Trauma Masa Lalu

Trauma Masa Lalu
Resmi Bercerai


__ADS_3

Jangan lupa like, vote, rate, kritik dan saran yang membangun ya..


Jangan lupa tekan 💓untuk memfavoritkan..


Selamat Membaca..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini Rini sudah resmi bercerai, di usia nya yang bahkan belum genap dua puluh tahun dia sudah menyandang setatus janda. Sungguh miris nasib yang di alami Rini, dia harus mengalami masa muda yang tak sepantasnya nya.


Setelah keluar dari ruang sidang Herdiyan langsung memeluk Rini dengan erat, dia terus saja menangis dan meminta maaf atas semua kesalahan nya terhadap Rini.


Dia sungguh menyesali kebodohan nya, Rini hanya terdiam di pelukan Herdiyan. Pak Dani yang melihat pemandangan seperti itu, sungguh merasa tak enak hati. Pak Dani pun menghampiri Herdiyan dan menepuk pundak nya pelan.


"Nak, sudah lah. Tidak usah bersedih lagi, mulailah hidup yang baru. Begitu pun dengan Rini ,dia pun akan memulai kehidupan nya yang baru. "seru pak Dani


Herdiyan melepaskan pelukan nya, dia pun menoleh ke arah pak Dani dan langsung memeluk nya.


"Iya pak, saya sangat menyesal. Saya harap kalian semua tidak membenci saya,walaupun saya masih sangat mencintai Rini."seru Herdiyan


"Sudah sudah,, tidak ada yang perlu di sesali. Besok kamu akan menikah lagi dengan Salsa, jangan sampai kamu membuat kesalahan yang sama."seru pak Dani menasehati


"Baik pak, saya akan mengusahakan nya."seru Herdiyan


"Sebaik nya kita semua segera pulang"seru pak Dani


Herdiyan mengusap lembut tangan Rini, dia seakan enggan untuk berpisah dengan mantan istri kecil nya itu.


"Maafin mas ya Rin, semoga kamu bahagia tanpa mas. Semoga kamu menemukan pengganti mas, pria yang lebih baik dari mas. "Seru Herdiyan


"Iya mas, Rini sudah Maafin mas kok. Semoga mas bisa bahagia dengan kak Salsa,apalagi kak Salsa sedang mengandung pasti mas akan bahagia karna akan mendapatkan keturunan."seru Rini


"Entah lah Rin, tapi mas merasa tak bahagia."seru Herdiyan


"Aku pulang ya mas, jaga kesehatan kamu jangan sampai telat makan nanti magh kamu kambuh lagi."seru Rini mengingat kan


Herdiyan hanya mengangguk kan kepala nya, dia benar benar merasa tak sanggup harus berpisah dengan Rini. Entah kenapa dia tidak begitu suka dengan Salsa, wanita yang katanya kini sedang mengandung calon anak nya.

__ADS_1


Semua orang kini pergi meninggal kan pengadilan, Herdiyan pulang dengan rasa sesak yang teramat. Sedangkan Rini, kini dia bisa bernafas dengan lega.


Sudah tidak ada lagi yang namanya rasa takut di poligami, dia sudah terbebas dari jeratan Herdiyan. Walau tak di pungkiri, jika masih ada rasa sayang buat sang mantan suami.


Sepulang dari pengadilan, Rini langsung masuk ke kamar nya. Dia ingin menenangkan pikiran nya.Sungguh hidup terasa sangat berat untuk nya, semoga saja tidak ada orang yang mencibir tentang status nya.


*


tok tok tok


terdengar suara pintu di ketuk dari luar, Rini yang sedang tertidur pun langsung terbangun.


"Siapa? "tanya Rini


"Ini ibu sayang, boleh ibu masuk? "tanya bu Leli


"Masuk saja bu, pintu nya tidak di kunci."seru Rini


Bu Leli pun membuka pintu nya, dia berjalan ke arah tempat tidur di mana Rini sedang berbaring.


"Sayang, mau sampai kapan kamu tidur? "seru bu Leli


"Ini sudah mau maghrib sayang, kamu sudah tidur dari habis dzuhur. "seru bu Leli


"Masya allah bu, Rini tidur nya kelamaan ya bu? "seru Rini


"Iya nak, sekarang bangun dan mandi. Sebentar lagi mau maghrib, jadi kamu harus mandi dengan cepat."seru bu Leli


"Iya bu, maaf kan Rini. Rini akan segera bangun dan mandi, ibu tunggu di mushola saja. "seru Rini


Ibu Leli hanya tersenyum mendengar ucapan anak nya,dia segera keluar dari kamar Rini. Dia akan segera ke mushola yang pak Dani buat khusus untuk mereka,pak Dani memang sengaja membuat mushola kecil dekat taman belakang rumah nya agar mereka bisa beribadah bersama.


Setelah mandi Rini langsung menyusul ke mushola, di sana sudah nampak pak Dani, bu Leli, dan bi ijah yang sedang menunggu. Setelah semua nya berkumpul, pak Dani pun maju ke depan untuk menjadi imam.


Mereka menjalankan kan ibadah shalat maghrib dengan khusyuk, setelah selesai mereka pun bersiap untuk makan malam.


Sungguh hari ini adalah suatu perubahan yang besar dalam hidup Rini, kini dia harus mulai memikirkan apa yang selanjut nya akan dia lakukan..

__ADS_1


Setelah selsai makan malam, Rini hanya berdiam diri di depan rumah nya. Di sana hawa nya terasa adem karna banyak nya bunga bunga yang bu Leli tanam, Bu Leli memang sangat menyukai bunga. Sehingga mau di depan rumah atau pun di belakang rumah, semua nya di hias oleh keindahan bunga bunga.


Rini duduk termenung di atas bangku rotan, hawa yang terasa begitu sejuk mampu mendamaikan hati nya yang serasa kalut.


Tidak jauh dari rumah Rini, nampak Herdiyan di dalam mobil nya. Dengan setia dia memandang wajah Rini dari kejauhan, sungguh ia sangat rindu dengan mantan istri kecil nya itu.


Padahal seharusnya Herdiyan sedang sibuk mempersiapkan pernikahan nya, tapi entah kenapa dia merasa sangat enggan. Hanya dengan melihat wajah Rini dia merasa sangat senang, tapi saat melihat wajah sendu mantan istri nya hati nya terasa sakit.


Sedangkan Adi kini sedang menikmati secangkir teh hangat di depan teras rumah nya, dia sangat ingin menemui Rini dan menghibur nya. Adi sangat tahu kalau hari ini adalah hari yang berat untuk Rini, makanya dia ingin segera menghibur ny.


Saat Adi bangun untuk menghampiri Rini, dia melihat mobil Herdiyan terparkir tak jauh dari rumah nya. Herdiyan nampak memperhatikan Rini, dari sorot mata nya Adi bisa melihat penyesalan nya yang begitu dalam.


Adi pun mengurung kan niat nya, dia duduk kembali sambil menikmati secangkir teh hangat yang sempat ia tinggal kan.


Malam sudah semakin larut, Rini pun memutuskan untuk masuk dan beristirahat. Tapi saat dia bangun dari duduk nya dia melihat Herdiyan yang sedang memandangi nya dari jauh, Rini pun menghampiri nya.


"Mas, ngapain di sini? "Seru Rini


"Mas kangen Rin,, "seru Herdiyan


"Aku tahu perpisahan ini sangat berat buat kita, tapi mas harus segera pulang. Tidak enak jika di lihat orang lain, mereka pasti akan berpikir yang tidak tidak."seru Rini


"Baiklah, mas akan pulang. Mas harap kamu jangan membenci mas, kalau ada apa apa kamu bisa hubungi mas."seru Herdiyan


"Iya mas, pulang lah."seru Rini


Herdiyan pun segera bergegas pulang, dia sadar kini dia tidak punya hak lagi atas Rini.


-


-


-


-


Terimakasih sudah mampir..

__ADS_1


Jangan lupa tinggal kan jejak ya..


TBC..


__ADS_2