Trauma Masa Lalu

Trauma Masa Lalu
Niat Herry


__ADS_3

Setengah berlari Ana menuju rumah nya, dia sungguh takut jika ketahuan sedang berduaan dengan Aditya. Sampai di depan rumah nya, Ana sangat kaget karna di sana sudah terlihat ramai.


Ada Vanya, Alisya, Clarisa dan Herry. Tak jauh dari mereka ada perempuan paruh baya yang sedang bercipika cipiki dengan Bunda nya, sedangkan di dekat Ayah nya ada seorang wanita cantik yang sedang bersalaman dengan Ayah nya.


Kini Ana terlihat sangat bingung dengan apa yang dia lihat, dia pun berpikir keras dengan apa yang sebenarnya telah terjadi.


Saat Ana menghampiri mereka, ketiga teman Ana pun langsung memeluk Ana dengan erat.


"Na, kita kangen banget sama kamu."Ucap Vanya


"Iya Na, ngga ketemu seminggu kaya setahun."Ucap Alisya


"Kalian lebay banget sih,, "Ucap Ana


Herry yang melihat Ana pun segera menghampiri nya,"Pagi Ana.. "Sapa Herry


"Pagi Herry, ini ada apa ya? "Tanya Ana


"Herry kangen sama kamu An,tiap hari yang dia bahas cuma kamu. Jadi nya karna kita teman yang baik,akhir nya kita mengantarkan Herry buat ketemu sama kamu An ."Seru Clarisa


"Lalu tante siapa? "Tanya Ana pada perempuan paruh baya yang berada di samping Rini


"Saya Aluna, mamah nya Herry. Tante senang bisa ketemu sama kamu sayang.."Ucap Aluna seraya memeluk Rini


"Mah,aku juga mau peluk ka Ana."


"Oh iya sayang, ini adik nya Herry. Nama nya Almira, dia sangat ingin bertemu dengan kamu nak."Ucap Aluna


Almira pun segera menghampiri Ana dan memeluk Ana, "senang sekali bisa bertemu dengan calon kakak ipar.."Ucap Almira


Ana pun langsung melepaskan pelukan nya,"Memang nya siapa calon kakak ipar kamu?"Tanya Ana polos


Almira pun menyeringai,"Nanti juga kakak tahu."Jawab Almira

__ADS_1


"Sudah sudah, sekarang kita masuk dulu. Ngobrol nya di dalam saja.. "Ajak Rini


Semua yang ada di pelataran rumah Rini pun langsung masuk ke ruang keluarga, di sana sudah tersedia banyak makanan dan minuman.


Sedangkan dari kebun Bunga, Aditya nampak memperhatikan interaksi mereka. Saat melihat kedatangan nya Herry ,Aditya langsung mengepal kan tangan nya.


Dia merasa sangat sulit untuk mendekati Ana jika seperti ini, seperti nya Aditya harus bergerak cepat agar Ana tidak masuk ke dalam pelukan pria lain.


Kini di ruang keluarga yang biasa nya sepi nampak begitu ramai, penuh dengan canda dan tawa. Bahkan Almira begitu cerewet, dia menjadi tokoh utama di sana karna begitu dominan dalam bercerita.


Sedangkan Ana kini tengah di landa kebingungan, kenapa Herry harus datang dengan ibu dan juga adik nya. Apakah Herry mempunyai maksud tertentu pada nya?Atau Herry punya hal yang ingin di sampaikan?


Ana terlihat seperti kebingungan di tengah keramaian, sedangkan Herry begitu asik menatap wajah bingung Ana. Untuk saat ini, dia memang ingin membuat Ana bingung. Tapi nanti, dia akan memberikan sebuah kejutan untuk Ana.


Mereka semua mengobrol dengan asik sampai menjelang siang, saat adzan dzuhur berkumandang, semua nya langsung menuju mushola untuk melaksanakan shalat dzuhur. Adi menjadi imam shalat nya, sedangkan Herry membacakan iqomat sebelum saat di mulai.


Selsai shalat dzuhur, semua nya kini berkumpul di ruang makan. Karna memang waktu makan siang telah tiba, mereka semua makan dengan hidmat.


"Sebelum nya tante minta maaf ya nak,maksud kedatangan kami ke sini ingin menyampaikan keseriusan kami untuk meminang nak Ana menjadi bagian dari keluarga kami."ucap Aluna


"Maksud tante? "Tanya Ana


"Kamu pasti tahu kan sayang, kalau Herry sangat mencintai kamu. Bahkan dia rela menerima segala kekurangan kamu dan mau menutup aib masa lalu kamu, yang penting kamu mau menikah dengan Herry."Ucap Aluna dengan percaya diri


Herry terlihat memandang Aluna dengan tajam,"Mah, kok ngomong nya gitu? "Tanya Herry


Apa apaan wanita itu, dia sedang meminta ku untuk menjadi menantu nya atau sedang membuka aib ku?.Batin Ana


"Maaf tante, tapi dari awal saya sudah bilang sama Herry kalau saya memang tidak pantas bersanding dengan Herry. Herry masih bisa mendapatkan perempuan yang lebih baik dari saya, dan tentu nya masih bersegel."Jawab Ana


"An, maaf.. Tapi mamah ku tidak bermaksud seperti itu, aku selalu bilang jika aku mencintai kamu apa ada nya, aku akan menerima bagaimana pun keadaan kamu karna aku juga bukan manusia yang sempurna."Ucap Herry


Ana masih terdiam, dia merasa kesal akan perkataan Aluna. Sedangkan Adi, Rini dan Bu Leli nampak saling pandang. Mereka tak menyangka jika Ibu nya Herry akan berkata hal yang menyakitkan pada Ana, padahal jika di lihat Herry adalah lelaki yang baik.

__ADS_1


Tapi sayang nya dia mempunyai ibu yang kurang bisa menjaga ucapan nya,agar tak terjadi ketegangan diantara mereka, Adi pun mengeluarkan suara nya.


"Sayang, maksud Herry baik kok..Dia ingin mengajak kamu ke jenjang yang lebih serius, tapi kalau kamu ngga bisa kamu bisa menolak nya."Ucap Adi


"Pak Adi kok bicara nya seperti itu, saya serius kok ingin menjadikan Ana sebagai menantu saya. Ya walaupun awal nya saya tak rela jika putra sulung saya mendapatkan perempuan yang sudah tak bersegel, tapi jika melihat ketulusan dari Herry, saya sebagai orang tua hanya bisa memberi restu."Ucap Aluna


Ana merasa sangat kesal dengan ucapan Aluna, ternyata belum apa apa wanita paruh baya itu sudah mengeluarkan taring nya.


"Maaf tante, tapi lebih baik tante dan Herry memikir kan nya lagi. Aku tidak mau menjadi bangkitan di suatu hari nanti, jadi lebih baik tante dan Herry berpikir kembali untuk menimang saya."Jelas Ana


Herry yang merasa takut Ana menolak nya pun, langsung bangun dari duduk nya dan menghampiri Ana. Dia duduk bersimpuh sambil memegang erat tangan Ana.


"Ana, aku mohon kasih aku kesempatan untuk kita bisa saling mendekatkan diri. Kalau kata orang tua dulu mah, biar kita melakukan penjajakan dulu. Kalau misalkan kamu merasa cocok sama aku kita langsung nikah, tapi kalau kamu ngerasa ngga cocok kamu boleh tinggal kan aku. "Ucap Herry


"Baiklah Herry, tapi aku ngga mau ada kata pacaran.Kamu boleh menemui ku setiap minggu, tapi kalau aku merasa tak cocok dengan kamu, beneran kan aku boleh meminta kamu untuk meninggalkan aku? "Ucap Ana


"Selama kita ada dalam masa penjajakan, aku yakin akan selalu berusaha untuk membahagiakan kamu. Jadi jangan pernah berpikir untuk meninggal kan aku, Ok?! "Tegas Herry


"Ok,, "Jawab Ana


Semua orang kini bisa bernafas dengan lega, akhir nya Ana mau melakukan masa penjajakan dengan Herry. Setidak nya itu adalah awal yang baik buat Ana, agar dia mulai bisa melupakan Aditya, pikir Adi dan Rini.


-


-


-


Terimakasih karena sudah menyempatkan diri untuk membaca karya penulis amatiran seperti diri ku ini.


💓💓💓💓💓💓💓💓


TBC

__ADS_1


__ADS_2