
Pagi ini Ana sudah terlihat sangat cantik, dia memakai kemeja putih panjang dengan bawahan celana hitam panjang.Rambut nya di gelung dengan apik, sehingga Ana terlihat sangat cantik dan manis.
Sesaat Ana menatap penampilan nya di depan cermin,"Sempurna "Ucap nya percaya diri
Ana pun keluar dari kamar kostan nya dengan membawa tas selempang berisi dompet dan ponsel, waktu baru menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Ana pun melangkah kan kaki nya menuju rumah Herdiyan, baru saja Ana mau mengetuk pintu tepi ternyata Herdiyan sudah membuka nya terlebih dahulu.
"Anak nya Daddy cantik sekali, Daddy jadi pangling lihat nya. "Sapa nya pada Ana
"Daddy terlalu berlebihan, apa aku boleh masuk?"Tanya Ana
"Tentu sayang, Daddy sudah menyiap kan sarapan untuk kamu. Daddy tidak mau kamu sampai kelaparan, apa lagi ini adalah hari pertama kamu bekerja."Jelas Herdiyan
"Terimakasih Dad,,"Seru Ana
Ana dan Herdiyan pun masuk ke dalam rumah, mereka langsung menuju ruang makan. Di sana Herdiyan sudah membuat kan sandwich dan segelas susu hangat, Ana pun langsung duduk dan menyantap makanan yang sudah Herdiyan siap kan.
"Enak Dad, aku suka. "Seru Ana
"Hari ini kamu udah mulai aktif kerja? "Tanya Herdiyan
"Kata nya sih hari ini kita semua akan di kumpulkan di dalam Aula, di sana akan di adakan acara pembukaan perusahan baru. Di sana juga kita akan di perkenalan kan dengan para petinggi perusahaan ,pokok nya hari ini akan di sibukan dengan acara pembukaan perusahaan judul nya."Jelas Ana
"Oh,, begitu ya.. Kalau begitu kamu hari hanya melakukan perkenalan saja ya? "Tanya Herdiyan
"Iya Dad, dan aku harap acara nya akan cepat berakhir. Karna aku tidak suka kalau harus berkumpul dengan orang banyak, aku lebih nyaman sendiri. "Seru Ana
"Belajar lah bersosialisasi dengan banyak orang, lupakan masa lalu yang menyakitkan kan itu.Kamu akan sembuh kalau diri kamu bisa melawan semua rasa takut itu. "Herdiyan menyemangati
"Iya Dad, aku akan berusaha untuk melawan rasa takut itu. "Yakin Ana
Setelah sarapan selesai Ana langsung berangkat ke tempat kerja nya, Ana hanya perlu berjalan lima menit saja untuk sampai ke tujuan. Karna memang tempat kerja nya berada di sebrang kostan, Ana masuk ke kantor dengan penuh semangat.
Saat Ana datang semua orang sudah mulai berjalan ke Aula, Ana melihat semua orang yang ada di sana terlihat sangat bahagia.
__ADS_1
Setelah semua karyawan berkumpul, datang lah seorang pria yang seumuran dengan Herdiyan. Dia mengatakan jika dia bernama Alexander Wilther, beliau adalah orang kepercayaan dari keluarga Xavier.
Dengan di buka nya usaha baru ini, beliau menyerah kan secara langsung kepemimpinan perusahaan pada anak tunggal dari keluarga Xavier.
Lelaki gagah dan tampan penerus perusahaan Xavier pun langsung maju kedepan, dia memperkenal kan diri nya dengan nama Aditya Reymond Xavier.Beliau berumur dua puluh tujuh tahun, dia lulusan terbaik S3 Dari Harvard University.
Saat dia memperkenal kan diri, dia terlihat sangat gagah. Tatapan nya begitu tajam, sosok nya begitu berwibawa.
Banyak dari kaum hawa yang begitu mengagumi nya, suara nya pun begitu lembut tapi terdengar tegas. Dari gestur tubuh nya terlihat sangat bagus dan menawan,sehingga membuat kaum hawa menatap nya penuh damba.
Tapi entah kenapa Ana malah terlihat takut saat menatap mata peria tampan itu,rasa nya dia memang mengagumi ketampanan nya. Tapi dia begitu tak suka saat melihat sorot mata nya, setelah lima belas menit memperkenal kan diri, beliau langsung turun dan mempersilahkan petinggi perusahaan lain nya untuk memperkenalkan diri.
Tiga jam berada di ruangan yang penuh dengan manusia membut Ana merasa sedikit sesak, Ana pun meminta izin untuk keluar sebentar dari ruangan tersebut.
Ana ingin mencari udara segar, sebelum acara makan bersama di mulai.Ana pun memilih untuk menenangkan diri di taman belakang perusahan,Ana pun duduk di salah satu bangku taman tersebut.
Saat Ana sedang menikmati kesendirian nya, tiba tiba pria yang tadi dia lihat di atas panggung kini sudah duduk tak jauh dari nya.
Ana pun sempat kaget, dengan cepat dia pun bangun dan masuk ke dalam gedung Aula kembali. Saat Ana masuk ,ternyata para karyawan sudah mulai mengantri untuk mengambil jatah makan siang mereka.
Pukul dua siang acara pun sudah selsai, para karyawan pun di perboleh kan untuk pulang. Tapi mulai besok, mereka harus mulai kerja dengan baik.
Ana pun dengan senang hati langsung keluar dari kantor, karna hari masih siang Ana sangat enggan untuk istirahat di kostan.
Ana pun akhir nya memutuskan kan untuk membantu Herdiyan di toko bunga nya, baru saja Ana masuk. Tapi Ana sudah harus bertemu lagi dengan pria itu, pria yang menurut Ana mempunyai tatapan yang menakutkan itu.
Herdiyan yang melihat Ana hanya diam saja, merasa sangat heran. Dengan cepat Herdiyan menghampiri nya, dia pun menyapa anak dari mantan istri nya itu.
"Sayang nya Daddy, kenapa malah berdiri di situ?"Tanya Herdiyan
Pria yang bernama Aditya itu sempat menoleh dan beradu pandang dengan Ana, tapi Ana dengan cepat mengalih kan pandangan nya.
"Maaf Dad, aku hanya sedikit lelah dan pusing karna tadi aku harus berkumpul dengan banyak orang."Jawab Ana
__ADS_1
"Duduk lah dulu, biar Daddy buatkan teh jahe untuk kamu."Titah Herdiyan
Ana pun langsung duduk di bangku tunggu, sedangkan Herdiyan langsung masuk ke dapur untuk membuat teh jahe untuk Ana. Aditya sempat memperhatikan Ana, Ana memang hanya gadis biasa tapi nampak manis jika di lihat.
Ana yang sadar sedang di perhatikan pun langsung melihat ke arah Aditya, takut takut Ana pun memandang lelaki itu.
"Jangan liatin saya kaya gitu Pak ,risih saya. "Ucap Ana
Dahi Aditya sedikit mengernyit, biasa nya banyak wanita yang rela bertingkah konyol demi ingin berkenalan dengan nya. Tapi kenapa Ana seakan sangat tidak menyukai nya, Aditya pun sempat berpikir jika Ana adalah wanita aneh.
Tak lama Herdiyan pun datang dengan secangkir teh jahe di tangan nya"Minum dulu sayang.. "Titah nya pada Ana
"Maaf Om, saya minta di buatkan buket Bunga Mawar sama Bunga Tulip. Segera ya Om, saya harus segera pergi soal nya. "Pinta Aditya
"Waah, anda hebat sekali Pak.Baru beberapa hari di sini sudah mau mengirim bunga saja, pasti untuk perempuan yang spesial ya? "Tanya Herdiyan sembari menyuruh anak buah nya untuk mempersiapkan pesanan Aditya
"Iya Om, buat Almarhum Mommy saya. Saya mau ke sana untuk mengunjungi nya,dua bunga ini adalah bunga kesukaan nya."Jawab Aditya
"Bagus itu nak, walaupun orang tua kita sudah tiada tapi kita harus tetap mengunjungi mereka di pusara terakhir nya."Nasihat Herdiyan
"Iya Om pasti,, "Ucap Aditya
Tak lama bunga yang Aditya pesan pun sudah siap, setelah membayar nya dia pun segera keluar dari toko bunga itu. Karna Aditya harus segera pergi ke pemakaman umum tempat Mommy nya di makam kan.
-
-
-
Terimakasih karena sudah mampir..
Jangan lupa like ,koment, vote, rate, kritik, saran, dan juga tekan 💓untuk memfavoritkan..
__ADS_1
TBC