Trauma Masa Lalu

Trauma Masa Lalu
Tumbuh Menjadi Seorang Gadis Cantik


__ADS_3

Seminggu sudah Ana tinggal di pedesaan, setiap hari dia selalu saja duduk anteng sambil melihat para pekerja melakukan tugas nya.


Mata nya tak pernah terlepas dari indah nya hamparan Bunga, bahkan Om Iyan pun sangat senang jika bertemu Ana. Setiap kali dia ke sana untuk mengambil bunga, dia selalu menyempat kan waktu untuk sekedar mengobrol ringan dengan Ana.


Bahkan Om Iyan pun membuat bangku khusus buat Ana, di atas bangku nya dia membuat tenda dengan penyangga dari besi. Agar Ana tidak merasa kepanasan, apa bila hujan turun pun Ana tidak akan kehujanan.


Ana selalu di temani oleh Bu Yeni, Karna Adi dan Rini harus mengelola toko kue milik nya.Begitu pun dengan Bu Leli,dia selalu menyibukan diri dengan membantu Adi di toko nya. Jika dia hanya berdiam saja di rumah,dia selalu teringat akan Almarhum suami nya.


Adi pun tak keberatan, karna dia bisa menitip kan Ana pada Bu Yeni . Bu Yeni sangat senang karna bisa menjadi pengasuh Ana, setidak nya dia masih bisa merawat Ana walaupun Allah tak memberi nya keturan.


Tahun ajaran baru pun telah datang, setelah berdiskusi Adi dan Rini pun sepakat jika anak nya harus kembali bersekolah. Mereka malah khawatir jika Ana di biasakan hanya di rumah saja, dia akan ketakutan jika nanti bertemu orang banyak.


Bu Yeni pun memberikan usul, jika dia lah yang akan selalu menemani Ana saat kesekolah nanti. Adi dan Rini pun sangat berterimakasih pada nya,mereka pun dengan senang hati mempercayakan putri nya pada Bu Yeni.


Hari pertama sekolah Ana di dampingi Adi dan Bu Yeni, karna dia harus mengurus kepindahan sekolah nya dari Jakarta.


Ana sangat senang bisa berbaur dengan orang banyak, tapi jika ada yang mendekati nya dia akan berusaha untuk membatasi diri. Bahkan jika ada anak laki laki yang mendekati nya, wajah nya akan terlihat panik.


Banyak orang yang menganggap jika Ana adalah anak yang aneh, mereka yang ingin berkenalan pun mengurung kan niat nya.


Setelah Adi selsai mengurus kepindahan Ana, dia pun langsung pamit untuk segera ke toko kue. Bu Yeni pun mengiyakan, dengan senang hati Bu Yeni menunggui Ana sampai pulang.


Setelah jam pelajaran selsai, Bu Yeni mengajak Ana pulang dengan menggunakan sepeda. Menurut nya bersepeda lebih menyenangkan, mereka bisa sambil menikmati suasana pedesaan.


Ana begitu senang saat di bonceng sepeda, dia berpegangan dengan erat pada Bu Yeni. Setiba nya di rumah Bu Yeni, Ana langsung di ajak makan setelah berganti baju.


"Maaf ya sayang, Eni ngga langsung ngajak kamu ke rumah Ayah Adi. Soal nya di sana engga ada orang, kamu di sini saja dulu sampai Ayah dan Bunda jemput kamu. Ok?! "Bujuk Bu Yeni


"Iya Eni, aku ngga apa apa kok. "Jawab Ana


"Anak pandai, setelah makan kita shalat dzuhur terus kerjaan tugas sekolah kamu ya.."Ajak Bu Yeni


"Siap Eni, Ana akan segera menghabiskan makanan nya dulu . "Ucap Ana

__ADS_1


Ana dan Bu Yeni pun segera menghabis kan makan siang nya, setelah nya mereka pun melakukan shalat dzuhur berjamaah di mushola dekat rumah Bu Yeni.


"Eni, aku ingin ngerjain tugas sekolah nya di kebun bunga milik Om Iyan ,boleh? "Tanya Ana


"Boleh sayang.. "Bu Yeni menyetujui, Ana pun terlihat senang.


Bu Yeni pun langsung mengantar Ana ke kebun Bunga milik Om Iyan setelah mengambil tas sekolah milik Ana, Ana pun sangat senang karna dia bisa belajar sambil melihat indah nya hamparan Bunga.


Ana juga sangat senang karna bisa mencium wangi bunga yang begitu menenangkan, Bu Yeni pun tersenyum senang melihat nya.


*


Setiap hari Ana selalu bersekolah dengan rajin, Bu Yeni pun selalu menjaga nya dan menemani nya setiap waktu jika orang tua dan Oma Nya tidak ada.


Ana selalu mendapat kan nilai yang bagus saat bersekolah, hingga lulus SD pun dia mendapat kan nilai terbaik.


Tapi sayang nya trauma nya masih belum hilang, padahal Adi sudah berusaha membawa nya terapi kejiwaan.


Hari hari yang Ana jalani sungguh lah berat, hingga dia masuk universitas di situlah Ana mulai memberanikan diri tanpa Ada yang menemani. Tapi tentu saja dia selalu ada dalam pengawasan Adi dan Rini, mereka tidak akan mungkin membiarkan Ana begitu saja.


Gunjingan demi gunjingan selalu Ana dapat di masa kuliah nya, ada yang bilang dia sombong, ada yang bilang kalau dia kuper ,ada yang bilang dia gadis aneh dan ada yang bilang kalau Ana adalah orang yang punya kelainan.


Semua nya Ana terima dengan lapang dada, harus bagaimana lagi pikir nya. Ini lah kenyataan nya, dia masih saja takut jika harus berdekatan dengan banyak orang.


Hingga kini Ana kecil sudah menjadi gadis cantik berusia dua puluh satu tahun, Ana sedang sibuk untuk menyelsaikan skripsi nya .


Saat sedang asik duduk di dekat kebun bunga, Ana baru teringat jika dia sudah hampir satu bulan tidak bertemu dengan Om Iyan.


Ana pun segera menghampiri salah satu pegawai di sana"Maaf bu, apa Ana boleh bertanya? "tanya Ana


"Boleh pisan Neng, ada apa? "Tanya pemetik Bunga


"Om Iyan kemana? Kenapa sudah hampir satu bulan tidak pernah ke sini? "Tanya Ana lagi

__ADS_1


"Beliau lagi sibuk mungkin, Ayah nya belum lama meninggal."Seru Pemetik Bunga


"Inalillahi waina ilaihi rojiun,kapan Bu? "Tanya Ana


"Sudah tiga minggu yang lalu meninggal nya, kasihan dia sudah tidak punya istri di tinggal Ayah nya pula. Pasti dia sedang bersedih.."Ucap nya


"Apa Ana boleh minta alamat Om Iyan yang ada di kota? "Tanya Ana


"Boleh Neng, sebentar."Seru nya


Ibu pemetik bunga pun masuk ke tempat penyortiran bunga, di sana dia mengambil kartu nama milik Om Iyan. Setelah nya, dia pun memberikan kartu nama tersebut pada Ana.


"Ini Neng,,"Ucap nya sambil menyerahkan kartu nama Om Iyan, Ana pun langsung mengambil nya.


"Herdiyan Wiratama "Ucap Ana, dia pun kembali membaca kartu nama tersebut "Jadi toko Bunga milik Om Iyan namanya Toko Bunga Riyan? "Ucap Ana lagi


"Iya Neng, nama toko nya Toko Bunga Riyan . Kata nya sih itu gabungan dari nama dia sama mantan istri nya,kasihan ya dia.. "Ucap nya


"Ya sudah Bu, besok aku akan ke sana untuk menemui nya, aku takut dia sakit."Pamit Ana


Ana pun segera pergi ke rumah nya, dia sebenar nya ingin cepat pergi ke tempat nya Om Iyan.Tapi karna hari sudah sore tidak mungkin dia ke kota, lagian dia juga harus meminta izin terlebih dahulu kepada kedua orang tua nya.


-


-


-


Terimakasih karena sudah mampir..


Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik, saran dan juga tekan 💓untuk memfavoritkan..


TBC

__ADS_1


__ADS_2