
dan tidak menyayangi tubuhnya sendiri "aku sudah meminta kakak untuk beristirahat kenapa tidak mendengarkan ku, aku hiks mengkhawatirkan kakak selama ini... Aku tidak mau kakak pergi" itu adalah kata yang Chen ungkapan saat melihat kakaknya berbaring di rumah sakit satu kali lagi tapi hanya sendirian tanpa bisa membuka matanya lagi (koma) seakan-akan keberuntungan untuk sembuh tidak ada lagi. Chen hanya bisa duduk menunggu Sambil menemani sang kakak di ruang sepi ini, Yelu kadang berkunjung bersama bibi atau bersama An istrinya, mereka menyemangati chen untuk hidup tidak hanya menunggu kakaknya sembuh. Chen bisa beraktivitas seperti biasanya, menghirup udara pagi, bermain dengan Paiyu dan Nuan, berkumpul dengan teman,bekerja atau bisa melanjutkan sekolah, tuan muda Yu tidak mau adik-adiknya sedih terus, dia melakukan segala cara agar adik-adiknya bahagia jika chen seperti ini, usaha yang dilakukannya akan sia-sia. Chen membantah hal itu karena usaha kakaknya tidak sia-sia, dan itu kakak lakukan untuk paiyu dan nuan , tapi chen... "kakak hanya terus saja bekerja ditempat kakak dikekang aku tidak peduli karena kakak tidak mempedulikan ku " Lalu apa yang Anda lakukan di sini, bibi..(memalingkan wajahnya) aku hanya merindukan nya, orang yang tidak mempedulikan kakaknya namun mengatakan rindu ke kakaknya, apa menurut anda omong kosong itu bisa orang-orang terima. Aku tau kalau itu terdengar seperti lelucon untuk bibi tapi itu kebenarannya, kakak menahan rasa sakit untuk membesarkan bekas serpihan wanita itu, itu juga kenyata... (an) prak . Bibi menampar chen yang mengatakan paiyu dan nuan adalah serpihan yang mengancam dan tak berguna "sekali lagi kau mengatakan itu, aku tidak akan mengampuni mu" silahkan bibi lakukan itu, aku tidak peduli.
Chen pergi begitu saja setelah mengatakan hal itu. Bibi terjatuh karena menghabiskan banyak tenaga untuk memarahi chen sebagai pengganti nyonya dan tuan muda. (☞ ͡° ͜ ʖ ͡°☞ nyonya dan tuan muda itu adalah ibu chyou yang merupakan keturunan bangsawan luar dan chyou adalah keturunan asli dari ibu dan ayahnya yang merupakan bangsawan Yu (china) maka identitas bibi itu adalah ibu asuh Ye Xia He dari bangsawan Ye) tuan muda yang hilang saat berusia tujuh tahun. Nyonya dan tuan mencarinya kesemua tempat, wilayah, negara tetangga bahkan seluruh benua tapi tuan muda tidak kunjung di temukan, kemudian kabar duka tentang kematian tuan Yu menggemparkan seluruh kediaman dan sampai membuat Nyonya sakit selama beberapa hari. Hari hari yang dilalui sangat berat namun sejak saat itu nyonya membulatkan tekat,semangat dan percaya bahwa suatu hari anaknya akan kembali Lalu dua belas tahun telah terlewati dan perusahaan yang didirikan nyonya sudah terkenal di seluruh negara dan Xia He menikmati hari tuanya di pedesaan bersama keluarganya. Mereka bukan lagi majikan dan bawahan, tapi mereka adalah sahabat yang selalu datang bercengkrama bersama bahkan suatu hari Xia He di ajak ke suatu tempat dimana ada seseorang yang selalu ia anggap anaknya sendiri. Dia adalah pemuda yang mempunyai rambut pirang dari kejauhan dan seketika Xia He berhenti lalu bertanya "apakah didepan ku itu... dia" nyonya tersenyum dan berkata "iya", hati Xia He berdegup sangat kencang dan ia terkejut karena pemuda itu