Trauma Masa Lalu

Trauma Masa Lalu
Suami Siaga


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari hari Rini jalani dengan penuh kebahagiaan, Rini sangat bahagia karna masa kehamilan nya di rasa sakit menyenangkan.


Tidak ada yang nama nya mual muntah, tidak ada yang nama nya keluhan. Rini nampak merasa biasa saja, calon anak nya itu di rasa sangat pengertian menurut Rini.


Hari hari Rini habiskan dengan mengantar jemput Rey,karna anak tampan itu kini sudah sekolah kelas satu semester dua.


Perut Rini pun kini sudah membuncit, karna usia kehamilan nya sudah masuk sembilan bulan. Rey sangat antusias melihat perut Rini yang makin membesar, tiap hari dia selalu mengelus dan mencium perut besar Rini.


Bahkan ke pada teman nya pun dia selalu memamerkan kehamilan Rini, dia sungguh senang karna sebentar lagi dia akan punya adik.


Begitu pun dengan Adi, dia bertambah siaga seiring bertambah nya usia kandungan Rini. Bahkan Rini tidak di biarkan bekerja sama sekali, dia pun menggunakan jasa orang lain untuk sekedar mencuci dan membersihkan rumah nya.


Rini hanya boleh melakukan senam hamil dan jalan di pagi hari, karna kata dokter itu sangat bagus untuk memperlancar proses melahirkan secara normal.


Rini sudah bertekad akan berusaha melahirkan secara normal, dia merasa dia akan menjadi ibu yang sempurna jika melahirkan secara normal.


Adi pun selalu mendukung nya, selama tidak ada keluhan dan tentu nya selama masa kehamilan Rini memang tidak pernah bermasalah .


Seperti pagi ini, Rini sudah bersiap untuk mengantarkan Rey ke sekolah .Tentunya dia juga sudah menyiap kan sarapan untuk pagi mereka, Rini pun segera menghampiri suami nya yang sedang bersiap di kamar nya.


"Bang, sarapan sudah siap. Sarapan lah dulu sebelum berangkat, aku juga sudah sangat lapar."seru Rini sambil mengelus perut nya


Adi pun tersenyum, Adi langsung berjongkok agar bisa menggapai perut buncit istri nya. Adi pun langsung mengusap lembut perut Rini, tak lupa dia pun menghujani ciuman di perut istri nya.


"Sayang nya ayah, kamu baik baik ya di perut bunda.Kalau sudah mau bertemu sama Ayah dan Bunda, jangan lama lama kontrakan nya. Kasihan Bunda, cepatlah keluar tanpa menyakiti Bunda."Seru Adi


Satu pukulan Rani layang kan di pundak Adi"Abang ngga boleh ngomong kaya gitu sama dedek, dimana mana lahirkan itu sakit Bang.Tapi insya Allah Ade sudah siap, Ade pengen nikmatin masa masa itu Bang."seru Rini


"Iya sayang, maaf jika Abang salah bicara.Smoga semua berjalan dengan lancar, dan Allah selalu melindungi kita."seru Adi

__ADS_1


"Aamiin,, sekarang sarapan dulu. Nanti kamu telat, pasti kamu sibuk banget ya tanpa bantuan dari ku."seru Rini sambil berjalan ke luar kamar


"Repot si iya, tapi Abang sangat menikmati nya."seru Adi


Mereka pun duduk di meja makan, di sana Rey sudah duduk anteng dengan gaya nya yang semakin cool. Rini pun langsung mengendok nasi goreng buatan nya untuk Adi, setelah nya dia mengendok satu piring lagi untuk dia sarapan bersama dengan Rey.


Anak tampan itu selalu saja ingin makan berdua dengan Rini, Rey selalu berkata ingin makan bersama dengan Robi. Karna jika sang adik sudah lahir, pasti Rini akan sibuk mengurus dede bayi.


Rey seakan takut kehilangan kasih sayang dari Rini, padahal Rini dan Adi sudah bertekad agar bisa membagi waktu untuk Rey dan juga anak kandung nya nanti.


Rini pun dengan telaten menyuapi Rey, sesekali dia pun menyuap kan nasi ke mulut nya Karna perut nya sudah terasa sangat lapar.


Adi pun mengambil alih tugas Rini, dia menyuapi Rey yang terlihat sangat lahap. Rini pun tersenyum ke arah suami nya, dia tahu jika Adi ingin dia sarapan dengan benar.


"Sayang, makan lah yang banyak biar Abang yang suapi Rey."seru Adi sambil mengusap lembut pipi Rini


"Iya Abang sayang, Abang juga harus makan yang banyak. Karna Abang harus bekerja keras siang dan malam, biar tambah kuat. "seru Rini sambil tersenyum menggoda


Adi pun mencuil dagu Rini"Kamu makin nakal De."seru Adi sambil berbisik


"Ayah sama Bunda kenapa? "seru Rey


"Ngga apa apa sayang, sekarang makan nya di habiskan ya? Kamu harus segera berangkat sekolah, Ayah juga harus segera berangkat ke toko kue."seru Adi


"Baik Ayah, Rey di antar Ayah kan? "seru Rey


"Tentu sayang, sama Bunda juga.Rey yang pintar sekolah nya, jadilah anak yang bisa mengukir prestasi."seru Adi


"Tenang saja Yah, Rey adalah anak yang jenius. Nilai Rey selalu bagus, Bu guru saja selalu bilang Rey di anak jenius.Kalau Ayah ngga percaya, Ayah tanya saja sama Bunda."seru Rey


"Iya iya, Ayah percaya sama Rey."seru Adi

__ADS_1


Setelah selsai sarapan, kini Adi pun sudah mulai memanaskan motor nya sambil menunggu Rey dan Rini yang sedang bersiap.


Tak lama Rini dan Rey pun menghampiri Adi, mereka pun langsung berangkat. Yang pertama di tuju, tentu saja sekolah Rey.


Padahal dengan berjalan kaki pun hanya memerlukan waktu sepuluh menit, tapi karna jalan nya searah dengan jalan ke toko Adi pun mengajak mereka untuk bareng naik motor.


Itulah yang setiap hari lakukan, kalau saat pulang sekolah Rini akan mengajak Rey untuk berjalan kaki. Karna selain sehat, Rini juga harus banyak jalan kaki untuk memperlancar proses persalinan nya.


Sesampai nya di sekolah Rey, Adi langsung berpamitan untuk ke toko. Sedangkan Rini masih ingin di sekolahan, dia ingin menanyakan perkembangan Rey di sekolah.


Saat Rey sudah masuk ke kelas, Rini menghampiri wali kelas nya. Karna kebetulan ,masih ada waktu lima belas menit sebelum masuk kelas.


"Assalamualaikum bu.."seru Rini


"Waalaikum salam bu Rini, silahkan masuk."seru Bu Aini wali kelas nya Rey


Rini pun duduk tepat di depan Bu Aini, "Maaf bu mengganggu,saya hanya ingin bertanya tentang Rey."seru Rini


"Rey anak yang baik bu, bahkan dia sangat jenius.Saya dan kepala sekolah sudah mengetes kepintaran nya,otak nya sudah mampu menangkap pelajaran setara SMP bu. Jadi kami sudah memutuskan, jika saat kenaikan kelas nanti dia akan langsung naik ke kelas empat."seru Bu Aini


Rini melongo tak percaya, dia hanya bisa diam mematung tanpa berkata apa pun. Sehebat itukah anak angkat nya?


Sebenar nya siapa Rey? Kenapa Rini bisa menemukan anak sehebat Rey? Rini sungguh penasaran, tapi dia tidak tahu harus kemana mencari informasi tentang Rey.


-


-


-


Terimakasih sudah mampir..

__ADS_1


Jangan lupa like dan tekan 💓untuk memfavoritkan..


TBC


__ADS_2