Trauma Masa Lalu

Trauma Masa Lalu
Mohon Izinkan


__ADS_3

Para bodyguard itu menatap ku dan Daddy dengan tatapan penuh selidik, aku sangat takut tapi Daddy selalu saja berusaha untuk menguatkan ku.


"Permisi tuan,, apa kamu boleh bertemu dengan pak Aditya? "Tanya Daddy, semua bodyguard itu pun saling pandang.


"Maaf tuan, tidak sembarang orang bisa masuk ke rumah ini. Kalau boleh saya tahu, anda ada perlu apa datang kemari? "Tanya salah satu bodyguard itu


"Aku,, ingin bertemu dengan nya.. Aku mohon izin kan lah walau hanya sebentar, aku janji tidak akan macam macam."Ucap ku


Mereka saling pandang kembali, "Maaf tuan, maaf Nona kami tidak bisa mengizinkan anda masuk."Ucap Nya


Aku pun sangat sedih, karna ternyata untuk bertemu dengan kak Rey itu ternyata sangat susah.Daddy pun memeluk ku, dia berusaha untuk menenangkan ku.


Saat Daddy sedang memeluk ku, tiba tiba saja dari dalam rumah tersebut Tuan Alexander Wilther datang menemui ku dan Daddy.


"Ada perlu apa kamu kemari? "Tanya tuan Alexander


"Tuan, tolong izin kan aku untuk bertemu dengan kak Rey walau hanya sebentar. "Pinta ku


Tuan Alexander terlihat mengerutkan kening nya,"Mau apa kamu bertemu dengan Tuan muda Rey? "Tanya Tuan Alexander


"Aku hanya ingin melihat keadaan nya, aku sangat khawatir pada nya.Ku mohon tuan, izin kan aku bertemu dengan nya walau hanya sebentar saja."Ucap ku memohon


Tuan Alexander nampak berpikir,"Kenapa kamu memanggil tuan muda dengan panggilan Rey?"Tanya tuan Alexander


Aku pun sangat bingung bagaimana cara menjelaskan nya, tuan Alexander pun menatap ku dengan penuh selidik. Dia memperhatikan penampilan ku dari atas sampai bawah, lalu dia pun menatap Daddy.


"Anda siapa? "Tanya Tuan Alexander


"Saya Daddy nya Tuan, saya mohon izinkan anak saya bertemu dengan tuan Aditya walaupun hanya sebentar.."Pinta Daddy


Tuan Alexander pun terlihat menghela napas,"Baiklah, tapi hanya sebentar saja. "Ucap Tuan Alexander


Aku pun tersenyum senang dan langsung memeluk Daddy, tuan Alexander pun mempersilahkan kami untuk masuk. Tentu saja dengan banyak nya bodyguard yang mengawal kami, tuan Alexander mengajak ku ke taman belakang.

__ADS_1


Sampai di taman ,tuan Alexander menghentikan langkah nya. Aku pun ikut berhenti, aku pun mengedarkan pandangan ku. Tak jauh dari pintu masuk, ada seorang pria yang sedang duduk membelakangi kami.


"Nona, ,"Panggil tuan Alexander


"Ya, tuan Alexander.."Sahut ku


"Silahkan anda temui tuan muda, saya kasih waktu sepuluh menit."Ucap Tuan Alexander


Aku pun segera melangkah kan kaki ku menuju tempat kak Rey berada, dia terlihat duduk di bangku taman. Mata nya seperti sedang melihat bunga yang ada di sana, tapi tatapan mata nya terlihat kosong.


Wajah tampan nya terlihat sangat kusut, rambut nya terlihat lebih panjang.Kumis dan janggut nya pun mulai memanjang, bahkan di wajah nya pun sudah di tumbuhi bulu bulu halus.


Hati ku terasa sangat sedih melihat keadaan nya yang seperti ini, aku ingin sekali memeluk nya. Tapi aku takut dia tak mau menerima kedatangan ku, aku takut dia menolak kehadiran ku.


Setelah aku berada tepat di samping nya, aku pun mencoba untuk memanggil nama nya."Kak Rey.."Panggil ku


Secara perlahan dia memalingkan wajah nya ke arah ku, dia menatap ku dan terdiam. Tak lama sebuah senyum tipis terlihat di bibir nya, pandangan mata nya pun terlihat berbinar.


"Ana,, "Panggil nya


Bukan nya menjawab, Kak Rey malah menjatuh kan tubuh nya di tanah. Dia memeluk kaki ku dengan erat, aku pun sangat kaget di buat nya. Bahkan semua orang yang ada di sana pun terlihat sangat kaget, dan tidak menyangka dengan apa yang di lakukan oleh tuan muda mereka.


"Maaf kan aku Ana, maaf kan aku. Aku janji, aku akan bertanggung jawab atas segala kesalahan yang telah aku lakukan."Ucap nya seraya menangis tersedu sedu, aku pun sedih melihat nya.


"Bangun lah Kak, jangan seperti ini, aku sudah memaafkan kakak."Ucap Ku


Kak Rey pun segera bangun, dia menatap ku dengan lekat. Aku melihat penyesalan di mata nya, aku melihat kasih sayang yang begitu besar di sana.


Kak Rey pun memeluk ku dengan erat, dia mengelus lembut puncak rambut ku. Kak Rey juga melabuhkan satu kecupan hangat di kening ku, lalu dia melabuhkan dua kecupan hangat di pipi kanan dan kiri ku.


"Apa benar kamu sudah memaaf kan ku? "Tanya kak Rey


'Tentu kak, tapi maaf aku tidak bisa lama lama berada di sini. Nanti Ayah sama Bunda pasti marah, kakak cepat sembuh ya.."Ucap ku menyemangati

__ADS_1


Kak Rey pun langsung tersenyum,"Aku akan berusaha untuk meminta maaf pada mereka, maaf kan aku Ana. Ini semua karma kebodohan ku, andai saja dulu aku tak ----"


"Sudah lah Kak, kita lupakan semua kenangan pahit itu, yang penting sekarang kakak harus cepat sembuh, Ok?! "Ucap ku


Kak Rey pun menganggukan kepala nya, dan mengerat kan pelukan nya. Tubuh besar nya menguasai tubuh mungil ku, hingga aku merasa susah untuk bernafas.


Tuan Alexander yang menyadari jika kak Rey memeluk ku terlalu erat pun langsung menegur nya, "Maaf tuan muda, anda terlalu erat memeluk nona Ana."Tegur nya


Kak Rey pun melepas kan pelukan nya, dia menangkup pipi ku dengan ke dua tangan nya."Maaf ya sayang, kakak terlalu senang."Ucap nya


Tuan Alexander pun tertawa kecil mendengar ucapan Kak Rey, "Tuan, Apa anda sudah merasa lebih baik?"Tanya tuan Alexander


"Tentu paman, aku merasa sangat baik. Aku mau makan paman, aku mau ke salon, aku juga mau mandi dan berganti pakaian."Ucap kan Rey menggebu


Tuan Alexander pun tertawa ,'Ternyata kedatangan nona benar benar membuat tuan muda sembuh.Baiklah ,ayo kita ke ruang makan."Ucap Tuan Alexander


"Tunggu sebentar, aku mau pulang. Kakak baik baik di sini, cepet sehat kembali. Setidak nya aku tidak akan merasa khawatir, kalau kita berjauhan."Ucap ku


"Baiklah, aku akan cepat sembuh demi kamu. Tapi aku mohon, temani aku makan baru kamu boleh pulang."Ucap kan Rey


Aku pun menurut, lagian ini masih pagi. Kalau hanya menemani nya makan ,paling hanya menghabiskan waktu sebentar saja.


Akhir nya kami pun segera melangkah kan kaki menuju ruang makan, kak Rey selalu saja memeluk ku. Dia seolah tak ingin berpisah dari ku, saat masuk ke dalam ruang makan semua pelayan langsung menghidangkan banyak makanan.


Kak Rey begitu manja, dia meminta ku untuk menyuapi nya. Sedangkan tuan Alexander memerintah kan semua orang untuk pergi meninggal kan kami berdua, dia seolah paham jika aku dan Kak Rey membutuhkan waktu untuk berdua.


-


-


-


Terimakasih karena sudah mampir..

__ADS_1


Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik, saran dan juga tekan 💓untuk memfavoritkan..


TBC


__ADS_2