
...Terkadang orang yang paling kita sayang adalah orang yang bisa dengan mudah menyakiti hati kita.....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam ini Rini dan Rey terlihat tidur dengan begitu pulas, sedangkan Adi sedang merapikan baju dan merapikan apa yang akan mereka bawa untuk pulang ke jakarta.Karna Adi dan Rini sudah memutuskan, jika besok mereka akan pulang ke Jakarta.
Adi memperhatikan wajah Rey yang begitu terlihat tampan,jika Adi menatap Rey mata nya berwarna coklat kebiruan dan wajah nya nampak seperti blasteran.
Di lehernya pun ada kalung bertulis kan Rey, Adi jadi bertanya tanya. Apakah Rey anak orang kaya? ataukah dia anak korban penculikan? Atau kah dia anak yang tersesat karna di buang ibu tiri nya?
Ahh, Adi sungguh pusing jika memikir kan hal itu, tapi Adi dan Rini sudah memutuskan akan membawa Rey ke Jakarta. Mereka akan mengurus Rey seperti putra mereka sendiri,dan yang pasti mereka akan membicarakan hal ini terlebih dahulu ke pada pihak polisi.
Setelah semua nya rapih, Adi pun ikut merebahkan tubuh nya di samping Rini, Adi tidur sambil memeluk Rini dengan erat dan menyembunyikan kepala nya di ceruk leher Rini.
Kini mereka bertiga sedang tidur dengan lelap, wajah Rey kini terlihat begitu manis. Tidak seperti saat pertama di temukan, wajah nya nampak begitu sedih dan ketakutan.
*
*
Pagi ini Rini merasa jika tubuh nya merasa di himpit benda yang begitu besar, terasa berat dan sesak.Rini berusaha membuka mata nya, Rini pun tersenyum saat tahu apa penyebab nya.
Tubuh Rini di peluk oleh dua pria tampan, pria tampan yang sudah jadi suami nya dan pria kecil yang terlihat begitu menggemaskan.
Rini pun menggoyang goyang kan badan Adi, agar dia bisa bangun tanpa kendala.Tapi Adi terlihat begitu enggan untuk bangun, dan malah menyusupkan kepalanya ke dada Rini.
"Abang, bangun. lni sudah subuh.."seru Rini
Adi bukan nya bangun malah mengerat kan pelukan nya,hawa dingin yang menusuk sampai ke tulang membuat dia merasa sangat malas untuk bangun.
"Abang sayang,bangun yuk.."seru Rini sambil mengecup bibir Adi beberapa kali
Adi membuka matanya dan mencium Rini dengan lembut "Apa kamu mau mengajak olah raga pagi?"seru Adi dengan suara serak khas bangun tidur
"liissh,, Abang ini. Ada Rey Bang, ngomong nya jangan macam macam."seru Rini
__ADS_1
"Abang lupa De.."seru Adi sambil tersenyum
Adi pun segera bangun sesuai titah Rini, sedangkan Rini membenarkan posisi tidur Rey. Rey tidur dengan sangat nyaman, sehingga tak merasa terganggu dengan sentuhan dari Rini.
Pukul delapan pagi Rini,Adi dan Rey sudah siap untuk ke kantor polisi .Karna Rini dan Adi akan mengajak Rey ke Jakarta, maka mereka harus melapor kan nya terlebih dahulu ke kantor polisi.
Tak lupa Rini pun berpamitan dan mengucap kan banyak terimakasih kepada ibu Wahyuni, dia pun tak lupa menitip kan kembali kunci rumah nya. Sesampai nya di kantor polisi, Rini pun langsung meminta izin kepada pihak kepolisian untuk merawat Rey dan membawa nya ke Jakarta.
Pihak kepolisian pun mengizinkan, dengan syarat jika ada pihak dari keluarga Rey yang mencari maka Rini dan Adi harus dengan suka rela segera mengembalikan Rey. Dan Rini pun langsung menyetujui nya, yang penting untuk Rini saat ini dia bisa bersama dan bisa merawat anak malang tersebut.
Setelah urusan di kantor polisi selsai, mereka pun langsung berangkat menuju Jakarta memakai sepeda motor Adi. Dengan penuh kasih sayang Rini menjaga Rey seperti putra nya sendiri, sepanjang perjalanan Rini selalu memeluk dan mengelus rambut Rey.
Tak sampai satu jam mereka pun sudah tiba di kediaman bu Leli, Bu Leli sangat senang saat mendengar bunyi motor Adi yang berhenti tepat di depan rumah nya.
Bu Leli pun langsung berlari keluar, dia sungguh merindukan putri nya yang sudah delapan hari tak berjumpa dengan nya.
Saat sampai di luar Bu Leli terlihat sangat kaget, saat Rini menggendong anak laki laki tampan dan terlihat begitu menggemaskan.
"Rin, itu anak siapa?Kenapa pulang pulang dari Bogor malah bawa anak kecil"seru Bu Leli
"Kita ke alam dulu Bu. Biar aku menjelaskan nya di dalam, lagian aku juga cape ingin duduk."seru Rini
Bu Leli pun masuk kedalam rumah bersama Rini dan Adi, tapi mata nya tetap fokus pada anak tampan yang berada di gendongan Rini.
Setelah sampai di ruang tengah, Rini meminta Adi untuk mengajak Rey main di taman belakang. Sedangkan Rini, kini sedang menjelaskan tentang pertemuan nya dengan Rey.
"Rey, jadi nama anak tampan itu Rey? "tanya bu Leli
"Iya bu, aku merasa kasihan pada nya. Tapi jika nanti orang tua nya sudah ketemu, aku akan memberikan Rey pada orang tua nya."seru Rini
"Bagaimana kalau mereka adalah korban perampokan? Dan bagaiman jika orang tuannya sudah meninggal? "tanya Bu Leli
"Aku akan mengadopsi nya Bu."jawab Rini mantap
"Apa kamu Yakin dengan keputusan kamu ? "tanya Bu Leli
__ADS_1
"Aku yakin Bu, aku tidak tega melihat wajah tampan nya itu.."seru Rini
"Apa Adi setuju dengan keputusan yang kamu ambil? "seru Bu Leli
"Tentu saja Bu, Bang Adi sangat setuju. Apa tadi ibu tidak bisa melihat jika Bang Adi begitu menyayangi Rey? "seru Rini
"Ya, ibu bisa melihat nya. Dia memang sosok pria penyayang."seru Bu Leli
"Jadi,, ibu sudah tidak mempermasalah kan nya lagi kan? "seru Rini
"Baiklah nak, apa pun yang membuat kamu senang, ibu akan mendukung kamu. Yang penting, jalan yang kamu ambil adalah jalan yang benar."seru Bu Leli
Rini pun memeluk Ibu nya dengan erat "Terimakasih Bu, lbu memang yang terbaik."seru Rini
"Sudah sudah, jangan bicara terus. Ajaklah Adi dan Rey untuk makan, ibu yakin kalau kalian belum sempat makan."seru Bu Leli
"lbu memang paling paham bu.."seru Rini
Rini pun segera mengajak Adi untuk makan, Rey juga nampak antusias saat di ajak makan. Karna kebetulan semenjak di temukan Rini,anak itu terlihat sangat suka makan.
Tapi Bu Leli tak membiarkan Rey mengganggu acara makan Rini dan Adi, dengan telaten Bu Leli segera menyuapi Rey.
Bu Leli terlihat sangat senang, karna Rey termasuk tipe anak penurut. Dia sangat mudah untuk di arah kan, bahkan dia begitu pintar saat di ajak bermain.
-
-
-
-
Terimakasih sudah mampir..
Jangan lupa like dan tekan 💓untuk memfavoritkan..
__ADS_1
Dukungan mu adalah semangat bagi ku..
TBC