
Hari ini Ana sudah mulai aktif bekerja, kini dia sudah duduk di balik meja resepsionis bersama tiga teman nya. Ada Clarisa, Vanya dan Alisya yang juga bekerja sebagai resepsionis.
Saat hari sudah mulai siang, tiba tiba ada seorang pria tampan yang mendekat ke meja resepsionis. Perawakan nya hampir sama dengan Aditya, tapi tatapan mata nya terlihat lebih genit.
"Permisi Nona, apa kah anda bisa mengantarkan saya ke ruangan Adit ?Tanya nya
"Maksud Bapak, pak Aditya? "Tanya Ana memastikan
"Ya, aku sudah janji akan menemui nya hari ini.Bisa kan nganterin saya? "Tanya Nya
Ana melihat ke arah tiga teman nya, mereka pun menyuruh Ana untuk mengantar kan nya. Ada rasa tak nyaman saat melihat pria yang meminta nya untuk mengantar kan nya, tapi ini adalah kewajiban nya pikir Ana.
Ana pun mendahului Pria itu, dengan langkah cepat Ana segera mengantar Pria itu. Saat masuk ke dalam lift, Ana merasa sangat risih dengan pandangan Pria itu.
Padahal Ana hanya memakai seragam dari kantor, kemeja panjang warna biru dan celana bahan panjang warna hitam. Tapi tatapan Pria itu seakan sedang menelanjangi nya, Ana terus saja berdo'a dalam hati semoga saja dia akan baik baik saja.
Sampai di lantai dua puluh pintu lift pun terbuka, dengan gerakan cepat Ana langsung mendahului nya.Sesampai nya di depan ruangan Aditya, Ana pun berhenti berjalan, dia melihat di sana ada seorang sekretaris pria yang sedang sibuk dengan laptop nya.
"Maaf pak, apa pak Aditya nya ada? "Tanya Ana sopan
"Ada Nona, langsung masuk saja. Tadi dia sudah pesan, kalau ada yang mencari nya di suruh langsung ke dalam saja. "Ucap pria yang bertulis kan Rio di nama tag nya
"Terimakasih,, "Ucap Ana, Ana pun melihat ke arah pria yang tadi datang bersama nya. "Silahkan masuk saja Pak, kata nya anda sudah di tunggu. Saya permisi, karna tugas saya sudah selsai."Ucap Ana seraya membuka pintu ruangan Aditya
Pria itu pun masuk ke dalam ruangan Aditya, baru saja Ana akan pergi tapi pria itu sudah memanggil Ana kembali.
"Nona, bisa temani saya sebentar."Pinta nya
"Maaf Pak, tapi saya harus kembali bekerja."Sesal Ana
"Sebentar saja, seperti nya Aditya sedang di kamar mandi. Aku takut nanti ada sesuatu yang hilang, dan aku di tuduh sebagai pelaku nya. Kalau ada anda bersama ku, anda bisa menjadi saksi kalau aku tidak berbuat apa apa."Bual pria tersebut
"Baiklah,, "Seru Ana dengan nada kurang suka
__ADS_1
Ana pun mengikuti langkah pria tersebut, pria itu langsung duduk di sofa tamu sedangkan Ana hanya berdiri tak jauh dari nya.
Pria itu memperhatikan Ana, dia menatap Ana dengan tatapan lapar. Ana pun memundurkan langkah nya, dia jadi merasa was was dengan tatapan pria itu.
Tak lama pria itu pun berdiri menghampiri Ana, Ana yang ketakutan terus saja memundurkan langkah nya hingga badan nya menabrak dingin ruangan Aditya.
Priaitu pun semakin tersenyum nakal, dia mencoba mengelus pipi Ana. Wajah Ana pun kian memucat, rasa nya dia ingin berteriak tapi tak bisa. Lutut nya terasa lemas, badan nya pun bergetar dengan hebat.
Pria itu semakin mendekat karna melihat Ana yang tak bisa berkutik, Ana langsung menjatuhkan tubuh nya. Dia memeluk kedua lutut nya dan menenggelamkan kan kepalanya di celah antara kedua lutut nya.
Ana menangis, Ana mulai merasa kan takut yang luar biasa. Pria yang tadi mendekati Ana pun jadi panik, dia tak menyangka jika Ana akan seperti itu. Padahal dia hanya berniat menggoda saja, karna tertarik melihat wajah polos Anak.
Saat dia sedang panik, muncul lah Aditya dari dalam kamar madi. Aditya sangat kaget saat melihat sahabat nya yang terlihat sangat panik, Aditya pun segera menghampiri nya.
"Ada apa Ronald? Kenapa kamu terlihat panik sekali?"Tanya Aditya
"Maafin gue, tadi gue berniat ingin menggoda sedikit pegawai Elu . Tapi dia malah ketakutan seperti itu, padahal gue belum apa apain ini.."Keluh Ronald
Aditya mencoba mendekati Ana, dia pun menyentuh bahu Ana.Tapi Ana malah menepis nya dengan kasar, dia menatap Aditya dengan penuh permohonan Ana pun mengatup kan kedua tangan nya di depan wajah nya.
"Jangan sakiti Ranti lagi kak, Ranti mohon. Ranti janji tidak akan nakal, Ranti akan jadi anak yang baik,Ranti mohon maafin Ranti kak.. "Racau Ana, suara nya sangat pelan tapi Aditya dan Ronald masih bisa mendengar nya.
Tak lama Ana pun pingsan, Aditya dan Ronald sangat kaget melihat nya. Dengan sigap Aditya langsung menggendong Ana, dia merasa sangat iba dengan wanita itu.
"Elu ikut gue bawa dia ke klinik kantor,lain kali jangan macam macam. Elu biasa nya juga godaan jalang, ngapain Elu godaan pegawai gue."Kesal Aditya seraya berlari sambil menggendong Ana
Ronald hanya bisa pasrah karna harus mendengar omelan dari teman nya itu, Saat Rio melihat atasan nya menggendong Ana, Rio pun segera mengikuti langkah bos nya tersebut.
Sampai di klinik kantor Aditya langsung masuk dan meminta Dokter untuk memeriksa Ana, Aditya terlihat sangat menghawatirkan keadaan Ana sedangkan Ronald dan Rio hanya bisa terdiam melihat ke arah bos nya itu.
Saat Doktor memeriksa keadaan Ana, tak sedikit pun pandangan Aditya berpaling dari wajah Ana. Aditya bahkan memperhatikan nama yang tertera di name tage nya.
Ananda Aulia Hidyat ,tapi kenapa tadi dia bilang kalau nama nya adalah Ranti, sebenar nya dia siapa? "Batin Aditya
__ADS_1
Pandangan Aditya beralih pada Rio dan Ronald,"Rio tolong kamu selesaikan tugas saya, saya masih ada perlu di sini soal nya."Titah Aditya
"Siap pak, kalau begitu saya permisi."Ucap Rio
Pandangan Aditya kini beralih pada Ronald, "Karna Elu udah bikin karyawan Gue ketakutan, mending Elu pergi dulu. Tar malam kita ketemuan, Gue takut dia histeris lagi kalau lihat Elu."Jelas Aditya
"Sorry Bro ,Gue ngga maksud buat kekacauan di sini.Dia kaya orang yang punya trauma, Gue jadi kasihan sama dia."Ucap Ronald
"Udah Elu pulang sono, tar malam Gue kabarin lagi."Titah Aditya
Ronald pun hanya bisa pasrah, memang salah dia semua nya bisa jadi begini. Dia benar benar tak menyangka, jika keisengan nya akan membuat seorang gadis merasa ketakutan seperti itu.
Selepas kepergian Ronald, Aditya duduk di samping Ana. Wajah cantik Ana kini terlihat sangat pucat, Aditya pun memegang tangan Ana yang sedang terbaring lemah.
"Kenapa kamu terlihat begitu ketakutan? Apa sebenarnya yang pernah kamu alami?"Tanya Aditya
Dokter yang sudah selsai melakukan pemeriksaan terhadap Ana pun langsung bertanya pada Aditya, dia menanyakan kronologi kejadian yang menimpa Ana. Aditya pun menjelaskan kan nya, Dokter pun bisa mengambil kesimpulan setelah mendengar cerita Aditya.
"Maaf pak, seperti nya pegawai bapak ini pernah mengalami pelecehan seksual di masa kecil nya. Dia mengalami trauma berat, untuk menyembuhkan nya di perlukan terapi khusus."Jelas Dokter
Aditya pun mengangguk tanda mengerti, setelah nya dia mengibaskan satu tangan nya. Dokter yang mengerti pun langsung meninggal kan Aditya sendiri, sepeninggal Dokter Aditya terus saja memandang wajah Ana dengan penuh iba.
-
-
-
Terimakasih karena sudah mampir..
Jangan lupa like, koment, vote,rate ,kritik, saran dan juga tekan 💓untuk memfavoritkan..
TBC
__ADS_1