Who I Am Brother

Who I Am Brother
Episode 112


__ADS_3

itu tidak seperti yang kau pikirkan, apa yang anda hmmm biar ku katakan itu bukan kaca, berlian, atau batu permata yang kalian jual, oh uh jadi ini jenis batu apa yang menghasilkan kualitas dari batu ini tempatnya, hmm kalau kau tentukan harga nya akan aku beri tau.

__ADS_1


Lonceng berbunyi setelah pintu terbuka dan terdengar suara penggawai toko perhiasan berkata "terimakasih sudah berbelanja di toko kami" Dengan senyuman yang ramah. Tapi "tuan apakah anda mau naik kereta" iya. Kuda berjalan, kereta sedikit bergoyang karena jalan berbatu yang memakan waktu lama dan membosankan kemudian si pembawa kereta kuda berkata "tuan, apakah bajunya cocok" iya cocok sekali Terima kasih ya, ini sudah jadi tugas saya hmm omong-omong ini kau dapat dari mana, di kota yang tak jauh dari sini, saya harap anda menyukainya, yah lumayan dan ini apakah untukku, iya benar sekali itu adalah surat rekrut jadi pasukan bayangan ratu. Tidak tertarik, eh kenapa ini kesempatan besar untuk anda jika anda ikut, aku ma maksud ku ratu akan memberimu gelar. Tetap tidak mau. (Kuda berhenti dan pintu terbuka dengan kencang) apa maksud mu, coba ku lihat.... Hmmm nona tidak cocok pakai pakaian seperti itu (☞ ͡͡° ͜ ʖ ͡°☞ nona yang dimaksud chen itu si supir kereta kuda) baju Chen Dicengram dengan kuat dan semakin kuat saat chen berkata "ah bukan seharusnya ku panggil kau ... Ratu" Dengan mata yang sinis dan kebencian ditambah senyuman jahat membuat chen menjadi antagonis sesungguhnya. "Bagaimana kau" Mudah saja kau mengambil semua ikan dan bajuku lalu kau menyuruhku mengambil ikan lagi tapi malah kau menjatuhkan ku dari tebing, tatapan sinis itu kembali lagi dan membuat ratu terkejut sehingga melepaskan genggaman nya di leher chen "cara yang sama tidak akan mempan dua kali" Apa yang kau "bum" Sekarang chen menghilang meninggalkan asap putih yang tipis dan baju yang ia pakai sebelumnya di pinggir kursi duduk kereta kuda.

__ADS_1


"Haah" Chen menghela nafas sambil duduk di bangku taman lalu melihat wanita itu masih ada di sana dan nampaknya wajahnya muram. "Ano nona" iya, ka kamu bukankah kamu yang tadi itu, eh apa yang nona katakan ehm maaf sepertinya aku salah mengenali orang, emm.. no nona saya mau tanya, dimana tempat menginap dan tempat menjual mie hijau yang enak. Wah hahaha maaf maaf aku terbawa suasana ta (di) hahahaha kamu tidak tau tempat mie hijau yang kamu kasih nama sendiri, a apa maksud nona. Oh ya aku hampir lupa "terima kasih sudah menyukai dan memberi nama mie buatan ibuku", eh em i iya sama-sama, boleh aku tanya, iya, darimana kamu tau nama ayahku, aku tidak tau, begitu ya jadi bagaimana kamu menamai nya "Trenette al pesto", itu langsung keluar dari mulutku saat memakannya jadi..., hmm aneh sekali,ah aku lupa memperkenalkan diri aku frea, aku Ricci, astaga namanya itu sangat imut hahaha ups aku tak seharusnya tertawa ekhm ada apa kamu tertawa, eh ti tidak ada kok, ayo Ricci. saat aku pegang tangannya tanpa sadar, aku merasa kalau dia sangat imut dan polos seperti anak kelinci yang baik yang tak sama

__ADS_1


__ADS_2