
Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik dan saran yang membangun ya..
Dukungan mu adalah semangat untuk ku..
Selamat membaca
...****************...
Satu bulan semenjak Rini menikah Adi sudah tidak pernah bertemu lagi dengan nya, Adi pun sudah mulai terbiasa menjalani hari hari nya tanpa Rini.
Walau bagaimana pun adi tetap sadar diri kalau Rini sekarang adalah istri orang, Adi selalu berharap semoga Rini selalu bahagia dengan pernikahan nya.
"Di,, Adi.. "seru Bu Yeni sambil menepuk pundak Adi
"Eh,, ibu.. Ada apa ya Bu? "seru Adi
"Kamu itu ya.. Saya sudah cape panggilin kamu, kamu nya malah asik ngelamun. "seru Bu Yeni
"Maaf bu,,"seru Adi sambil menggaruk tengkuk leher nya yang tidak gatal
"Ya sudah, tidak apa apa. Ibu mau minta tolong sama kamu, tolong antar pesanan kue brownies tujuh kotak ke alamat ini. Ini yang pesen temen nya ibu loh, jangan sampai ada komplen. "seru Bu Yeni sambil memberikan secarik kertas berisikan alamat tujuan
"Jalan melati no xx, siap bu..Titah ibu akan segera saya laksanakan. "seru Adi
Bu Yeni hanya geleng geleng kepala melihat tingkah karyawan nya itu, tapi dia sungguh bangga dengan cara kerja Adi.
Setelah mengambil tujuh kotak kue brownies dan menyimpan nya di keranjang belakang motor nya, Adi pun segera bergegas menuju jalan melati.
Sesampai nya di sana dia sudah di tunggu oleh si pemilik rumah di depan gerbang , seperti nya sebelum dia ke sana Bu Yeni sudah mengabari nya terlebih dahulu.
"Selamat pagi bu ,ini pesanan nya. Dan terimakasih sudah memesan kue di toko kami. "seru Adi
"Sama sama nak, uang nya sudah saya transfer sama Yeni. Dan untuk kue nya, tolong antar kan ke dalam."seru Ibu tersebut
"Siap Bu"seru Adi
Adi pun segera mengambil tujuh kotak brownies tersebut dan membawakan nya ke dalam, setelah selesai Adi pun segera keluar. Dia bermaksud ingin segara kembali ke toko kue, saat dia akan menyalakan motor nya Adi mendengar suara yang tak asing di telinga nya.
Adi mengedarkan pandangan nya, ternyata benar jarak tiga rumah dari rumah si pemesan kue Adi melihat Rini sedang berdebat dengan suami nya.
Adi menghentikan niat nya untuk pergi, dia menajamkan pendengaran nya. Sungguh dia penasaran dengan apa yang sedang mereka berdua debat kan,samar samar Adi pun mendengar tentang apa yang mereka bicarakan.
__ADS_1
"Mas, kamu jangan marah gitu sama aku. "seru Rini sambil berderai air mata
"Bagaimana aku tidak marah, aku secepat nya menikahi kamu agar aku bisa cepat punya keturunan."bentak Herdiyan
"Tapi kan kita nikah nya baru satu bulan mas, masih banyak waktu. "Bela Rini
"Mungkin buat kamu masih banyak waktu, tapi tidak dengan ku. Kamu tahu sendiri kan, jika umur ku sudah tidak muda lagi!! "bentak Herdiyan
Saat Adi sedang asik menguping, tiba tiba dia sangat kaget karena ada yang menepuk pundak Adi.
"Astagfirullahaladzim,, "seru Adi sambil memegang dada nya
"Kamu itu loh De, ganteng ganteng kok tukang nguping."seru Ibu yang memesan kue
"Bukan begitu bu, tadi saya cuma kebetulan dengar aja ngga sengaja nguping. "seru Adi sambil tertunduk malu karena ketahuan nguping
"Udah ngga usah ngedengerin omongan mereka, mereka itu sudah biasa ribut. Ngga siang ngga malem, kerjaan nya cuma ribut. "seru si pemesan kue
"Masa sih bu,, kasihan sekali Rini. "seru Adi lirih
"Maksud kamu.. kamu kenal sama perempuan itu ..?"seru si pemesan kue
"Ah tidak apa apa kok bu, saya permisi Bu.. "seru Adi
Sesampai nya di toko, Adi terlihat tidak bersemangat. Entah kenapa setelah melihat Rini yang sedang menangis membuat hati nya terasa sakit, hari ini Adi bekerja dengan tidak fokus.
Biasa nya jika pekerjaan yang dia lalui terasa cepat, hari ini dia lalui terasa begitu lama. Entah jam nya yang salah, entah perasaan Adi yang salah.
Saat jam pulang kerja, Adi buru buru pulang. Dia ingin segera sampai di rumah nya,dia ingin segera mandi dan mengguyur kepalanya. Dengan begitu, siapa tahu dia bisa lebih segar.
Saat sampai di rumah nya Adi sangat kaget, pasal nya di sana sudah ada Rini yang sedang duduk manis di depan teras rumah Adi.
Adi pun segera turun dari motornya dan menghampiri Rini, dengan senyum khas nya Adi menegur Rini.
"De, kamu ko di sini? "seru Adi
"Ade, kangen sama abang. "seru Rini dengan senyum manis nya
"Kamu ngga boleh ngomong gitu De, sekarang ini kan kamu sudah jadi istri orang. Takut nya ada orang dengar, nanti bisa jadi salah paham. "seru Adi
"Maafin Ade bang, tapi Ade beneran pengen ngobrol sama abang. "seru Rini
__ADS_1
"Ya sudah, tunggu sepuluh menit. Abang mau mandi, udah ngga betah soal nya. "seru Adi
Rini pun menganggukan kepala nya tanda setuju, dengan langkah cepat Adi langsung ke kamar mandi. Setelah selesai dengan ritual mandiinya, Adi langsung membuat kan teh hangat buat mereka berdua.
"Di minum dulu De,,"seru Adi
"Iya Bang terimakasih.. "seru Rini
"Kamu itu kenapa sih De? "Pancing Adi
"Aku hanya sedih saja bang, mas Herdiyan begitu menuntut agar aku segera hamil. Padahal kan kami baru sebulan menikah, apa salah nya bersabar.."Seru Rini
"Mungkin kamu nya juga harus lebih sabar dalam menghadapi suami kamu.."seru Adi
"Maksud Abang gimana? "seru Rini
"Kalau suami kamu sedang marah, kamu jangan selalu menimpali omongan nya. Kamu diam saja, cukup dengarkan apa kata dia. "seru Adi
"Tapi, kadang aku suka tidak tahan bang sama omongan nya yang suka seenak jidat nya."seru Rini
"Abang cuma menyarankan kan De, siapa tahu kalau
kamu lebih banyak diam dia akan bersikap lebih baik lagi sama kamu. "seru Adi
"Ya bang, nanti akan Ade coba saran dari Abang. "seru Rini sambil tersenyum
Tanpa mereka tahu, sedari tadi orang tua Rini memperhatikan kedekatan mereka. Sebenarnya orang tua Rini suka pada sikap Adi yang dewasa, mereka juga bisa melihat kasih sayang yang begitu besar dari Adi.
Tapi apa hendak di kata, Adi hanya orang biasa yang punya penghasilan tak seberapa jika di bandingkan dengan Herdiyan.
Akhirnya sore ini Adi tidak jadi kangen kangenan sama kasur empuk nya, dia malah menghabiskan waktu nya bersama dengan Rini.
-
-
-
-
Terimakasih sudah mampir..
__ADS_1
Jangan lupa like dan tekan 💓untuk memfavoritkan..
TBC