
Ana menatap ke tiga orang di depan nya dengan penuh tanya, dengan mendengar obrolan mereka bertiga Ana jadi paham jika Adi adalah suami ke dua setelah Om Iyan. Dan untuk memastikan nya, tentu saja Ana harus bertanya.
"Jadi Om Iyan mantan suami nya Bunda ?!"Tanya Ana setengah tak percaya
Herdiyan terkekeh saat melihat wajah Ana dengan raut tak percaya di wajah nya, raut wajah nya begitu mirip dengan Rini saat masih muda.
walaupun di usia Rini yang kini sudah berusia empat puluh tiga tahun, tapi Rini masih terlihat cantik. Karna Rini rajin merawat diri walaupun tanpa skincare mahal, dia selalu menjaga pola makan dan olah raga teratur.
"Iya, Om pernah menikah sama bunda kamu selama satu tahun lebih. Dan melepaskan Bunda kamu adalah kesalahan terbesar buat Om, tapi Om senang karna Bunda kamu menikah lagi dengan orang yang tepat."Jelas Om Iyan
Adi sudah terlihat cemburu melihat keakraban Ana dengan mantan suami dari istri nya itu, rasa nya dia ingin sekali segera mengajak anak dan istri nya segera pergi.
Tapi dia takut kalau dia di bilang terlalu kekanak katakan,dia pun pura pura memperhatikan bunga bunga yang terpajang cantik di sana.
Herdiyan yang paham pun langsung mengalihkan pembicaraan, agar Adi tak terlihat cemburu dan terkesan menghindari nya.
"Kata nya kamu bawain makanan buat Om, mana?"Tanya Om Iyan
"Tunggu Om.. "Jawab Ana seraya mengambil kotak makan susun yang dia taruh di atas meja
"Ini Om, ini semua aku yang masak. Om. mau makan sekarang? "Tanya Ana
"Wah,, rupa nya kamu pandai masak ya.. Ya sudah, Om makan sekarang ."Ucap Herdiyan seraya berjalan menuju kursi tunggu
Herdiyan membuka satu persatu kotak makan susun tersebut "Waah,, seperti nya ini enak. Om Makan sekarang ya.. "Ucap Herdiyan seraya mengendok sesendok penuh nasi beserta lauk nyala dalam mulut nya
Ana pun mengangguk kan kepalanya, Ana terus saja memperhatikan Om Iyan yang sedang memakan masakan nya.
Om Iyan terlihat begitu menikmati nya,wajah Ana pun berbinar. Dia sangat senang karna Om Iyan memakan masakan nya dengan lahap, itu pertanda masakan nya cocok dengan lidah nya.
Saat sedang asik melihat Om Iyan, Ana jadi teringat akan Ayah nya Om Iyan yang sudah meninggal.
"Om,, Maaf ya saat Ayah Om Iyan meninggal aku ngga sempat berbela sungkawa, abisan aku nya ngga tahu."Ucap Ana dengan wajah sedih nya, Herdiyan pun tersenyum.
"Tidak apa apa, Om sudah ikhlas. Om sayang sama Ayah Om, tapi Allah ternyata lebih sayang pada Ayah nya."Ucap Om Iyan
Ana pun menghampiri Om Iyan dan mengelus lembut punggung nya, melihat hal itu Adi merasa sangat cemburu. Adi pun segera menghampiri mereka, dia pun menegur kelakuan anak nya.
"Sayang, kamu tidak boleh melakukan hal itu.."Larang Adi
Herdiyan terkekeh mendengar ucapan Adi"Kamu tidak usah cemburu, dia juga sudah aku anggap seperti putri ku sendiri. Boleh kan? "Tanya Herdiyan
__ADS_1
"Mau bagaimana lagi, kakak selalu menjadi teman curhat nya di kala kami sibuk .Aku rasa tak perlu meminta persetujuan pada ku, karna Ana sudah menyayangi kakak dari dulu. "Sahut Adi
Herdiyan memandang Ana"Kamu mau kan jadi anak Om? "Tanya Om Herdiyan
Ana melihat ke arah Adi dan Rini seperti meminta persetujuan, Adi dan Rini yang paham pun langsung mengaggukan kepala nya.
Walaupun sebenarnya Adi merasa sangat berat, tapi demi kebahagiaan puteri nya, Adi rela membiarkan Ana membagi kasih sayang nya dengan pria lain.
Setelah mendapat kan persetujuan dari kedua orang tua nya Ana pun langsung Menganggukan kepalanya"Mau Om,, "Jawab Ana
Herdiyan terlihat sangat bahagia, dia tak menyangka di usia nya yang sudah menginjak lima puluh tiga tahun dia masih di berikan kebahagiaan oleh sang maha pencipta.
"Kalau begitu, panggil nya jangan Om lagi. Panggil Daddy,, "Pinta pria paruh baya yang masih terlihat sangat gagah dan tampan itu
"Ayah,, Bunda,,, "Panggil Ana meminta persetujuan
Adi mendelik mendapati permintaan Herdiyan, Herdiyan yang tahu karna dia sedang cemburu pun langsung bersuara.
"Kalau kamu tidak setuju, Aku tidak memaksa."Ucap Herdiyan sambil menepuk pundak Adi
"Boleh ko Kak, tapi kakak engga boleh terlalu deket sama putri kesayangan aku. "Ucap Adi seperti orang yang tidak ikhlas, sedangkan Herdiyan merasa senang.
"Sekarang, panggil Daddy .."Titah Herdiyan pada Ana
"Daddy,, "Ucap Ana
Herdiyan pun langsung merentangkan ke dua tangan nya, dan tanpa ragu Ana pun langsung memeluk Herdiyan dengan erat.
Rini dan Adi nampak bertukar pandang, mereka tak menyangka jika Ana akan memeluk Herdiyan, karna Ana tak pernah memeluk laki laki manapun selain Adi.
"Ehm.. "Suara deheman Adi memutuskan kan pelukan Ana dan Herdiyan
"Maaf,, aku hanya terlalu senang."Sesal Herdiyan
"Tidak apa apa, tapi lain kali jangan terlalu lama memeluk putri ku."Kesal Adi
Untuk menghilangkan kecanggungan di antara mereka, Herdiyan pun mengalih kan pembicaraan.
"An, kamu udah wisuda belum? "Tanya Herdiyan
"Besok aku sidang skripsi Dad ,insya Allah kalau aku lulus bulan depan sudah bisa wisuda. "Jelas Ana
__ADS_1
"Waah,, kebetulan sekali. Bulan depan perusahaan Xavier akan di buka ,kamu harus langsung melamar kerja di sana. Kamu lihat gedung besar sebrang jalan itu?Bulan depan gedung itu sudah mulai beroperasi, mereka membutuh kan banyak pegawai."Ujar Herdiyan
"Benarkah? Nanti aku akan mencoba nya, boleh kan Yah, Bun? "Tanya Ana
"Kamu ngga bakal nyesel An, Xavier adalah perusahaan raksasa di Amerika. Karna pemilik nya sudah meninggal, anak nya memutuskan kan untuk mengelola nya dari Indonesia. Mungkin mereka ke sana hanya untuk melakukan pengecekan saja, itu pun tak mungkin di lakukan dalam jangka satu bulan sekali."Jelas Herdiyan
"Apa kamu sudah siap hidup berbaur dengan banyak orang? "Tanya Adi khawatir
Ana nampak ragu, tapi rasa penasaran nya sangat besar. Apa lagi jika mengingat akan diri nya yang sebentar lagi akan lulus, rasa nya dia ingin sekali merasakan menjadi seorang wanita karir.
Herdiyan mengerutkan kening nya"Memang nya kenapa? "Tanya Herdiyan
"Aku ingin bicara sama kamu bisa? "Tanya Rini
"Bicara saja,, "Herdiyan mempersilahkan
"Aku ingin bicara empat mata sama mas,, "Ucap Rini
"Di,,"Panggil Herdiyan meminta persetujuan
"Bicaralah ,,ini mengenai Ana."Izin Adi
Herdiyan pun mengajak Rini untuk masuk ke dalam ruangan nya, Rini merasa perlu membicarakan tentang kondisi Ana saat ini.
Setelah panjang lebar menjelaskan tentang kondisi putri nya dan apa yang telah di alami putri nya, Herdiyan pun merasa ikut sakit hati.
Kenapa ada anak remaja yang tega berbuat keji?Kenapa harus Ana yang jadi korban nya?
Herdiyan pun berjanji, jika Ana mau bekerja di perusahaan milik keluarga Xavier. Dia akan menjaga Ana dengan sepenuh hati, Herdiyan juga punya banyak kostan putri dan Ana bisa menempati salah satu kamar kostan tersebut.
Kalau memang Ana merasa takut hidup sendiri di kostan, Ana bisa tinggal bersama Herdiyan di rumah yang bersebelahan dengan toko Bunga milik nya.
-
-
-
Terimakasih karena sudah mampir..
Jangan lupa like, koment,vote ,rate, kritik, saran dan tekan 💓untuk memfavoritkan..
__ADS_1