
menompang bahuku ketika terjatuh, suaranya halus menghawatirkan ku, andaikan aku bisa melihat nya dengan benar tapi mataku kini berkunang-kunang kepalaku sakit kemudian tertidur lelap, akan tetapi dengan samar-samar Aroma harum tercium oleh hidungku, aku pun berjalan mengikuti aroma itu dengan mata yang masih mengantuk sampai akhir "ark aduh sakit" aku tertabrak tiang, orang yang melihatku hanya bisa tertawa melihatnya "hahahaha kalau jalan itu hati-hati" hick ca cakit, haah apa kau datang kesini karena lapar, Eh em tidak tuh. kataku yang baru sadar mendengar suara tawanya yang entah mengapa terasa familiar di telingaku tapi saat dia tertawa dia sangat tampan terlepas dari dia seorang pria paru baya. Cie cie cicuit naksir nih ye, tidak tuh, oh ya? iyap, tapi kenapa telinga mu merah, malu ya, tidak, ngaku aja wak, sudah kubilang tidak, wah keras sekAli swaranya, "Ekhm omong-omong bagaimana kondisi mu", wah lihat dia langsung menembaknya, tidaaaak, halah ngaku aja bah, sudah kubilang tidak ya tidak uh hiks huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, hei jangan nangis dong, iya gitu aja dah nangis ni anak. Gimana nih emmm oh aku tau, apa apa tu cepat katakan, bentar aku lagi mengetik nih, nah selesai, mana mana bisa aku lihat, maaf gak bisa, udah ku kirim hehehe. Oh ini, apa apa ada balasannya, iya eeh dia berkata kalau keadaan ku baik-baik saja dari pada aku kau...., (melihat budak miliknya) hah kau itu selalu saja begini (mengelap mulut si budak) lain kali makanlah perlahan jangan belepotan begitu, ung. oh ya, selesai makan bagaimana kalau kita pergi melihat taman di SOLARIO. Katanya dengan nada yang hangat aku mendengarnya dan entah mengapa aku merinding melihat kebaikannya itu, hmm mungkin kah dia merencanakan sesuatu seperti serigala dengan topeng domba (☞ ᐛ ☞ istilah untuk orang jahat yang berpura-pura baik) gak lah coba lihat dia seperti mengenal lama si budak itu, eh masak sih? hmm iyelah dia anggap budak tu macam adik, apa ku bilang benarkan, hei tak mungkin tu, dia saja baru kenal sama budak itu, em iya aku tau itu, ya kan sel memori, eh aku, iya lah siapa lagi kalau bukan kau, ah gitu emmm oooh jadi begitu, apa yang kau curigai "kebaikan" Ha? kebaikannya tu patut dicurigai, alamak, kita dari tadi bahas itu tauuuuuuk aaaarrrrrggggg, ssth tunggu sepertinya ada yang mengetuk pintu, ha masak, ia coba dengerin "tok tok tok" iya sebentar. saat pintu terbuka sebuah karung melesat menangkap si pria paru baya beserta budaknya sekali, Kemudian mereka dibawa ke sebuah tempat Antabranta (☞ ᐛ ☞ tempat yang tidak di ketahui) .
Saat itu Petir menyambar disertai gluduk di sebuah tempat yang jauh di atas gunung yang tertutup oleh awan tipis nan dingin. dan sangat sangat dingin di ruangan bawah tanahnya jika kalian coba coba masuk ke sana, daging, kulit juga darah kalian akan membeku selayaknya Es abadi. "Arg" Orang yang di lempar selayaknya sampah tak berguna, di buang begitu saja tanpa adanya rasa manusiawi. sampai tulang tangan yang retak karena menompang tubuh yang terjatuh, pembuluh darah pecah namun tak berdarah, karena dinginnya suhu ekstrim di sini, aku