
Hari ini Adi dan Rini tak bisa cukup tidur ,sehabis maghrib ada yang memesan kue secara dadakan. Pelanggan nya yang ada di kota akan menikah kan anak nya pukul tujuh pagi ,dan dia minta di buatkan dua puluh loyang kue Brownies.
Adi dan Rini pun terpaksa kembali ke toko dan meminta bantuan para karyawan nya, dengan wajah lelah mereka semua bekerja sama untuk menyelsaikan pesanan pelanggan.
Pukul dua belas malam, kue pun sudah matang semua. Setelah selsai di masukan ke dalam kotak, semua karyawan Adi pun langsung pamit pulang.
Begitu pun dengan Adi dan Rini, setelah kue nya di masukan ke dalam mobil mereka langsung pulang ke rumah. Mereka akan beristirahat sejenak, karna pukul empat pagi nanti mereka sudah harus bangun untuk berangkat ke kota.
Waktu terasa berjalan dengan cepat, perasaan Adi baru saja memejamkan kan mata nya. Tapi kini dia sudah harus bangun untuk mengantarkan semua kue pesanan nya, dengan langkah gontai Adi pun masuk ke kamar mandi.
Setelah selsai, Adi pun membangun kan Rini. Setelah mereka siap, mereka pun langsung berangkat ke kota. Waktu masih menunjuk kan pukul empat pagi, tapi mereka sudah harus pergi untuk memuaskan pelanggan.
Karna jalanan begitu lenggang, Adi pun hanya memerlukan waktu tiga puluh menit. Sampai di tempat pelanggan, Adi langsung menyerahkan kue nya.
Si pemesan merasa sangat senang dan puas, karna Adi bahkan datang sebelum waktu yang di tentukan. Selsai dengan pelanggan nya, Adi dan Rini memutuskan kan untuk mampir di mesjid terdekat, karna mereka harus melaksanakan shalat subuh.
Selsai shalat subuh, mereka memutuskan untuk pergi ke kostan Ana untuk sekalian menjemput nya pulang. Adi pun dengan penuh semangat menjalani kan mobil nya menuju kostan Ana, tiba di depan kostan Ana, Adi pun mematikan mesin mobil nya.
"Bun, kok sepi banget yah? "Tanya Adi
"Iya Yah, padahal ini sudah mau jam lima."Jawab Rini
"Mungkin Ana kecapean kerja sayang, makanya dia tidur dengan pulas."Ucap Adi
"Bisa jadi, ayo turun Yah.."Ajak Rini ,Rini pun sudah bersiap untuk membuka pintu mobil tapi langsung di tahan oleh Adi.
"Bentar dulu Bun, dari malam Ayah ngga dapet sun dari Bunda."Protes Adi
Rini pun tersenyum, Rini langsung mendekat kan wajah nya ke wajah Adi. Rini pun menangkup wajah Adi dengan kedua tangan nya, "Mau banget Yah?"Tanya Rini
Adi pun menganggukan kepala nya, Rini pun langsung mencium bibir Adi dengan mesra. Adi pun tak menyia nyiakan kesempatan itu, dia langsung membalas ciuman Rini sambil memeluk istri nya dengan erat .
Setelah puas, Adi pun langsung melepaskan pagutan nya. Dia pun mengusap bibir istri nya yang basah karna ulah nya, rasa nya masih sama seperti dulu.
__ADS_1
"Manis Bun, Ayah suka. Dari dulu Bunda ngga pernah berubah, selalu berhasil bikin Ayah tergoda."Ucap Adi
"Jangan merayu Yah, masih pagi. Lagian merayu juga percuma, nanti punya Ayah kalau bangun kasian ngga ada yang bisa nidurin."Goda Rini
"Bun,,, "Panggil Adi
"Sudah ayo turun, Bunda udah ngga sabar pengen ketemu anak Bunda. "Ucap Rini
Akhirnya Adi dan Rini pun keluar dari mobil, mereka pun langsung melangkah kan kaki mereka menuju kostan Ana.
"Kalau di ketuk pintu nya Ana kaget ngga ya? "Tanya Rini
"Coba di buka aja Bun pintu nya, ini sudah jam lima mungkin saja Ana sudah bangun dan pintu nya sudah tak terkunci."Ucap Adi
Rini pun langsung memutar handel pintu,"Eh? Benar Yah ngga di kunci,, "Ucap Rini
Rini pun langsung mendorong pelan pintu kostan Ana, saat Adi dan Rini masuk. Mereka begitu kaget pasal nya mereka melihat Ana sedang tidur dengan seorang pria, bahkan mereka saling memeluk. Dan parah nya lagi, pria itu menyusupkan wajah nya di dada Ana.
Adi pun geram, dia terlihat begitu marah rahang nya langsung mengeras. Di mata nya terlihat jelas ada ikatan emosi, sedangkan Rini terlihat begitu syok dan menutup mulut nya dengan kedua tangan nya.
Ana dan Aditya pun langsung bangun dan mengusak mata mereka, mereka begitu kaget saat melihat siapa yang ada di depan mereka.
Ana dan Aditya pun langsung berdiri, dengan kepala yang tertunduk. Ana merasa sangat menyesal karna malam ini, dia sudah menghabiskan malam nya dan atasan nya.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN HAH??!! "Teriak Adi
Ana pun langsung bersimpuh di kaki Adi, "Maaf kan Ana Yah, Ana ngga ngapa ngapain kok sama pak Aditya. Ana hanya tidur bersama saja dengan nya, kami tidak melakukan apa pun."Jawab Ana dengan gugup dan dengan air mata yang sudah membanjiri pipi nya
"HEY LELAKI SIALAN !!! APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN PADA ANAK KU?! "Teriak Adi lagi
"Maaf yah, maaf kan aku. Kami memang tidur bersama, tapi aku jamin kalau kami tidak melakukan apa pun. "Jawab Aditya tanpa berani menoleh ke arah Adi
"ANGKAT WAJAH MU DAN TATAP MATA KU..!! "Titah Adi
__ADS_1
Aditya pun mengangkat wajah nya, dia pun memberanikan diri untuk menatap Adi dan Rini bergantian.
DEG
Ada getaran Aneh, saat Rini menatap mata anak itu. Rini memandang lekat anak muda yang kini sedang menatap nya dengan tatapan penuh permohonan, Rini pun menghampiri Aditya.
"Rey,,, "Panggil Rini
Adi dan Ana langsung terdiam seribu bahasa saat Rini memanggil nama anak angkat nya, Aditya pun langsung bersimpuh di kaki Rini. Aditya memeluk kaki Rini dengan erat, dia harus segera meminta maaf pada bunda nya.
"Maafin Rey Bunda, Maafin Rey. Rey akan bertanggung jawab atas apa yang sudah Rey lakukan pada Ranti, Rey datang untuk meminta restu sama Ayah dan Bunda. Rey mau nikahin Ranti, Rey mau jadiin Ranti sebagai istri Rey. "Ucap Aditya meminta permohonan maaf
Rahang Adi sudah semakin mengeras, tangan nya pun sudah mengepal dengan sempurna. Adi pun langsung menendang Rey sampai terjungkal ke lantai, Ana dan Rini langsung berteriak histeris.
Adi pun langsung menghampiri Aditya dan mencengkram kerah kemeja nya dengan kuat,"Dasar bedebah!!! Berani sekali kau datang kembali ke hadapan ku.."Teriak Adi
"Ampun Yah, Rey minta ampun. Rey mau bertanggung jawab atas perbuatan Rey, Rey mohon biar kan Rey menikahi Ranti."Pinta Aditya
Adi seakan tak ingin mendengar penjelasan apa pun dari Aditya, Adi langsung memukul Rey dengan membabi buta. Pukulan demi pukulan dia layang di wajah dan di perut Aditya, Rini dan Ana hanya bisa menangis dengan histeris.
Sedangkan Aditya kini sudah nampak babak belur, wajah tampan nya sudah penuh dengan lebam. Bahkan darah segar mengalir dari hidung dan sudut bibir nya, Adi seakan tak perduli.
Adi terus saja memukul Aditya, hingga Aditya jatuh dan tersungkur. Bahkan kepalanya pun terbentur meja rias milik Ana, hingga darah pun keluar dari kapala Aditya.
-
-
-
Duh gimana ya nasib nya Aditya?? 🤔🤔
Jangan lupa dukungan nya ya.. 💓💓💓
__ADS_1
TBC