Who I Am Brother

Who I Am Brother
Episode 106


__ADS_3

bosan dan membuang pedangnya yang terbang ke langit dengan pantulan sinar matahari yang membuat itu masih mengkilat tanpa meninggalkan noda lalu tertancap di tanah dan setetes air mata menetes di atasnya. Tapi "Hmm" setetes air itu menetes di kepala seorang pria berkuda yang melihat ke atas memeriksa langit yang hampir mendung. Kemudian kuda lari dengan kencang menembus hujan yang perlahan turun, akan tetapi kuda itu berhenti dan orang yang menunggangi kuda turun memeriksa apakah orang yang ada dijalankan itu mati atau tidak dengan menendang tubuh orang yang ada di jalan dalam tubuh terluka. "Hah menyebalkan" pria berkuda itu menyeret pria yang ada di jalan sampai ke pinggir agar tidak menghalangi jalan untuk nya dan yang lainnya. karena itulah dirinya benci untuk melakukannya kalau itu untuk orang lain hah, mau bagaimana lagi dirinya harus melakukannya untuk kebaikannya sendiri. Namun saat menaiki kudanya kembali dan melanjutkan perjalanannya ,ada partikel cahaya dan bau yang orang berkuda itu kenal sambil menoleh ke arah belakang partikel cahaya itu menghilang tepat kearah orang yang terbaring di jalan tadi. Karena penasaran pria berkuda melihat kearah pria yang tadi dirinya seret itu.

__ADS_1


Di suatu tempat yang ramai tepatnya di sebuah bangunan yang bernama 'thermie' dimana mereka menyediakan makanan (restoran), minuman (bar) dan tempat menginap, bisa dibilang itu tempat ramai dengan orang di siang hari namun tidak di saat matahari tenggelam. tapi kali ini berbeda ada seseorang dengan jubah hitam yang masuk saat hujan tanpa salam tanpa permisi langsung membuka pintu dengan kaki "brak" semua orang melihatnya, namun orang berjubah hitam itu mengabaikannya dengan membuka tudungnya itu, tampak rambut hitam yang cantik namun terlihat acak-acakan dengan mata coklat kemerahan yang menatap tajam seseorang saat memarahinya karena sikap dan perbuatannya yang buruk itu bisa saja melukai orang atau merusak fasilitas. Lalu saat orang itu selesai bicara, dia bertanya "apa sudah selesai" apa maksudmu ha, bagimana kau menganti biaya kerusakan yang kau lakukan Bruv, (diam kemudian menunjuk ) lihat tidak rusak kan dan kalaupun rusak aku akan membayarnya. Huh ini adalah taktik dari semua alasan, dugaan, kesalahan, memarahinya dan apapun itu bisa diselesaikannya dengan satu kalimat yang membuat orang lain tidak bisa berkata-kata lagi.

__ADS_1


"Hai Bruv apa... apa yang kau bawa i itu", hmm (melihat ke bawah) astaga me me megapa ada mayat di sini, itu yang aku coba tanyakan Bruv. Ha tinggal kita membuang mayatnya saja kan mudah, kalau ketahuan prajurit penjaga gimana hah, cih hahahahahahha. Semua orang menatapnya gila (*❛‿❛→maksudnya pria rambut hitam itu gila) dan tidak ada yang berbicara bahwa dia gila karena dia punya cara yang cerdik yaitu dengan melemparkan mayat itu ke sungai "byur" karena suara air yang deras serta hujan lebat membawa mayat itu pergi dengan cepat dan menyamarkannya dengan air sungai yang keruh yang sama dengan langit malam dengan pencahayaan yang redup membuat mayat tak kelihatan. Dengan sombong nya dia berkata "nah mudahkan gitu aja gak bisa" Bruv meninggalkan mereka sendirian karena mereka masih ketakutan akibat ulah Bruv yang sembrono, membuang mayat dengan santainya dan tanpa kekhawatiran sedikitpun. walaupun rencana bruv berhasil tapi

__ADS_1


__ADS_2