
Kakak ipar Yelu, ti tidak aku hanya, nah ayo kalian oke ayo kakak ua yo mampil di bakLi empress diclet hmm baiklah. Bibi nenek kami pulang, selamat datang ah nenek nenek, uan bawa puding coklat pait untuk nenek, hey kenapa pilih yang coklat pait untuk nenek um kayena nenek tidak cuka manis oh ya ung ung nenek nenek iya, apakah ibuku itu cantik hmm dia sangaaat cantik seperti kalian nona muda, beyalkah um benar, apa ibu cantik sepeLti peri yang di ceritakan kakak. Tidak di jauh dari kata peri, hm kenapa, dia itu jahat dan jelek seperti penyihir, ja adi ibu jahat, tapi kenapa ibu teman uan itu baik, oh itu karena mereka anak yang baik mendapatkan ibu yang baik, hah apa maksud mu aku dulu itu anak yang nakal mendapatkan ibu penyihir. Tidak kapan aku bilang begitu, kau mengatakannya secara tidak langsung, oh ya hick huaaaaaaaa eh kenapa nuan menangis huhuhu ibu uan jahat huaaaaaaaaaa, ti tidak nuan sayang ku dia sangat baik bagaikan peri apa kamu ingat kakak Yu memanggilmu peri kecil karena kamu mirip dengan ibumu, hick be benaLkah ung benar saat mereka membicarakan wanita jahat itu membuat amarah menjolak keluar tapi jika aku keluarkan sekarang itu akan membuat trauma di hati mereka jadi chen menyembunyikan nya dengan menggenggam tangan dengan erat dan memukul tembok hingga hancur sebagai pelampiasan amarah nya "baik hati apanya, dia bahkan mengusir ku keluar bersama kakak saat kami kecil (saat itu hujan deras Chen terus dimarahi oleh ibu karena iri, membuat anaknya tidak fokus belajar, bahkan sampai melukainya sehingga chyou membela Chen yang polos itu dan pergi dari rumah), dia juga tidak membiarkan kakak berlibur atau bersama adiknya sekali pun (saat Chen diajak chyou ke taman hiburan karena waktu itu kakak sedang libur/senggang namun wanita jahat itu selalu membuat kakak sibuk mengerjakan hal itu, entah itu belajar atau membantunya saat berkerja). Dan sampai sekarang kakak menderita" Chen mulai menangis mengingat betapa malangnya kakaknya akibat wanita menyebalkan itu. Saat di rumah sakit, Chen melihat kakaknya yang berbaring di rumah sakit saat dirinya baru kembali dari perjalanan nya dengan wajah yang sedih Chen berkata "maaf kakak aku belum bisa mendapatkannya dan aku tidak berani kesana dan mengatakannya kepada mereka". Beberapa Minggu kemudian pertunjukan paduan suara kelas dua di tampilkan. Nuan melihat bangku penonton disana hanya tersisa satu penonton yang kosong dan itu adalah bangku Chen tidak datang melihat pertunjukan yang menyebabkan nuan jadi sedih, sedangkan Paiyu melihat ke luar sambil berkata "dia benar benar tidak datang". Padahal Chen datang tepat waktu saat nuan bernyanyi solo walaupun nuan hampir selesai bernyanyi. Penampilan selanjutnya adalah kelas tiga yang bernyanyi dengan indah namun saat bernyanyi solo salah satu siswa mengeluarkan suara yang serak,Paiyu yang mengatahui itu langsung bernyanyi dan memainkan piano nya namun saat menyanyikan lirik yang terakhir Paiyu terdiam sambil mengeluarkan air mata setiap lirik nya karena lagu itu seperti menggambarkan dirinya dan kakak tertuanya yang malang.
Bibi,Yelu,An,nuan, dan Chen ikut menangis mendengar lagu sedih yang dinyanyikan oleh Paiyu. Meraka tau