
Jangan lupa tekan 💓 untuk memfavoritkan..
Like, vote, rate, selalu ku tunggu..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sepulang kerja Adi melihat Rini sedang duduk termenung di depan teras rumah Adi,dia pun merasa bingung. Sebenarnya apa yang terjadi pada Rini? Kenapa dia terlihat sangat sedih?
Itulah beberapa pertanyaan yang hinggap di benak Adi, adi pun menghampiri Rini dan bertanya pada nya..
"De,, Kenapa kamu melamun sendirian? "seru Adi
"Eh, Abang sudah dateng. Ade mau ngobrol sama Abang, boleh kan? "seru Rini
"Apa tidak ada yang akan marah? "seru Adi
"Ah,, Abang gak asik!! "marah Rini sambil mencebik kan bibir nya
"Iya iya,, tunggu sebentar, Abang ambil minum dulu.."seru Adi
Adi pun masuk ke dalam rumah nya, dia membuatkan dua minuman hangat dan membawa beberapa camilan untuk teman ngobrol mereka.
"De, di minum dulu teh nya.. "seru Adi
"Makasih banyak bang.. "seru Rini
"Sama sama"seru Adi
"Bang, Rini mau curhat. "seru Rini
"Kamu kenapa lagi si de? "tanya Adi
"Mas Herdiyan selingkuh bang, bahkan selingkuhan nya sudah hamil dua bulan."seru rini sambil terisak
"Ya allah de, suami kamu ko tega bener sih sama kamu?! "seru Adi
"Iya bang, dan lebih parah nya lagi selingkuhan suami ku adalah kakak nya kinan .''seru Rini
"Kakak nya kinan? Berarti maksud kamu kak Salsa?"seru Adi
"Iya Kak, aku harus bagaimana? Aku ngga mau di madu pokok nya!! "seru rini
"Tunggu dulu de, setahu abang kak Salsa itu sudah punya pacar. Malah pacar nya itu masih teman satu kerjaan nya kak Salsa.. "seru Adi
"Maksud abang? "seru Rini
__ADS_1
"Abang cuma heran aja, kak Salsa pacaran sama teman satu profesi nya tapi hamil nya kok bisa sama suami kamu ya? "seru Adi
"Tau ah kak, Ade sedih banget tahu..! "seru Rini
"Sudah jangan sedih, sekarang kamu pulang saja sana.Mandi trus dandan yang cantik, nanti malam kita pergi ke pasar malam. Mau ngga? "seru Adi
"Boleh kak,, Ya sudah aku pulang dulu. "seru Rini
Rini pun langsung pulang ke rumah nya, dia ingin segera mandi dan bersiap untuk pergi ke pasar malam. Setidak nya dengan pergi nya dia bersama Adi, mungkin bisa mengurangi beban pikiran nya.
Begitu pun dengan Adi, dia buru buru masuk ke dalam rumah nya. Dia ingin segera bersiap agar bisa pergi dengan wanita yang sangat ia cintai, dia juga ingin menghibur Rini agar tidak sedih lagi.
pukul tujuh malam adi sudah bersiap, dia menunggu Rini di teras depan rumah nya. Saat sedang asik menunggu, tiba tiba Adi melihat mobil suami Rini melintas depan rumah nya.
Adi langsung menunduk kan wajah nya, wajah yang tadi terlihat ceria kini berubah jadi sedih.
"Seperti nya, aku tidak akan jadi pergi. "seru Adi lirih
Adi terus memperhatikan gerak gerik Herdiyan, saat suami Rini hendak mengetuk pintu.Seolah kebetulan Rini pun sedang membuka pintu, wajah Herdiyan berubah senang saat melihat Rini membuka pintu dengan keadaan nya yang sudah sangat cantik ..
Rini terlihat sangat kaget saat melihat Herdiyan lah yang datang..
"Sayang,, seperti nya kamu sudah tahu kalau mas mau kemari? "seru Herdiyan
"Maksud mas? "seru Rini
"Geer banget sih mas, aku mau pergi bukan mau nyambut kamu. "seru Rini jutek
"Sayang, mas kan sudah minta maaf. Masa kamu ngga mau Maafin mas.. "seru Herdiyan
"Mas, aku sudah Maafin mas. Tapi aku sudah tidak bisa lagi hidup sama mas, aku tidak mau di madu."seru Rini
"Sayang,, please ,,jangan tinggalkan mas. Mas sangat mencintai kamu, mas baru sadar kalau kamu itu istri yang sangat mas cintai. mas ngga mau kehilangan kamu.. "seru Herdiyan
"Ibu,, bapak,, "teriak Rini
Ibu Leli dan pak Dani pun segera keluar menghampiri Rini dengan suami nya.
"Kenapa nak? "seru pak Dani
"Dia maksa aku terus pak buat kembali sama dia, tapi aku ngga mau di madu. "seru Rini pada bapak nya
"Tapi pak, saya janji Rini tetap akan saya nomer satu kan. Saya menikahi Salsa karna saya harus bertanggung jawab atas bayi yang dia kandung. "seru Herdiyan
"Begini saja nak, kita bicarakan di dalam. Tidak enak bicara di luar, banyak orang yang dengar. "ucap pak Dani
__ADS_1
"Baik pak"seru Herdiyan
Saat Herdiyan masuk dengan bapak nya Rini, Rini menghampiri ibu nya. Dia berpamitan untuk pergi ke pasar malam dengan Adi, awal nya ibu nya tidak mengizinkan kan. Tapi dengan alasan ingin menenangkan pikiran, bu Leli pun mengizinkan.
Rini langsung menghampiri Adi, dengan segera dia mengajak Adi untuk pergi. Rasa nya dia sudah tidak tahan jika harus berhadapan dengan suami yang sudah mengkhianati rumah tangga mereka.
Saat sudah sampai di pasar malam, Rini terlihat sangat bahagia. Di sana Rini tidak menaiki wahana apa pun, karna dia adalah seorang penakut.
Bukan tanpa alasan dia tidak mau menikmati setiap wahana yang di suguh kan, pasal nya saat kecil dia pernah naik kora kora tapi pas turun dia merasakan pusing yang sangat hebat, Rini langsung muntah muntah sampai tak sadar kan diri.
Sampai sekarang dia sangat trauma, tapi untuk ke pasar malam tetap saja hal yang menyenangkan buat nya. Di sana dia bisa menikmati jajanan yang beragam dengan sepuas nya..
"De, kamu itu gila ya.. suami datang bukan nya di sambut, malah ngajakin Abang ke sini. "seru Adi
"Abang ngga usah ngomong gitu deh, Rini tahu kok Abang senang kan bisa pergi berdua sama Rini? "seru Rini sambil mendekatkan wajah nya ke arah Adi
Adi yang mendapat perlakuan seperti itu dari Rini pun langsung salah tingkah..
"Apaan sih de? "seru Adi menghindar
"Udah deh bang, dari pada kita bahas yang ngga jelas. Mending kita nyari makanan yang enak enak, kita makan sepuas nya, kita keliling sepuasnya. "seru Rini
"Ayo,, siapa takut.. "seru Adi
Rini menaut kan tangan nya ke tangan Adi, hal itu membuat adi lebih salah tingkah lagi.
"Santai aja si bang, aku cuma takut abang hilang ."goda Rini
"Apa sih de? "seru Adi sambil tersipu
"Kelakuan Abang kayak anak perawan.."Seru Rini
"Abang emang bujang tulen de, wajar kalau masih malu malu.Ngga kaya kamu yang masih kecil, tapi sudah pengalaman. "seru Adi
"Abang!!!" kesal Rini
Adi pun tersenyum melihat tingkah Rini, mereka pun segera berjalan untuk menikmati indah nya kebersamaan mereka di pasar malam saat ini.
-
-
-
Jangan lupa tinggal kan jejak ya
__ADS_1
TBC