
Hari ini Ana terlihat begitu semangat saat bekerja, bagaimana tidak semangat, jika gaji yang dia terima ternyata dua kali lipat lebih besar dari perusahaan lain.
Bahkan saat mengantarkan kopi ke ruang pak Aditya pun dia terlihat mengembangkan senyuman nya, ternyata tidak sia sia pikirnya dia membuat kopi tiap hari, karna gaji yang dia dapat pun sangat besar.
Ana pun sempat video call dengan Ayah dan Bunda nya tadi pagi, membuat semangat nya makin menjadi.Ana pun sempat meminta izin pada Ayah Bunda nya tentang rencana nya untuk ikut bersama teman nya di hari sabtu,mereka pun akhirnya mengizinkan walau dengan berat hati.
Ana juga sempat bercerita tentang gaji nya yang besar, dia bahkan menawari kedua orang tua nya untuk di belikan sesuatu. Tapi mereka menolak nya, mereka bilang itu adalah uang nya dan harus Ana pakai untuk keperluan nya.
Melihat Ana yang terus tersenyum, Aditya pun jadi bertanya tanya."Kamu kenapa An,lagi jatuh cinta ya?"Tanya Aditya
"Iya pak,,"Jawab Ana singkat
Aditya yang sedang duduk pun langsung berdiri karna kaget, dia langsung menghampiri Ana dan bertanya."Kamu jatuh cinta sama siapa?! "Tanya Aditya seraya menguncang kedua pundak nya
Ana sempat tertegun dan hanya bisa mengerjap kan mata nya berkali kali mendengar ucapan Aditya yang meninggi, "Sa - saya jatuh cinta sama pekerjaan saya pak."Ucap Ana gugup seraya menunduk , tangan nya pun kini meremas ujung kemeja yang dia gunakan.
Melihat Ana yang sedikit tak nyaman, Aditya pun langsung meminta maaf."Maaf jika aku mengagetkan kamu, kamu jangan takut seperti itu pada ku.."Ucap Aditya
"Saya tidak takut sama bapak, karna bapak selalu baik sama saya. Saya hanya kaget saja pak."Ucap Ana
"Sekali lagi aku minta maaf, habis nya tadi kamu bilang kamu jatuh cinta."Ucap Aditya
"Memang nya saya tidak boleh jatuh cinta ya? "Tanya Ana
"Bukan nya begitu, saya hanya kaget saja .Memang nya trauma kamu sudah sembuh ya? "Tanya Aditya gugup
"Berkat bapak saya sudah lebih baik pak.."Ucap Ana
"Kok berkat aku? "Tanya Aditya
"Tentu saja berkat bapak, karna tiap hari bapak selalu meminta saya untuk bertemu dengan bapak. Secara otomatis saya jadi mulai terbiasa berbaur dengan yang nama nya lelaki, lagian bapak juga baik. Jadi saya selalu berusaha untuk berpikir positif tentang laki laki, kerna ternyata tidak semua laki laki itu jahat."Jelas Ana
Aditya mendekati Ana, dia merapatkan tubuh nya pada tubuh Ana. Adit juga memeluk tubuh Ana dengan erat, Ana pun terlihat kaget dan badan nya pun mulai bergetar.
"Ba - bapak mau apa? "Tanya Ana terbata
"Aku hanya ingin memastikan apa kamu sudah sembuh atau belum?! "Ucap Adit seraya mengeratkan pelukan nya
__ADS_1
"Ja - jangan seperti ini pak, dada saya sesak pak."Jawab Ana
Adit pun melepas kan pelukan nya, "Kamu sudah berani rupa nya, walaupun masih ada sedikit rasa takut .Saya bisa dengan jelas merasakan nya, semoga kamu bisa sembuh dengan cepat."Ucap Adit
Ana terlihat seperti orang linglung, kalau memang mau mengetes dia sudah sembuh atau belum kan bisa hanya dengan memegang tangan saja. Kenapa juga harus pakai peluk peluk segala, seperti ada yang aneh pikir nya.
"Jangan melamun, kamu cepat lah bekerja."Ucap Adit
"Eh? Iya pak,saya permisi pak. "Pamit Ana
Ana pun segera melangkah kan kaki nya untuk keluar dari ruangan Aditya, sebenar nya Ana merasa aneh dengan sikap Aditya pagi ini.
Kenapa dia aneh seperti itu, pake acara peluk peluk segala lagi. Mudah mudahan aja itu karna hanya ingin mengetes trauma ku, awas saja kalau dia ketahuan memanfaat kan kesempatan dalam kesempitan. Aku pastikan jurus taekwondo yang aku pelajari selama satu bulan ini, akan aku praktekan untuk pertama kali nya pada nya. Batin Ana
Ana pun segera pergi ke meja kerja nya, meja resepsionis yang sudah menanti kedatangan nya. Saat Ana datang, ketiga teman nya pun langsung mengintrogasi Ana.
"Kenapa lama? "Tanya Vanya
"Iya bener, nganter kopi saja sampai satu jam."Keluh Alisya
"Aku rasa nganter kopi cuma alasan deh, kalian pacaran kan? "Tanya Clarisa
"Ngapain nanyain Bunda kamu? "Tanya Vanya seraya menyipit kan mata nya
"Dia mau pesen kue lagi kata nya,udah ah. Nih Ada banyak orang, jangan ngajakin ngobrol mulu."Ucap Ana beralasan
Akhirnya kini mereka pun bekerja kembali mereka pun melupakan jiwa kepo nya pada Ana karna memang pekerjaan mereka sudah menanti di depan mata.
*
*
Hari pun berlalu dengan cepat hari sabtu yang di tunggu pun kini telah tiba,sia ini Ana sudah terlihat cantik .Selepas shalat dzuhur dia langsung memakai kemeja berwarna cream, dengan bawahan celana jeans berwarna hitam,rambut nya dia ikat kuncir kuda.
Ana memoles wajah nya dengan riasan tipis, tak lupa di memoles bibir nya dengan gincu berwarna merah muda.Setelah selsai dia pun keluar dari kostan nya, Ana segera melangkah kan kaki nya menuju toko Bunga milik Herdiyan.
Karna dia sudah janjian bertemu di sana dengan ke tiga teman nya, Ana juga ingin pamit terlebih dahulu pada Daddy nya itu.
__ADS_1
Saat Ana masuk kedalam toko Bunga, ternyata ke tiga teman nya sudah ada di sana. Mereka sedang melihat lihat Bunga yang terpajang indah ,Ana pun tersenyum dan langsung menghampiri mereka.
"Hi guys,, sudah lama dateng nya?"Tanya Ana
"Baru sepuluh menit,, "Jawab Vanya
"Sorry telat.."Ucap Ana
"No problem.."Jawab Clarisa
Ana pun tersenyum, dia menoleh ke arah Herdiyan yang sedang sibuk membuat buket Bunga untuk pelanggan nya.
"Dad,, "Panggil Ana
Herdiyan pun menghentikan aktivitas nya,"Yes honey,,"Jawab Herdiyan
"Aku dan teman teman ku akan pergi sekarang, boleh kan Dad? "Tanya Ana
"Tentu saja sayang, jangan lupa bawa apa yang sudah di berikan oleh Bunda kamu."Ucap Herdiyan
"Selalu Dad,, "Ucap Ana seraya mengangkat tas nya
Herdiyan pun memeluk Ana sebentar, dia juga tak lupa menitip kan Ana ke pada ketiga teman nya. Ke tiga teman nya pun mengiyakan,setelah mendapatkan izin Ana dan ke tiga teman nya pun langsung berangkat.
Mereka pergi ke mall terbesar di kota B, mereka pergi ke sana menggunakan taxi. Di antara mereka memang tak ada yang berasal dari keluarga kaya raya, mau Vanya, Clarisa atau pun Alisya semua nya berasal dari keluarga sederhana.
Mereka ke kantor biasa menggunakan sepeda motor, tapi khusus untuk hari ini mereka ingin pergi dalam satu kendaraan, makanya mereka memilih menaiki taxi.
-
-
-
Terimakasih karena sudah mampir..
Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik, saran dan juga tekan 💓untuk memfavoritkan..
__ADS_1
TBC