Who I Am Brother

Who I Am Brother
Episode 131


__ADS_3

ya iyalah cinta bertepuk sebelah tangan kok, woy diam, aku gak bisa nonton nih, jika loe berisik lagi, maka (isyarat mati) . Seketika dia diam dan nonton bioskop lagi Melihat keduanya sedih si beruang besar menangis dan memeluk mereka berdua dengan sangat erat. Meminta nyonya penginapan untuk membantu mereka, yaitu dengan caraaaa jeng jereng jenjeng yap gak ada hehe suamiku memang kuat, tapi.... (Senyum menakutkan muncul) nah bagaimana kalau pertunangan saja daripada pernikahan" Siasat yang licik umpan yang ampuh, walaupun cara yang kasar menurunkan mereka dengan cara menawarkan pertunangan "i ibu jangan mem.bahas.itu. la. gi ark," Yey beruang berhasil ditaklukkan hehe dan sekarang dia bermanja-manja dengan minta di peluk dan mengatakan bahwa "kau yang paling mengerti diriku" Kyaak, yah walaupun aku yang diangkat tinggi dan berputar bersamanya sehingga membuatku malu, sa sayang ada anak-anak yang menonton, tidak apa hahahaha kau tidak akan jatuh. Tampilan yang ganas, kekar dan penyayang adalah hal yang aku suka kyak betapa bahagianya aku ini, punya suami seperti tipe yang aku idam-idamkan. tapi di sisi lain orang yang menonton mereka bersenang-senang berputar lalu (☞ ᐛ ☞ kalian akan tau apa yang terjadi, jadi aku tak payah memberitahu) wah mereka serasi sekali, yang bagian akhir urg menjijikkan. Kata mereka bersamaan dan saling menatap beberapa detik langsung memalingkan wajah mereka karena malu, sebab disaat bersama mereka memikirkan sesuatu yang pasutri pikirkan yaitu, aark mengapa aku memikirkan hal memalukan itu, ehm ingat Ricci kau sudah bilang tidak akan nikah dengan Frea jadi, ehm kau tidak boleh melakukannya, yang dia maksud itu melamar kan, iyah begitulah bro. Kata para sel pekerja otak yang menikmati liburan dengan nonton bioskop romansa.

__ADS_1


Kecanggungan itu terus terjadi, ini tidak meyenakan jika seperti ini terus... Baiklah aku menyerah, mari katakan sesuatu agar tidak canggung "obat apa yang kamu cari", ....(Menatap), ehm jangan salah paham, jika aku tau itu obat apa aku bisa membantu mu, ung terima kasih. Hei jangan bersedih siapa tau dengan itu kamu dan kakakmu bisa sehat seperti semula" Aku harap begitu. Entah mengapa Ricci terus bersedih dan murung seperti itu, haah apa aku melukai perasaannya, kata Frea yang melihat Ricci naik ke atas dengan muka murung. "Kakak" Satu kata itu mengganggu Ricci, entah mengapa saat mengatakan itu membuatnya sedih dan dadanya sakit seperti trauma nya kembali menusuk luka yang belum sembuh itu. Sungguh sangat sakit bagaikan luka yang terkena air, kenangan menyakitkan yang selama ini disembunyikan dan ditahan dalam dalam muncul di pikiran Ricci, menyebabkan nya berguling dan berteriak kesakitan. "Ricci kamu tidak apa, nak apa yang terjadi padamu, anak muda jangan mati seperti ini, ayah jangan mengatakan yang tidak tidak, lebih baik ayah mengangkatnya ke kasur, ibu aku akan panggil dokter segera, tapi... Frea".

__ADS_1


Frea berlari sangat kencang dengan kecepatan penuh menghampiri satu persatu dokter tapi tidak ada dokter yang mau pergi dengan nya, mengapa (bayangan Ricci murung muncul di benaknya) maafkan aku hiks, seharusnya aku tidak mengatakan itu "tidak apa itu bukan salahmu" Ricci kumohon bertahan lah. (☞ ͡° ͜ ʖ ͡°☞ kita akhiri ini di sini mari

__ADS_1


__ADS_2