Who I Am Brother

Who I Am Brother
Episode 35


__ADS_3

perkataan yang tidak bisa dipahami orang dewasa. Ataupun dengan tatapan kosongĀ  Paiyu berkata bahwa kakaknya saat itu sedang memasak dan mereka menunggu sambil bermain tapi....,saat dirinya ke dapur setelah mendengar nuan menangis ternyata, kakak sudah..." Dengan kesedihan dan menahan amarah,tanpa sadar ia mengepalkan tangan nya di depan nenek mereka tersenyum yang mengerti perasaannya, iapun berkata "kalau paiyu tidak ingin mengatakan nya tidak apa", kemudian dilanjutkan oleh An sambil berkata bahwa itu adalah kejadian yang menakutkan bagi mereka maka dari itu, ia mengambil sebuah kain di dalam sakunya untuk memenangkan mereka sambil berkata "untuk menghilangkan kejadian menakutkan itu tutup lah mata kalian dengan kain,maka kalian tidak akan melihat kejadian itu lagi" Lalu Bibi bertanya pada An dengan khawatir, ibu jangan khawatir tuan muda Yu pasti sembuh percayalah pada dokter. Saat semua orang sudah tenang datanglah Chen dan Yelu yang bergegas ke arah nya sambil bertanya tentang keadaan kakak mereka sekarang.Tuan muda masih kritis saat ini, lalu si kembar.... Chen langsung bergegas mencari paiyu dan nuan sejak mereka datang, tak tampak si kembar di sana ditambah firasat buruk yang datang padanya. Teriakan yang memanggil nama si kembar, rasa khawatir dan takut bercampur jadi satu kesatuan serta bayangan dirinya waktu kecil dengan tatapan kosong meloncat dari atas jembatan muncul di benaknya "tidak itu tidak boleh terjadi, kumohon.... Kumohon". Dia terus berlari, bertanya pada setiap orang di rumah sakit tak pernah berhenti mencari kedua adiknya, dengan nafas terengah-engah ia berlari hingga akhirnya terdengar suara mereka "Kakak" Syukurlah... Paiyu nuan. Dengan tangan yang gemetaran chen memeluk si kembar, menciumnya kemudian memeluknya lagi, ia bersyukur dirinya bisa menemukan mereka tapi suara si kembar seperti ingin menangis dan meraba-raba apakah itu benar kakak, yah kakak di sini, kenapa kakak angis, kakak angan angis hiks, tidak kakak tidak menangis nuan, hiks huaaaaaaa kakak ua kakak akit... gaLa gaLa uan huaaaaaaa, tidak itu bukan salah nuan, ka kakak pasti baik-baik saja. Kata-kata semangat itu membuat mereka sedikit tenang dan tak terasa tiga puluh menit telah berlalu. akhirnya dokter keluar dari UGD, semua bertanya bagaimana keadaan chyou, dokter berkata bahwa pasien sudah melewati masa kritisnya tapi kami masih belum pasti mengetahui kapan pasien akan sadar kembali. DokteL uan liat kakak boyeh, Paiyu uga, iya kalian boleh melihat kakak kalian bersama kakak atau bibi kalian dengan syarat kalian tidak boleh berisik dan jangan menyentuh peralatan yang ada di dalam yah, ung okey, ima acih dokteL, kalian mau masuk sekarang, tuju ulu paiyu au ke amaL andi ayo nuan, biar bibi An antar, tidak elu,


paiyu berlari sangat cepat sambil melihat sekeliling sebelum menutup pintu kamar mandi. Pai paiyu aca apa, emm ti tidak apa uan, eto anu nuan, ung, ata yang inyin aku atakan, bi bica kah uan menja uh dali kakak, hick huaaaaaaaaaaaaa nuan mica maaf calena uan kakak sakit huhuhu, makanya da dali itu ANGAN ANGU KAKAK lagi, kata paiyu sambil berteriak membentak nuan yang sedang menangis dan tanpa paiyu sadari kata-kata nya itu akan membuat perubahan juga bencana di


__ADS_2