
untuk mau bicara juga bersekolah seperti biasa. Melihat hal itu membuat keluarga bibi gembira sambil memeluk, mencium juga berterima kasih kepada Budha karena nuan yang bibi anggap sebagai cucu sendiri telah kembali berbicara. sedangkan paiyu hanya berbicara satu kata yaitu kakak, dan saat paiyu menyentuh ataupun melihat air maka dirinya langsung lari ke kamarnya dengan tubuh yang bergemetar ketakutan karena gejala ini dimulai saat dia mau minum. namun di air itu muncul bayangan kakak terjatuh ke dalam air membuatnya syok dan gelas pun terjatuh, dia diam membuku dengan air mata yang mengalir memanggil kakak tertuanya, Chen datang menggendong paiyu sambil bertanya apakah kau terluka, tapi tidak ada jawaban dia hanya memelukku dengan tangisan yang menjadi jadi. Ini pasti berat buatnya cup cup cup peri hiks kecil kami. Aku tak sanggup menahan air mataku a aku ini salahku kalau saja saat itu aku mengawasi mereka bermain maka kejadian ini tidak akan terjadi, kakak ung, ssth tidurlah peri kecil kakak yang manis. Chen menidurkan paiyu, menyelimutinya dan tak lupa mencium dahinya sebelum pergi, saat pintu tertutup Chen melihat nuan yang sedang Bersembunyi melihatku, apa daya aku jika memang anak pembawa sial yang di takuti siapapun bahkan adikku sendiri, umm kakak ua, apakah Paiyu tidak apa apa, um yah dia baik-baik saja. Tapii, tidak apa percayalah dia pasti bisa melewatinya seperti mu, um. Aku mengatakan ini murni dari hatiku tapi aku harap mereka tidak seperti ku dan aku ingin mereka seperti kakak yang pantang menyerah, bangkit kembali dari rasa sakitnya
Bagi kami mengurus mereka yang takut akan air membuat kami begitu susah dan khawatir terutama saat mereka akan minum setelah sarapan ataupun ketika mereka haus dimalam hari. Tidaklah mungkin bagi kami terus mengganti air putih dengan sesuatu yang berwarna dengan penuh rasa manis di saat malam hari, ketika tubuh sangat membutuhkan air putih daripada air yang lain. Karena rasa manis yang tetap melekat di lidah membuat seseorang segera mencari air putih untuk menghilangkan rasa itu di mulut mereka sebelum kembali tidur. Kami juga sebisa mungkin menempatkan air putih di dalam gelas yang berwarna untuk menyamarkan nya dan tak terlihat oleh mereka maka bibi dan An membeli gelas dengan tutup sedotan tapi kadang kala itu tidak berguna karena mereka akan berteriak dengan kencang sambil menangis berlari ke kamar kemudian mengunci pintu nya. Sehingga membuat Chen tergesa-gesa naik ke atas dan saat terdengar suaranya, paiyu membuka pintu kemudian langsung memeluk Chen dengan menangis dan berteriak "kakak". Tapi saat dirinya menyadari bahwa dia bukan kakak tertuanya, paiyu mendorong Chen lalu kembali ke kamar dan menguncinya sambil duduk merenung ditepian. Haah Ingatan tentang kejadian dirinya yang memeluk chyou dengan tiba-tiba membuat kakak batuk berdarah dan tergeletak begitu saja dilantai yang dingin itu membuat hati paiyu bergetar lalu menangis tersedu-sedu. Chen mengetuk pintu sambil berteriak "paiyu ada apa , paiyu,". Bibi pun mulai berteriak "nona, buka pintunya nona" Tapi tidak ada jawaban dan akhirnya Chen mendobrak pintu dan berteriak "paiyu", dia yang duduk ketakutan membuat Chen memeluknya sambil berkata "tidak apa-apa,ada kakak disini"