Who I Am Brother

Who I Am Brother
Episode 141


__ADS_3

seperti salju dan mata biru jernih yang menenangkan jiwa. Dia selalu menghiburku disaat aku sedih, menolong ku disaat tidak tau arah, ikut tersenyum saat diriku bahagia dan bagiku dia adalah keluarga. Tapi.... "Aspen apa yang kau baca sampai tidak menjawab panggilan ku tadi" Ah maaf aku membaca surat dari adikku, ack aku lupa jika Aspen punya keluarga yang ia rindukan sama seperti ku, tapi aku malah egois merebut Aspen dari keluarga nya hanya untuk diriku sendiri. "m maafkan aku seharusnya aku tak harus memaksamu ikut bersama ku kemari" tidak apa, lagi pula ini kewajiban saya, t tapi gimana dengan adikmu, dia yang paling membutuhkanmu dari pada aku, yah jika itu yang anda inginkan saya akan pergi tapi sesudah saya memastikan anda tumbuh lebih kuat lebih dari yang mulia. tapi aku tidak mungkin bisa menjadi hebat seperti ayah dan kakak yah itu tidak apa-apa, yang terpenting anda sudah tau dasarnya itupun sudah cukup, karena ucapan itu sudah terulang sebanyak tiga ribu empat ratus lima puluh kali di otak ku karena aku terlalu payah mengayunkan pedang dan jika salah sedikit saja maka akan di ulangi sebayak sepuluh kali dan saat tanding, aku terlalu banyak kalah bahkan duel satu lawan satu dengan Aspen, yah untunglah aku mahir dalam seni pedang ini dan. saat aku menang aku akan mengajukan pertanyaan "Gimana kabar adikmu, gimana penampilannya, apakah dia mirip dengan mu" Wah anda bersemangat sekali, aku kan selalu bersemangat, ya saya tau itu, apakah anda mau dengar cerita, apa ini cerita tentang keluarga mu Aspen, yah itu yang saya ingin ceritakan, ung kalau begitu ceritakan, baiklah, cerita ini dimulai dengan sedikit sedih karena ada seorang anak yang dijauhi oleh teman-teman nya sebab ia memiliki penampilan yang berbeda dengan yang lain dan juga penyakitan, katanya jika kamu menyentuhnya maka kau akan mendapatkan kesialan yang melebihi anak itu. Awalnya mereka menghindarinya tapi semakin sering mereka menganggu nya dengan sangat parah dan hampir membunuh anak tersebut, tapi anak itu hanya diam saja dan menerima perlakuan kasar mereka bahkan penyakit nya menggerogoti tubuhnya sampai dilarikan ke luar negri untuk berobat, anak itu tak patah semangat ia terus membuat sesuatu di luar dugaan manusia hanya untuk membantu seorang anak kecil yang kehilangan keluarga, cinta dan lainnya. walaupun sudah mendapatkan keluarga anak kecil itu tetap tidak bisa melupakan keluarga nya yang asli tapi saat melihat bayi mungil milik seorang kesatria penjaga anak yang sakit itu, dia menyadari kalau dia bisa membuat keluarga baru tanpa melupakan keluarga nya, kemudian anak kecil melihat ke arah anak yang sakit itu dengan sebutan "kakak". Entah mengapa kata itu menggelitik hati ku dan tak terasa telah lama waktu berlalu begitu cepat, anak yang penyakitan itu membuat sesuatu yang menggantikan dirinya saat tiada untuk menemani anak kecil itu, tapi kematian nya itu membuat suatu trauma yang tak bisa disembuhkan sampai sekarang, lalu tak lama kemudian ia melihat sesuatu yang ia rindukan, betapa halusnya rambut hitam miliknya dan betapa indahnya mata birunya saat terkena sinar mentari. Semua itu membuat air mata anak kecil itu mengalir sangat


__ADS_2