
Kepala juga di perutnya", dokter memberikan obat penghilang rasa sakit juga sekantung es yang sudah di taruh di perut Paiyu. Nuan sekali lagi meminta maaf kepada paiyu dan seperti biasa dia si anak hebat tidak menyalakan seseorang jika itu memang ia lakukan atas kehendaknya sendiri tapi tetap saja nuan masih menangis, hei jangan nangis, coba lihat aku tidak papakan. Kata Paiyu dengan percaya diri melompat lompat sebelum dirinya kehilangan keseimbangan saat menunjukkan kalau dirinya tidak apa-apa. Uak ugh haaah kalau kau tidak ingin mati jangan melompat mengerti. kata Chen dengan menyeramkan sambil menaruh kantung es ke perut paiyu dengan curiga ia berkata "harimau jelek apa yang kau lakukan" aku sedang mengompres apakah kau tidak melihat (menekan kantung es sedikit lebih keras) paiyu menjerit dengan kencang sambil marah-marah "ja jangan menekan kantung es terlalu keras nanti lukanya semakin parah" Chen berhenti dan berbalik ke arah nuan yang berbicara dengan gagap, Chen mengelus rambutnya sambil berkata bahwa itu bukan kesalahan nuan dengan wajah datar dan serius itu membuat nuan takut, Dan itu membuat chen khawatir dan sadar bahwa ia harus mengirim kabar pada An dan bibi yang khawatir di rumah
__ADS_1
Beberapa saat kemudian smartphone berbunyi dan tampaklah sebuah emoji yang berkata dua perempuan dan sebuah rumah sakit yang artinya "si kembar ada di rumah sakit sekarang" Benarkah, yep jangan khawatir, tapi kenapa dengan mereka, ah kalau itu karena mereka terlalu ceroboh naik kursi, begitukah kau sudah taruh kantung esnya kan, ya sudah kok tenang saja kata Chen yang segera mematikan Smartphone nya setelah An berteriak sangat keras memarahinya. Haaah untunglah omelan ya gak terlalu panjang, cih dia sangat berani merusak smartphone ku dengan teriakannya dan entah mengapa itu sesuai dengan namanya 'Yong An' hmm mungkin karena itulah Yelu tergila gila pada An. Kata chen di dalam hati sambil tertawa mengejek Yelu yang suka dengan istri pemarah juga cerewet.
__ADS_1
Lalu tak lama kemudian muncul emoji rumah yang artinya "aku akan membawa mereka pulang" Kata chen dengan serius menggendong paiyu seperti seorang putri tapi dia malah berontak tak karuan sementara nuan hanya menangis meminta chen untuk menurunkan saudara kembarnya namun chen tidak mau lalu nyuruh mereka untuk berhenti menangis tapi dia tidak bisa "haaah baiklah jangan nangis lagi okey, ayo pulang bibi pasti khawatir" Hmm ada apa nuan, kakak apa kau tidak dengar suara itu, apa ? Suara apa, chen tidak terdengar namun insting si kembar tak pernah salah dan paiyu yang merupakan saudara kembarnya mengatahui sesuatu yang samar-samar memanggil nama 'nuan' karena itu lah ia berkata pada chen untuk menurunkannya "tidak akan ayo pulang" Kata chen dengan tegas mengkhawatirkan kondisi Paiyu dan seperti biasa mereka tidak bisa berkutik jika chen berkata dengan tegas dan nuan melihat ke belakang saat tangannya dipengang oleh chen, melihat hal itu Paiyu bertelepati dengan nuan "apa kau yakin itu suara kakak" Ung aku dengar tadi, lalu Paiyu menatap ke arah chyou yang tertidur lelap di kegelapan ia berjalan ingin menenangkan adiknya yang sedang menangis dengan kencang memanggilnya tapi saat ia baru berjalan satu langkah saja maka
__ADS_1