negeri? Kenapa bisa tinggi seperti itu? "Lirih Rini
Rini hanya geleng geleng kepala jika mengingat tubuh Aditya yang begitu tinggi dan kekar, tubuh Aditya bahkan lebih tinggi dari Adi.
Adi memiliki tinggi 1.8 m, sedangkan Aditya memiliki tinggi 1.9 m. Seingat nya saat terakhir melihat Aditya, tinggi nya masih sama seprti Rini. Tapi kini Aditya berubah menjadi pria matang yang mempunyai tubuh tinggi dan berotot, benar benar jadi pria yang maskulin.
-
-
-
Terimakasih sudah mau mampir di karya si penulis yang masih amatiran ini..
💓💓💓💓💓💓
TBC
__ADS_1