
Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik dan saran yang membangun ya..
Dukungan mu adalah semangat bagi ku..
Selamat membaca..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tiga bulan sudah usia pernikahan Rini dan Herdiyan, ibu Leli dan pak Dani sudah sangat merindukan anak mereka Rini. pasal nya, dari pertama menikah Rini baru satu kali mengunjungi mereka.
"Pak, besok pagi ibu mau berkunjung ke rumah Rini ya.. Ibu kangen, sudah lama sekali dia tak berkunjung."seru bu Leli
"Iya bu, bapak juga kangen. Tapi besok bapak kerja, besok sebelum berangkat kerja bapak antar ibu ke rumah Rini. "seru pak Dani
"Makasih ya pak.. "seru bu Leli
Setelah obrolan malam selesai, pak Dani dan bu Leli pun segera bergegas untuk tidur. Karna besok pagi, dia akan menemui anak mereka di kediaman nya.
*
Pagi pagi sekali Bu Leli sudah terbangun dari tidur nya,dia sedang membuat udang asam manis dan tumis capcai kesukaan Rini.
Setelah semua nya terlihat siap, Bu Leli pun meminta suami nya untuk segera mengantar nya ke rumah Rini. Dia sudah sangat tidak sabar untuk segera bertemu dengan anak nya tersebut.
"Pak, ayo kita ke rumah Rini.. "seru Bu Leli
"Tapi bu, ini baru jam enam pagi. "seru pak Dani
"Tapi ibu sudah sangat merindukan Rini pak.."Rengek Bu Leli
"Iya iya, bapak akan mengantar ibu ke sana. Tapi bapak tidak bisa ikut masuk ke rumah Rini ya Bu, bapak harus segera ke kantor."seru pak Dani
"Iya pak, tidak apa apa. Yang penting ibu bisa ketemu sama Rini. "seru Bu Leli
Dengan penuh semangat Bu Leli menyiapkan masakan kesukaan Rini, dia pun segera berangkat dengan di antar oleh pak Dani suami nya.
Sesampai nya di rumah Rini, pak Dani langsung pamit ke pada istri nya. Bu Leli pun memahami kesibukan suami nya, bu Leli pun dengan perlahan berjalan menuju pintu rumah Rini.
Bu leli melihat pintu depan rumah nya nampak terbuka, dengan perlahan dia pun masuk ke dalam rumah Rini. Beberapa kali Bu Leli memanggil anak nya, tapi tidak ada sahutan.
Samar samar dari arah dapur terdengar suara teriakan, Bu Leli pun dengan perlahan menghampiri arah suara tersebut. Bu Leli mengedarkan pandangan nya, hingga tatapan nya tertuju pada dua manusia yang sedang berdebat di ruang makan.
__ADS_1
Bu Leli berusaha menajam kan pendengaran nya, dia sungguh ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada kedua anak menantu nya tersebut.
"Sudah ku bilang, aku menikah dengan mu karena aku ingin punya keturunan. "seru Herdiyan
"Tapi mas, mungkin saja allah belum memberi kan kita kepercayaan. Makanya sampai sekarang aku belum hamil.. "seru Rini
"Ini sudah tiga bulan kita menikah, aku rasa kamu harus segera memeriksa kan diri ke dokter."seru Herdiyan
"Untuk apa mas? "seru Rini
"Untuk memeriksa kan kesuburan kamu, siapa tahu kamu itu mandul. masih muda tapi ngga hamil hamil, apa nama nya kalau bukan mandul!!"seru Herdiyan dengan senyum mengejek
"Mas, jangan bicara seperti itu. Itu tidak baik, berdo'a lah yang baik. "seru Rini
"Saat aku kerja, aku mau kamu memeriksakan diri. kalau kamu mandul, aku pastikan aku akan langsung mencerai kan kamu."seru Herdiyan dengan suara yang pelan tapi penuh dengan penekanan
Herdiyan membanting gelas yang dia pegang hingga hancur dan berlalu meninggal kan Rini sendirian, Bu Leli langsung bersembunyi di balik tembok agar Herdiyan tak melihat nya.
Bu Leli memperhatikan Rini dari kejauhan, tampak dia sedang memunguti pecahan cangkir yang di lempar suami nya itu sambil menangis sesegukan.
Bu Leli perlahan lahan menghampiri Rini, dia ikut berjongkok dan memeluk Rini dengan erat. Rini tampak kaget dengan kedatangan ibu nya, dengan cepat dia menghapus air mata nya.
"Ibu,, ibu kapan datang? "tanya Rini
Rini menganggukan kepala nya tanda mengiyakan, terlihat tatapan mata Bu Leli yang terlihat kecewa.
"Bangun nak, ibu sudah buatkan makanan kesukaan kamu. "seru Bu Leli
Rini pun tersenyum dia segera bangun dan meraih apa yang di bawa oleh ibu nya, dia pun menata nya di piring saji.
"Wah,, Rini sudah lama tidak makan masakan ibu. Ini pasti sangat enak, suapin Bu.. "seru Rini manja
Bu Leli mengusap puncak kepala anak nya, dengan penuh kasih sayang Bu Leli pun menyuapi Rini. Baru saja satu suapan, terlihat Herdiyan datang dan menghampiri mereka dengan keadaan yang sudah rapi.
"Ibu, kapan datang bu? "seru Herdiyan
"Baru saja, ibu kangen sama kalian. Kenapa kalian tidak pernah menginap di rumah ibu? "seru Bu Leli
"Kami kan pengantin baru bu, pengen nya mesra mesraan terus. Malu nanti kalau nginap di rumah ibu.."seru Herdiyan beralasan
"Ya sudah, kamu sarapan dulu. "seru Bu Leli
__ADS_1
"Iya Bu"seru herdiyan
Herdiyan pun terlihat sarapan dengan lahap, setelah sarapan dia langsung pamit untuk bekerja. Herdiyan terlihat memperlakukan Rini dengan lembut, bahkan dia mengecup singkat bibir Rini di depan ibu nya.
Berbeda sekali dengan Herdiyan yang Bu Leli lihat saat dia baru datang, dia nampak mengerikan dengan amarah nya.
Setelah kepergian Herdiyan, Bu Leli langsung menginterogasi puteri nya.
"Sayang, apa sikap suami mu selalu seperti itu? "tanya Bu Leli
"Maksud ibu? "seru Rini
"Tadi saat ibu datang ibu melihat pertengkaran kalian, dia nampak tempramen dan sangat mengerikan.Tapi tadi, dia terlihat sangat baik. "seru Bu Leli
"Iya bu, tiap hari dia selalu seperti itu. Tiap hari marah marah, tapi sesudah nya selalu bersikap seakan tidak terjadi apa apa. "seru Rini
"Maaf kan ibu, tadi nya ibu kira kalian akan bahagia. Tapi ternyata ibu salah, kamu terlihat sangat tertekan."seru Bu Leli
"Tidak apa apa bu, mungkin ini sudah jalan taqdir ku."seru rini
"Berjanjilah sayang, jika dia memperlakukan kamu dengan tidak baik kembalilah pada ibu dan bapak."seru Bu Leli
"Tidak bu, aku akan berusaha menjalani pernikahan ini. Jika suatu saat aku sudah benar benar tak sanggup, baru aku akan meninggal kan nya. "seru Rini
"Maaf kan ibu,, maaf kan ibu.. "seru Bu Leli sambil menangis
"Sudah bu, semua nya sudah terjadi. aku akan berusaha untuk menjalani nya dengan ikhlas. "seru Rini
Bu Leli merasa begitu bersalah karna telah menerima perjodohan ini, dia tidak menyangka jika anak nya sangat menderita dengan lelaki pilihan nya.
-
-
-
-
Terimakasih sudah mampir..
Jangan lupa tinggalkan jejak dan tekan 💓untuk memfavoritkan..
__ADS_1
TBC