Who I Am Brother

Who I Am Brother
Episode 64


__ADS_3

ke sekolah dia hanya menatap nya dengan mata yang ingin ke sana juga "apakah Paiyu mau sekolah" Paiyu menganggukkan kepalanya sambil berkata besok. Wah benarkah, ya sambil menutupi wajahnya dengan topi jaketnya. Saat ia dikasih donat, Paiyu dengan senang hati memakannya walau dengan wajah yang murung dan itu membuat An sedih, apa itu anakmu obsir Ye, dia sangat imut tapi kenapa dia murung begitu,  ah obsir zou tidak dia bukan anakku dia keponakanku hmm begitu ya lalu kenapa dia, dia bertengkar dengan kakaknya, bukanlah itu lumrah di kalangan anak anak. Kata obsir yang lainnya Lalu tiba-tiba ada panggilan yang meminta obsir An untuk ke jalan XXXX terjadi kecelakaan. An menitipkan Paiyu ke rekannya lalu berpesan kepada Paiyu untuk tetap di sini nanti dirinya akan kembali,Paiyu menganggukkan kepalanya. Lalu telpon An berbunyi lagi, An serahkan dia pada kami, baiklah tolong ya.


Tak lama kemudian Chen datang sambil berkata bahwa sekarang waktunya sekolah sambil memegang tangan paiyu. tidak mau. Haaah Baiklah kalau begitu kata Chen yang duduk di hadapan Paiyu sambil mengeluarkan buku setebal dua senti, buku tulis, pensil dan penghapus lalu berkata sebagai gantinya kau harus menyalin buku yang ini. Ung, dia begitu menurut walaupun marah padanya, jangan (acak-acak rambutku) hahaha dasar kamu itu arg jangan ung kakak ekhm permisi hmm, tuan apakah kau kakak anak manis ini, ya benar kenapa. Tolong jangan terlalu keras pada anak kecil ya dia itu terlalu rapuh jika kau perlakukan seperti itu, apa? Aku, benar anda harus lebih lembut kepada adik anda, bibi tidak masalah (aku sudah terbiasa), nak mungkin itu tidak masalah bagi mu tapi, terima kasih (sudah peduli padaku) , ah maafkan adik saya dia tidak terbiasa berinteraksi dengan orang lain karena trauma nya, ah begitu ya malang sekali. Apa sekarang dia baik-baik saja, iya dia baik-baik saja sekarang karena dia sudah melewati traumanya, tuing (nada dering SMS) lalu tiba-tiba paiyu menarik bajunya sambil berkata " X " Hmm nomer yang mana, ini, oh ini begini caranya dan selesai ini hasil dari 'x', kau mengajarkan perhitungan yang rumit itu ada anak tk, yah bisa di bilang begitu dia ini juara satu matematika SD dulu, wah benarkah kau hebat sekali nak, ung emm um, hahahahaha dia malu lihat itu imut sekali  tuing (nada dering SMS)  hmm apa sudah selesai ung lihat, sementara chen mengoreksi bukunya beberapa menit kemudian terdengar suara musik yang sangat keras membuat Paiyu terkejut lalu berkata bahwa smartphone Chen berbunyi, bicaralah dengan nya dulu, aku masih sibuk, um ah tunggu cepat menutup telingamu. "Em, mengapa" bersamaan dengan suara An yang berteriak mengapa tidak menjawab telepon dariku hah. Paiyu terkejut sampai menangis namun tak bersuara, Chen langsung  menarik smartphonenya dari paiyu dengan cepat dan hey jangan berteriak ada anak kecil di sini, apa kau ini tut tut (menutup telpon) haaah hampir saja wah laptop, hmm ini ung, ah ini bukan laptop paiyu tapi smartphone, ung ung laptop seperti, yah kau benar gimana (itu terjadi).Dengan mata yang menyala-nyala paiyu bertanya dengan antusias tanpa menghapus air matanya.Hmm itu


__ADS_2