
(rumah sakit) untuk selamanya dan saat aku mengigat dia yang ku cintai itu membuat air mataku terjatuh tanpa ku mengigat dia yang ku cintai itu membuat air mataku terjatuh tanpa ku sadari. "ah kenapa aku menangis, chyou anakku maaf maafkan aku".
__ADS_1
Tangan ku gemetar saat menyentuhnya dan apakah aku layak menjadi ayah untuk nya, tidak, aku bahkan tidak bisa menolong anak ini saat ia butuh bantuan, maaf maaf kan aku sayang aku tidak bisa melindungi anak kita walaupun aku sudah berjanji padamu "maaf hiks maafkan aku" Penyesalan dan kesedihan begitu dalam dengan air mata yang tak berhenti mengalir saat tiba-tiba mendengar suara alat frekuensi detak jantung yang semakin lama semakin keras dia berbunyi yang artinya si pasien telah berpulang ke pangkuan sang Pencipta (artinya dia dah tiada), meninggalkan dunia ini untuk selamanya begitupun keluarganya yang ia sayangi sekarang sedang porak poranda memanggil dokter dan menyangkal kematiannya. Tangisan yang begitu dalam tenggelam kedalam keheningan yang sudah mencapai hancurnya jiwa juga raga tapi "eh dia malah bangun" Dan entengnya dia berkata "selamat ada kena prenk" Dengan suara keras dia mengatakan itu si presenter nya astaga para pemirsa kita telah diprenk padahal ini sudah sesedih sedih nya aku menangis juga sebingung- bingungnya aku membaca ternyata terkena prenk juga aish sial sekali aku, baiklah untuk mempersingkat waktu dan tak perlu bertele-tele bah sekarang, mari kita baca dialog chen yang menyimpan gambar itu untuk dipajang di dinding ruangan namun si kembar tak mau itu karena gambar itu akan ia berikan kepada kakaknya (chyou) yang akan ulang tahun besok lusa. "Dari mana kalian tau kakak ulang tahun tiga hari lagi" i itu mucik, hmm musik ?, ung bucan mucik tapi ain dililis peLucahaan kakak,
__ADS_1
Pertanyaan pertanyaan yang menghantui pikiran Chen dan juga Yongsheng membuat hal ganjal menjadi misterius dimana kau mencari jawabannya tidak bisa kau temukan dan akhirnya mau sampai kapan kalian berbicara cepat tidur, ah maaf An aku tidak tau akan selarut ini kami berbicara, An membawa si kembar ke kamarnya tiba-tiba Nuan terjatuh dari tempat tidur dan untungnya ada tangan chen yang cekatan menompang kepala nuan agar tidak terjatuh kemudian mengendong nya ke kamar mereka. setelah sampai di kamar si kembar dan menyelimutinya tapi saat mereka pergi, Nuan malah memegang tangan Chen dengan mengigau ia meminta maaf pada kakak sambil menangis gemetaran, Chen menenangkan si kembar seperti yang dilakukan
__ADS_1