
apa kabar zander. Hah mau berapa kali aku bilang "jangan keluar masuk lewat jendela", Noel terjatuh saat Zander membuka jendela tiba-tiba sambil berteriak memarahinya, tapi sebelum Noel jatuh ke bawah, Zander memegang tangannya dan menariknya masuk lalu menatap nya dengan tajam dan aura mencekam membuat orang tidak bisa menahan tawanya karena kalian masih sama saja seperti dulu, "berisik" kata Zander dan Noel secara bersamaan. Ha hahahaha Bahkan kekompakan kalian masih sama ya. Didalam hati Zander berkata ''sifat yang paling menyebalkan yang ku benci dari kakak" dan didalam hati Noel berkata 'mengapa Arnius ada disini' sambil menoleh ke arah Zander. Eh tunggu "kakak ?", Hening dalam sekejap membuat orang itu kembali menahan tawanya dan benar anak nakal. Sambil memegang kepala Zander kemudian menarik pipinya dengan sangat kencang membuatnya berteriak kesakitan dan meminta orang tersebut untuk lepaskan nya, tidak mau. Em tuan muda Arnius, jangan memanggilku seperti itu Noel yang manis sambil mengelus kepalanya.dan itu membuatnya kesal, mengapa aku diperlakukan seperti mereka (*❛‿❛→maksud Zander adalah paiyu dan Nuan) di dalam hati ia bicara seperti itu lalu muncul bayangan saat dirinya memeluk kakaknya yang baru datang dari sekolah saat masih kecil "kakak selamat datang" kakak tersenyum sambil mengelus rambutku dan berkata "hari ini bersemangat sekali Chen, apakah terjadi ada hal seru tadi" iya, hari ini aku...., "aku rindu kakak" benarkah kau rindu padaku Zander, ti tidak aku tidak rindu padamu, cih dasar pembohong, aku tidak berbohong ekhm maaf menganggu percakapan kalian tapi saya mau tanya mengapa anda ada di sini tuan muda, aku hanya mau melihat keponakan ku ini, dia bukan anakku, eh dia bukan anakmu Zander, "bukan" Hmm Sayang sekali padahal dia imut dan dingin seperti mu, jangan menghinaku. Noel yang melihat perilaku Zander hanya bisa menghela nafas padahal tuan muda memujimu loh.
sekarang ditempat lain yaitu di bawah alam sadar terdapat awan putih yang muncul perlahan-lahan tandanya saatnya perpisahan dengan sang ayah Andrew karena sekarang sudah waktunya dirinya pergi "tidak jangan tinggalkan aku lagi ayah hiks huhuhu", Andrew (mengusap air mata yang menetes di pipinya) jangan menangis lagi, Andrew itu anak ayah yang paling hebat karena itu jadilah anak yang hebat dan kakak yang hebat pula. Lalu tiba-tiba muncul cahaya putih bersinar bagaikan matahari yang perlahan mewujudkan sosok awan menyerupai manusia, apakah itu "malaikat", astaga bisakah kau tidak muncul secara berlebihan dari deskripsi hah, maaf ya aku ini tokoh utama hah tokoh utama konon kau itu tokoh yang sekali muncul tau. Awas kau ya dasar hantu tidak tau diri, dari pada kau yang tidak penting munculnya berlebihan sekali ya. Ehm permisi bisakah kita masuk ke deskripsi yang benar, ini sudah deskripsi yang benar tau, jangan bicara seperti itu pada anakku, memangnya kenapa hah lagi pula kau sudah tiada sejak novel ini dibuat, sombong sekali kau, ini bukan sombong tau tapi kenyataannya, sama saja bodoh, aku bodoh aku ini pintar, hah aku tidak percaya itu, kalau tidak percaya ikut ke alam baka bersama ku. eh tu tunggu kau mau bawa ayah ke mana, ke alam baka mendapat siksaan hahahaha (ketawa jahat muncul membuat Andrew menagis yang membuat sang ayah marah dengan berkata "apa yang kau lakukan hah, Aduh uuuh aku hanya bercanda bercanda kok, bohong, jangan bercanda lagi" dengan nada tegas sambil menarik kera baju sang ayah lalu pergi dan sekali lagi itu membuat Andrew merasa tambah sedih