Trauma Masa Lalu

Trauma Masa Lalu
Rindu


__ADS_3

Sore pun menjelang, Almira dan ke tiga teman Ana pun sudah kembali. Mereka pulang dengan membawa banyak jajanan pinggir jalan, Ana pun langsung menggelengkan kepala nya.


Ternyata teman teman nya tidak pernah berubah, selalu saja mencari jajanan murah yang penting mengeyangkan.


Setelah semua formasi lengkap, Herry pun memutuskan untuk cepat pulang. Takut nya kalau mereka berkumpul lagi, mereka malah tidak akan pulang karna keasikan ngobrol.


"An, kami pamit pulang dulu. Biar maghrib sudah sampai di rumah."Pamit Herry


Ana pun menganggukan kepala nya,"Hati hati di jalan,,"Ucap Ana


"Pasti,, "Ucap Herry seraya mengacak pelan rambut Ana


Ana pun memaksakan untuk tersenyum, sebenar nya dia sudah tak betah berlama lama dengan mamah nya Herry Tapi Herry selalu saja meyakin kan, jika mamah nya sebenar nya sangat baik. Hanya saja mulut nya memang terkadang tak bisa di kondisikan, yang sering nya membuat orang lain sakit hati.


Herry pun berkata jika Ana tidak usah khawatir, karna kalau mereka menikah nanti Herry akan langsung mengajak Ana untuk pulang ke rumah Herry.


Karna ternyata tanpa sepengetahuan mamah nya, Herry sudah punya rumah sendiri. Dia sudah menyiapkan semua nya dengan sangat baik, dia tak mau jika menikah nanti harus serumah dengan mamah nya.


Kini rumah Ana sudah terlihat sepi kembali, orang orang yang tadi meramaikan rumah Adi kini sudah pulang.


Sambil menunggu waktu maghrib tiba, Adi dan Rini pun mengajak Ana untuk berbicara. Adi merasa mereka butuh bicara, mengingat mamah nya Herry yang bermulut pedas dalam berbicara.


Ana pun menurut, kini ketiga orang itu sedang berkumpul di ruang keluarga. Sedangkan Bu Leli sedang meluruskan tubuh nya yang terasa sangat kaku, karna di usia nya yang semakin menua menyebabkan dia gampang lelah.


"Ana,, Ayah tahu kamu tidak menyukai Herry apa lagi melihat mamah nya yang seperti tadi. Pasti kamu akan merasa ilfeel, karna Ayah pun merasakan hal yang sama."Ucap Adi


"Tapi Herry orang nya baik, jadi jika kamu masih bersedia menikah dengan Herry, Bunda sih ngga apa apa.. "Ucap Rini


"Yah, Bun, Ana mau nya kita saling mengenal dulu.Kalau Ana merasa cocok Ana akan memikirkan tentang pernikahan, tapi kalau tidak cocok Ana akan menolak Herry baik baik."Jelas Ana dengan wajah sendu nya


Adi pun menghembuskan napas berat,"Apa kamu mencintai Dia? "Tanya Adi


"Siapa Yah?"Tanya Ana


"Jangan pura pura tak mengerti, Ayah tahu minggu kemarin kamu menemui nya dan dia bisa sembuh pun berkat kamu Ana!! "Ucap Adi setengah berteriak


Ana pun terlonjak, sungguh dia tak menyangka jika Ayah nya tahu akan hal itu. "Maksud Ayah? "Tanya Ana


"Tuan Alexander Wilther pernah menemui Ayah, dia pun menjelaskan semua nya pada Ayah."Jelas Adi


"Jadi Ana boleh Yah? "Tanya Ana ragu

__ADS_1


"Boleh apa? "Tanya Adi Ambigu


"Ana boleh kan menikah dengan lelaki yang Ana cintai?"Tanya Ana


"Kenapa harus Dia sayang? "Tanya Adi


"Karna kak Rey yang sudah mengambil kesucian Ana, dan Ana rasa dia lebih pantas mempertanggung jawabkan perbuatan nya. Jika orang lain tahu Ana sudah tak perawan, pasti kejadian nya akan seperti tadi."Ucap Ana,Adi pun terdiam.


"Kita lihat saja keseriusan anak itu, Ayah tidak bisa membiarkan kamu begitu saja jatuh kepelukan Dia. Tapi, Ayah juga tidak mungkin menyetujui hubungan kamu dengan Herry jika mamah nya mempunyai sikap yang suka menyudutkan orang lain."Ucap Adi


Rini pun nampak bernapas lega, Rini sangat tahu jika Rey memang bersalah. Tapi Rini juga tahu jika Ana akan lebih bahagia jika bersama dengan Rey.


"Sudah sudah, sekarang kita mandi dan bersiap untuk shalat."Ucap Rini


"Bunda benar, ayo Bun." Ajak Adi


Rini dan Adi pun langsung masuk ke dalam kamar mereka, begitu pun dengan Ana. Ana harus membersihkan diri karna sudah seharian menghabis kan waktu bersama keluarga Herry dan juga ke tiga teman nya.


Saat sedang mandi, ternyata ada tamu bulanan yang datang. Jadi nya Ana tak ikut melaksanakan shalat maghrib, Ana malah memilih untuk menikmati langit yang mulai berwarna jingga dari balkon kamar nya.


Menikmati senja di balkon kamar Ana terbilang cukup nyaman, karna kamar Ana yang menghadap taman belakang, membuat Ana bisa sekalian menikmati indah nya hamparan bunga.


Ana sangat kaget, tapi saat Ana hendak berteriak, Ana malah melihat sosok pria yang sangat dia kenal.


"Ya ampun,,, itu kan kak Rey.."Pekik Ana


Ana pun segera turun dan langsung berlari menuju taman belakang, saat tiba di taman belakang Ana melihat Aditya dalam keadaan duduk dengan kaki yang tertekuk .


Wajah nya terlihat meringis menahan sakit, Ana terlihat ingin tertawa, tapi dia juga tak tega saat melihat Aditya mengelus elus bokong nya.


"Kakak kenapa? "Tanya Ana


"Aku kangen banget sama kamu, makanya aku nekat manjat tembok. Tapi aku nya malah jatuh, sakit...."Ucap nya manja


"Uluh uluh,, sakit ya? Lagian siapa suruh manjat kaya gini? "Ucap Ana seraya mengulurkan tangan nya


Aditya pun langsung menerima uluran tangan Ana, bukan nya bangun Aditya malah menarik Ana sampai Ana duduk di pangkuan nya.


"Kakak ih,,, "Protes Ana


"Jangan berisik,, nanti kita ketahuan."Ucap Aditya

__ADS_1


Ana pun terdiam, sedang kan Aditya langsung memeluk Ana dan menyimpan dagu nya di pundak Ana. Sesekali Aditya mengendus wangi sampo dari rambut Ana, sedangkan Ana malah terlihat tak nyaman dengan apa yang di lakukan Aditya.


"Kakak,, aku ngga nyaman kalau kaya gini terus. Kita duduk di bangku aja ya,,"Pinta Ana


"Baiklah, kalau begitu kamu nya bangun dulu."Ucap Aditya


Ana pun langsung bangun di ikuti oleh Aditya, baru saja mereka akan duduk di bangku. Tapi dari dalam Rini memanggil Ana dan menghampiri mereka, Ana dan Aditya pun saling pandang.


"Sayang, kamu di mana? "Tanya Rini


Ana memandang Aditya,"kakak ngumpet sana, nanti ketahuan Bunda."Pinta Ana


"No sayang, aku itu lelaki. Aku harus berani dalam menghadapi semua ini, aku ngga mau di sebut sebagai pengecut."Ucap Aditya


"Tapi Dede takut kalau Bunda akan marah.."Rengek Ana


"Sudah lah sayang, aku memang harus bertemu sama Bunda."Ucap Aditya yakin


Rini pun semakin mendekat, saat melihat Ana sedang bersama Aditya, Rini pun langsung terdiam mematung.


"Bunda,, "Sapa Aditya, melihat Rini yang hanya terdiam Aditya pun langsung menghampiri Rini dan memeluk nya.


Aditya memeluk Rini dengan erat,"Rey kangen sama Bunda,, "Ucap nya seraya menangis


Rini pun tak kuasa menahan tangis nya, walau pun Aditya sudah menghancurkan masa depan Ana. Tapi hati nya tetap saja berkata bahwa dia begitu menyayangi Aditya.


Rini pun mengangkat tangan nya dan membalas pelukan Aditya, "Bunda juga kangen."Ucap Rini


Ana yang melihat nya ikut menangis, sedangkan dari arah pintu terlihat Adi yang sedang melihat kebersamaan mereka bertiga. Tak bisa di pungkiri hati Adi terasa rindu dengan anak yang sepuluh tahun di asuh nya, tapi ego nya masih menguasai sehingga dia tak mau mengakui apa yang ada di dalam hati nya.


-


-


-


Terimakasih karena sudah mau mampir di karya penulis yang masih amatiran ini..


💓💓💓💓💓💓💓💓


TBC

__ADS_1


__ADS_2